
Leo yang sedari tadi berdiri didekat sana pun ikut menitikan air matanya, cukup untuk 15 belas bulan ini ia dan Ariel berpisah, ia sudah tak sanggup lagi bila harus berpisah dengan orang yang ia cintai.
Leo pun mulai mendekat ke arah mereka dan langsung menghampiri Ariel yang kini akan menaiki mobil.
ia langsung membekap Ariel dengan erat tanpa memperdulikan tatapan keluarga Ariel keinginan nya saat ini hanya ingin bersama Ariel lagi.
''aku mohon jangan pergi'' ucap Leo terisak
''aku gak mau kamu tinggalin lagi yiel''
''jangan balik lagi, cukup kerja disini pliss''
''aku izinin kamu jadi model asal di indo bukan di Jerman''
''aku mohon yiel jangan balik ke Jerman lagi'' imbuh Leo tetap menangis layaknya anak kecil, ia tetap membekap Ariel dalam pelukannya menyalurkan kerinduan yang ia sembunyikan berbulan-bulan lamanya
''maaf aku harus balik lagi'' ucap Ariel yang berusaha melepaskan pelukan Leo
''enggak yiel enggak kamu harus tetap disini aku mohon!!" tegas Leo beralih memegang kedua bahu Ariel dengan jarak dekatnya
''maaf aku gak bisa Leo, aku harus berangkat sekarang'' ucap Ariel melepaskan sentuhan tangan Leo dan segera masuk ke mobil
Gleg
entah mengapa mendengar Ariel yang menyebutkan namanya seperti itu ia merasa hatinya berdesir, ini bukanlah panggilan yang dahulu menjadi panggilan manja bagi keduanya.
''berjuangla nak'' ucap senja dan diangguki oleh ken, orang yang sangat mendukung hubungannya
Leo tak ingin menyia-nyiakan waktu ia segera beralih ke arah kemudi dan mengusir supir, Leo segera mengunci semua pintu mobil agar Ariel tak keluar lagi.
''leo buka gak'' sunggut Ariel tanpa diperdulikan oleh Leo
kini mereka pun telah membela jalanan entah kemana arah tujuan Leo saat ini yang jelas bukan ke arah bandara keluarga Wijaya, sedangkan Ariel kini ia sudah diam tak lagi memperdulikan Leo karena terlalu letih untuk memberontak sedangkan sang empu hanya diam.
''kita turun ya'' ucap Leo yang kini sudah berada di restoran A
__ADS_1
''aku bakal turun kalau Uda sampai bandara'' sunggut Ariel kini fokus kepada handphone yang menampilkan layar hitamnya.
''ayiell habis ini kita bakal ke bandara kalau kamu mau turun'' ucap Leo dan akhirnya Ariel pun mengikuti nya
''ruangan seperti biasa pak'' ucap kasirnya dan diangguki oleh Leo
mereka pun telah berada di ruangan VVIP tempat dimana mereka melakukan setiap kencan dan juga pertemuan keluarga, jujur Ariel cukup kaget melihat Leo membuka ruangan itu hanya dengan kartu yang keluar dari dompetnya bagaimana mungkin bukankah pihak restoran belum memberikan kartunya.
keduanya pun telah duduk berhadapan dengan Leo yang selalu memperhatikan wajah cantik Ariel sedangkan Ariel seolah tak peduli.
''aku gak punya banyak waktu lagi'' tungkas Ariel
''emm yiel aku minta maaf mungkin waktu itu aku terlalu egois gak mikirin impian kamu, tapi di satu sisi kamu juga ga harus tau aku cinta sama kamu aku gak mau kamu tinggalin, aku sadar aku salah aku minta maaf, aku mohon kamu balik lagi ke indo menetap disini selamanya, kamu tau? semenjak kehilangan kamu aku selalu berusaha untuk lupain kamu tapi sampai sekarang hasilnya nihil yiel perasaan aku ke kamu gak bisa lagi di ubah jadi benci, perasaan aku Uda menetap jadi cinta untuk selamanya dan aku harap juga kamu akan menetap disini selamanya'' ucap Leo dengan nada yang sangat rendah
''sorry Leo aku gak bisa, aku heran ya sama orang kayak kamu, kamu Uda punya pasangan tapi kamu malah ngejar ngejar aku gak jelas kayak gini, kamu pikir aku aku gak tau, kamu selalu Gonta ganti pacar bahkan nemplok sana nemplok sini, dan ya kamu juga harus ingat siapa pasangan kamu sekarang, jijik tau gak dengan sifat kamu kayak gini, emang kamu gak malu di kasi gelar sama temen kamu sendiri sebagai Casanova!!!" tegas Ariel panjang lebar
"ya aku akui aku memang sering nemplok sana nemplok sini tapi kamu harus tau kamu orang yang terakhir kali nyentuh bibir aku'' ucap Leo menekankan kata akhirnya ''kamu orang yang terakhir kali ngerasain ini'' tambah Leo lagi sambil menunjuk bibirnya
''heh!! cuma bibir kan tapi tidak dengan organ lainnnya, lagian ya aku juga gak bakal percaya le!!, yaudah sekarang anter aku atau aku pergi sendiri'' sunggut Ariel kini berdiri dari duduknya
''show yang kamu ucapin ke tari tadi apa'' balasnya kini menghadap ke arah Leo
''aku terpaksa, aku kayak gitu berharap kamu bakal marah karena cemburu tapi nyatanya kamu biasa aja, percaya la yiel''
''aku gak bisa le aku harus berangkat sekarang'' ucap Ariel dengan nada yang sudah naik satu oktaf
seperti tak ada kesempatan lagi Leo beringsut ke kaki Ariel entahlah apa yang ia pikirkan saat ini yang jelas ia hanya ingin maaf dari Ariel
''iyo!! apa yang kamu lakuin'' imbuh Ariel kini mensejajari Leo
''aku minta maaf yank, aku gak mau kamu tinggalin lebih baik kamu bunuh aku sekalian biar aku gak ngerasain lagi sakit ini'' ujar Leo kini semakin terisak layaknya balita yang sedang membutuhkan ASI-nya.
Ariel yang mendengar penuturan Leo pun ikut menitihkan air matanya, ia memeluk erat tubuh laki laki yang dicintai nya itu.
''bangun ya'' ucap Ariel kini membawa Leo ke kursi dan duduk kembali
__ADS_1
''le aku bakal tetap balik ke Jerman, tapi aku janji aku akan lebih sering main kesini, setiap dua bulan sekali aku pasti bakalan pulang'' ucap tari lembut
''dipercepat bisa gak 2minggu gitu'' desak Leo
''itu terlalu cepat''
''okey kalau gitu aku bakal kerja juga dijerman bareng kamu ya'' tawar Leo
''gak tetap 2 bulan atau gak sama sekali'' kekeh Ariel
''okey tapi kamu maafin aku ya, kita pacaran lagi kan yank, kan tadi kamu Uda panggil aku 'Iyo' lagi''
''aku gak mau pacaran aku maunya langsung nikah'' tegas Ariel yang langsung disetujui oleh leo.
setelah menyelesaikan masalahnya mereka pun akhirnya keluar dari ruangan itu dan kini tujuan mereka adalah bandara Wijaya untuk mengantarkan Ariel.
*
*
*
*
*
Hay Hay reader jangan lupa like coment follow and vote aku ya supaya halu ku semakin lancar😘
mkci semua ❤️
Jangan lupa hadiahnya ya hehe:(💖
🗣️ follow Ig: @ptr_drwni
Tik tok: @ptr.drwni
__ADS_1
mampir juga ke novel aku yang satu nya