
setelah mendapat pesan singkat dari Ken tari pun bergegas pergi kekamar'nya dengan alasan membuat kan minuman untuk mereka...
lama Daniel di mansion Wijaya namun ia tak melihat kehadiran tari kembali walaupun ia terus berbincang dengan Ken tetap saja kepala 'nya berkeliling mencari sosok tari
''jadi kapan kamu ke Myanmar nil'' tanya Ken basa basi karna ia telah kehabisan kata kata untuk mengobrol dengan Daniel
''setelah pulang dari sini ken'' jawab'nya sambil menyusuri setiap inci mansion itu berharap tari muncul kembali sedang kan Ken hanya manggut-manggut
''huh lama banget si Uda hampir jam 2.30 tapi dia tetap betah disini'' seloroh Ken dalam hati
"adu tari lama banget si katanya mau bikinin minuman tapi yang nganter malah pelayan"gerutu Daniel dalam hati
"Hem Ken kok tari gak keluar keluar ya'' ia pun meluarkan pertanyaan yang ingin ia tanyakan sedari tadi
''iya iya bentar gue kirim pesan dia dulu'' jawab ken dengan wajah bod*h nya seolah tidak tau apa apa
hening
hening
''hahh!!"
"kenapa ken" tanya Daniel yang ikut terkejut
"tari lagi tudur" jawab ken
"kok Lo bisa tau dia tidur?" tanya Daniel yang seolah dipermainkan
"ini tadi gue kirim pesan pelayan katanya tari lagi tidur"
__ADS_1
"bisa dibangun bentar gak ken" ucap'nya dengan nada memelas
"jujur Niya kemaren pelayan perna ngebangunin dia tapi tu pelayan langsung diamuk sampai tu pelayan gak kerja berapa hari gara gara sakit badannya serasa remuk" sunggut Ken dengan nada ketakutan namun hatinya tersenyum kikuk
"huh ternyata benar gak semua manusia sempurna" gumam'nya namun masih bisa didengar oleh ken
"yaudah kalo gitu gue langsung cabut aja ya'' dan diangguki oleh Ken serta Ken pun mengantarkan ia sampai teras rumah'nya
πππππ
tari
tari
mentari'' panggil nya sedikit bernada, tari pun turun dan langsung menghampiri Ken yang sedang duduk di sofa ruang keluarga
''gimana Uda pulang?'' tanya tari dengan cepat Ken pun mengangguk dan mereka bertos ria
''ya iyalah betah orang dia nungguin pujaan hatinya'' jawab ken sambil menyeruput teh ditangan'nya sedangkan tari terbelalak mendengar'nya
''emank siapa''
''ya kamu la'' jawab ken tersenyum masam
πππππ
mereka tidak lagi balik ke kantor sedangkan pekerjaan Ken di handle langsung oleh sang asisten kebanggaan'nya, Malam ini mereka sedang menonton tv bersama diruang keluarga disitu pula Ken ikut menonton walaupun matanya fokus pada laptop'nya
''tar jadi kamu besok pulang ya'' tanya senja dengan wajah sedih
__ADS_1
''iya ma''
''berapa hari''
''mungkin 4-5 hari ma''
''enggak!!" ucap seseorang yang selalu berdiam diri dengan laptop'nya
''kenapa?''tanya senja tersenyum licik
''eng enggak ma kan lusa peresmian kapal pesiar terus yang temenin aku disitu tari, karena Rey harus menghandle semuanya''
''kan dikantor mu ada direktur Ken sayang'' ucap senja tetap dengan senyuman licik'nya ia tau sekarang Ken mulai menyukai senja hanya saja ia belum menyadari hadirnya perasaan itu
''ma direktur itu gak ada yang bisa dipercaya, mama ingat kan kejadian papa dulu gara gara ia terlalu percaya akhirnya papa hampir aja bangkrut'' jawab ken mengingatkan sang mama ia masih ingat bagaimana dulu ketika ia masih duduk di sekolah dasar mereka hampir saja bangkrut gara gara seorang direktur yang sudah papa'nya anggap sebagai keluarga
''iya iya'' papar senja
''berarti aku disana hanya 1 hari terus balik lagi dong ma?''
''besok kamu dianter sopir dari pagi terus sore'nya aku nyusul, kita berangkat dari rumah kamu''
*
*
*
*
__ADS_1
*
BERSAMBUNG