
sore hari di kompleks menuju mansion Wijaya putra terdengar suara riuh beberapa orang yang entah karena apa sehingga membuat perjalanan Ken dan tari untuk masuk sedikit terhalang.
banyak pula orang sedang yang memegang beberapa karton dengan bertuliskan 'i love Ariel Wijaya putra' 'you are my best idol ariel' 'aku gila karena mu Ariel Wijaya p' dan masih banyak lagi kata kata mutiara dari beberapa orang tersebut hingga ada pula yang memakai baju dengan bergambarkan wajah ariel Wijaya putra.
''huhhh!! apalagi ini?" sunggut Ken dengan kesal, ia sangat ingin cepat-cepat sampai rumah, dan paling malas bila berlama lama diperjalanan karena macet ataupun demo mahasiswa dan sekarang kemacetan itu ada di depan wajahnya padahal ia sudah berusaha untuk pulang lebih awal agar tak terkena macet.
tari yang paham dengan kekesalan Ken pun segera mengelus lengan sang suami ''sabar sayang, kayaknya itu fans nya kak Ariel deh''
tin
tin
tin
Ken membunyikan klakson mobil nya dengan sangat nyaring hingga membuat orang-orang tersebut terpenjat kaget, satpam yang mengetahui mobil Ken pun mereka langsung memberi jalan dan berusaha menyingkirkan para fans yang baginya cukup keras kepala itu.
''makasih pak'' ujar tari sopan sambil mengangguk kan kepalanya namun tidak dengan Ken ia tetap fokus pada jalan dan masih pada watak dinginnya.
''makasih pak, makasih pak'' sunggut Ken sambil mencabik kan bibirnya kedepan dengan menirukan gaya bicara tari yang membuatnya kesal.
__ADS_1
''ihhhh kok gitu, jeoleus ya?''
''sama bapak bapak kayak gitu, dihh ogah'' balas Ken terus menancapkan gasnya dengan lamban
''uluh uluh cuami ku ngambek, makin ganteng deh'' ucap tari sambil bergelayut pada lengan Ken dengan mesra tak lupa ia juga menghirup aroma leher Ken yang katanya memabukkan.
kini mereka telah sampai di mansion Wijaya putra dengan Tari yang terus bergelayut manja dan Ken terus menghujani dahi tari dengan bibirnya, hingga tak sadar jika sudah berada di ruang tamu, semua mata sontak menghadap ke arah mereka begitupun dua sejoli yang jarang bertemu siapa lagi kalau bukan Ariel dan Leo.
''ekhem ekhem, gila bucin amat bang dulu aja nolak sekarang tergila-gila kan lo, apa kata Lo dulu, 'mama apa apaan si ken gak mau dijodohin ken masih muda ma belum saatnya untuk menikah' huuuu sekarang jauh dari tari aja Lo pusing'' ujar Leo dengan memasang style cool sambil menirukan Ken pada saat di rumah sakit nolak tari dengan alasan masih muda.
''berisik amat Lo, mau gak gue restuin sama kak Ariel!" jawab Ken dengan mata menyorot
"Uda udah mending duduk dulu dek kalian gak rindu kakak gitu, jahat banget sih'' Ariel melerai perdebatan 2 orang sahabat yang tak akan berhenti itu dengan memasang wajah cemberut.
''kakak apa kabar, tari rindu banget sama kakak tau'' tari langsung mendekati Ariel dan memeluknya dengan erat.
''ken'' panggil Ariel
''kak'' ucap Kenzo dan langsung mendekap sang kakak
__ADS_1
''pantesan di depan ramai orang ternyata kakak udah Dateng, heran ya sama kakak kok bisa seramai itu fans nya'' kesal Ken
''kakak juga gak tau, tapi sebentar lagi kakak mau nemuin mereka kok''
''jadi orang terkenal kayak Ariel itu sebenarnya gampang kalau mau dilakuin.
tinggal ramah, suka senyum, suka berbagi, gak jutek, gak dingin, gak irit ngomong jadi terkesan suka berbaur gitu lah'' tepat sekali kata kata pedas itu pasti untuk suaminya.
hahahaha
sontak semua orang tertawa mendengar ucapan tari yang jelas jelas mereka tau sindiran itu untuk siapa sedangkan yang disindir seolah tak tahu apa-apa .
_______________________________
Hay Hay reader maaf ya baru upload lagi, semoga masih ingat alurnya dan gak bosen dengan cerita ini, makasih uda dukung terus karya aku.
jangan lupa like coment follow kasi Hadiah sebanyak banyaknya dan vote setiap hari Seninbya...
rate 5 nya jangan lupa💗
__ADS_1
maaciw semua