
pagi hari pun tiba matahari tampak cerah menyinari ibu kota, kecerahan itu pun pula yang membuat orang merasa terlalu silau namun ia berusaha menutupi silau itu dengan selimutnya dan melanjutkan terus tidurnya
seperti biasa nya ya begitula ken selalu memanfaat kan hari liburnya dengan cara selalu stay diatas tempat tidur nya dengan cara tidur tanpa memperdulikan alarm yang telah berdering diatas nakasnya bahkan kini alarm itu telah terbating olehnya entah kemana karna merasa tidurnya telah terganggu
''tooookk"
"toooook"
"toooook"
"ken bangun!!! ini sudah siang kamu harus ke mall" ucap senja membangunkan ken dengan sangat kesal
"bentar ma lima menit lagi" jawabnya dari dalam kamar
"ini uda jam setenga sembilan kalau sampai jam 10 kamu masih disini siap siap kamu ya" ujar senja dari balik pintu lalu pergi ke menuruni anak tangga
mendengar apa yang dikatakan oleh mamanya mata ken langsung terbelalak lalu mencari handphone nya untuk melihat jam dan benar saja waktu telah menunjukan jam setenga sembilan tanpa banyak bicara langsung ia masuk ke ruang mandinya terburu buru
"kamu uda siap kan tar" tanya meli pada mentari
"insyaaallah bu" jawabnya
__ADS_1
"yaudah kita tunggu di depan aja ya!" ujar senja dan di balas anggukan oleh kedua nya
mereka duduk di depan sambil menunggu ken turun dari kamarnya mereka saling berbincang bincang hingga akhirnya tak lama kemudian ken turun dengan tergesah gesah takut jika ia pergi lewat jam 10 ia sangat paham jika mama nya telah berkata maka harus di tepati
"akhirnya turun juga kamu padahal mama uda berpikir untuk buat kamu jadi resepsionis di kantor!!! " ujar senja dengan suara yang sedikit di tekan
"yaudah kalau gitu aku mau langsung pergi aja ma,, asalamuaalaikum'' ucap nya sambil menyalami meli dan juga mama nya lalu langsung masuk mobil
mentari pun langsung menyalami ibunya dan juga senja ia pun akhirnyq masuk ke mobil
hening tak ada perkataan apapun yang keluar dari mulut keduanya padahal mereka telah berada dalam satu rumah yang sama dan mereka juga berkendara kurang lebih 15 menit namun tetap saja mereka masih canggung
''awwwww''' pekik mentari sambil mengelus -elus keningnya yang terbentur ke dasbor mobil lalu menoleh ke arah ken yang nampak biasa saja
"sebenarnya kau ini bisa atau tidak si bawak mobil?" sunggutnya pada ken
"tentu saja memang nya kenapa"ujar ken
"kalau bisa tidak perlu mengerem mendadak kan" ucap mentari
"ada kucing mau lewat tadi saya gak mau nabrak entar dia mati lagi yang dapat dosanya kan saya" ucap ken ketus dengan tetap setia berwajah datar tanpa menoleh ke arah mentari
__ADS_1
"ouh gitu,, masih lama gak nuju ke mall nya?'' tanya mentari
''mana saya tau liat aja nanti kalau gak macet mungkin cepet'' ujarnya dengan wajah datar dan itu membuat mentari melihatnya kesal
tak lama kemudian mereka pun sampai di mall terbesar di ibu kota,, kemudian masuk kedalam nya dengan mentari yang berada di depan sedangkan ken hanya mengikuti dari belakang layaknya asisten
''wah ini bagus banget,, iya gak menurutmu gimana bagus atau gak?'' tanya nya pada ken
''saya laki laki'' jawab ken
''memang mengapa jika kau laki laki tidak boleh memilih pakaian wanita begitu'' ujar mentari yang merasa sedikit aneh dengan jawaban ken
''sebelah sana ada juga perlengkapan bayi mbak baru datang kemarin dari luar negeri itung itung persiapaan untuk calon debay nya'' ujar pelayan menunjukan tempat penjualan alat bayi pada mentari
''ha maksudnya mbak? '' tanya mentari bingung
ππππ
ini novel pertama aku
jangan lupa suport ya
__ADS_1