Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya

Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya
anak genius: looking for Daddy


__ADS_3

#sinopsis


Mabuk adalah jalan pintas saudaranya untuk menjebak Adira arawanda dengan seorang penjual buah yang sedang menyamar yang dikenal dengan nama arsenio dharmendra diberi tawaran untuk melakukan one night stand dengan Adira dan dengan senang hati arsenio menerimanya namun untuk ia selamatkan, namun sayang takdir sedang tidak berpihak pada Adira karena Adira dan arsenio sama sama mabuk dan keduanya sudah berada di tempat yang sama yakni bar dengan keadaan mabuk Adira mencari kamar yang sudah ia pesan di bar tersebut namun sayang ia malah memasuki kamar arsenio.


bab1


Pagi yang cerah mengawali senyum yang indah pula bagi seorang putri bungsu keturunan arawanda orang terkaya nomor dua, ia mulai meregangkan otot-ototnya dan segera mengambil handphonenya yang berada di atas nakas.


senyum senyum sendiri sambil berbalas chat ria dengan sang sahabat di sebuah grup aplikasi hijau lambang telepon.


hari ini mereka berencana akan pergi ke sebuah butik ternama untuk mencari kebaya yang akan mereka kenakan pada lima hari yang akan datang untuk acara wisuda.


se usai berbalas chat ia pun beranjak dr spring bed dan menuju kamar mandi, untuk melakukan aktivitas seperti biasanya.


gadis cantik itu mulai menuruni anak tangga untuk sarapan ia tak sadar jika dimeja makan sudah ada seekor mata yang menatapnya dengan tatapan seperti benci dan iri.


mengapa tidak iri? Adira arawanda nama gadis cantik itu, memiliki wajah cantik nan mulus , rambut pendek yang membuat wajahnya terlihat tampak imut, badan yang tinggi dan profesional bak gitar spanyol namun sayang badan yang profesional itu selalu tertutupi pakaian yang oversize.


"pagi kak, pa" sapa nya menyapa sang kakak dan ayahnya

__ADS_1


"pagi sayang" jawab papanya


"pagi" jawab kakaknya santai namun terkesan cuek


ia pun mulai mengoleskan sandwich nya dengan selai cokelat memakannya hingga tandas dan tak hanay itu ia menambah lagi sandwich nya setelah habis ia pun mulai menyedokan nasi ke piringnya dan segera memakannya dengan lahap.


"lapar banget ya" ujar paqi arawanda ayahnya


"hehe iya pa, semalem kan aku gak makan pa" sambil menyengir kuda


"pelan-pelan aja makan nya nak, gak akan ada yang ambil kok" nasehatnya dengan tulus sambil mengelus kepala adira dengan kasih sayang.


"aku udah gede pa, bukan anak kecil lagi" ujarnya sedikit lembut pada sang ayah dan segera pergi


"hemm, pa akun ke atas dulu mau ambil tas" pamit adira


"iya sayang, papa juga mau langsung ke kantor " ujar paqi melakukan hal yang sama pada adira seperti yang ia lakukan pada Cecilia dan ya seperti biasa adira tidak menolak sedikit pun atas sikap paqi karena menurut Adira ini sudah menjadi sebuah aktivitas dari ia kecil.


setelah mengambil tas adira langsung ke bagasi dan menuju restoran "resto joan" milik sang sahabat yakni alira joan setelah mengemudi sekitar 30 .menitan ia pun telah sampai dan langsung disambut oleh kehebohan kedua sahabatnya "dira, sini-sini cepetan duduk" ujar aliya heboh dan segera mendudukkan adira di sebelahnya "ini itu cantik banget tau sama lo"

__ADS_1


"ih apaan sih dira itu lebih cocok pakai ini" alira mulai menunjukkan konsep kebaya pilihannya


"pilihan lo norak rau gak apaan kebaya warna kayak gitu terus panjang lagi bajunya persis kayak ibu-ibu lomba muslimah tau gak"balas alira tak terima akan hinaan aliya pada kebaya pilihannya.


bahkan sebelum alira datang ke resto keduanya telah ribut masalah kebaya, karena Aliya tau adira suka pakaian yang menutupi maka itu ia pilihkan yang sedikit berbuntut, berbanding balik dengan alira ia lebih suka melihat adira memakai pakaian yang pendek namun tertutup karena menurutnya adira lebih cocok berpakaian seperti itu jadi body cantiknya terlihat.


"aaaa berisik, kalian berdua tu berisik banget tau gak baru aja gue dateng udah debat aja" jerit Adira namun Suaranya tidak terlalu tinggi "gue tu bisa cari baju sendiri, gak usah pake dipilihin tau gak"


"ya udah iya sorry"jawab keduanya melemah, inilah kelemahan dua orang ini jika sedang berdebat, ia akan diam dengan suara Adira yang cukup tinggi menandakan adira marah .


"kita ke butik sekarang aja"mereka pun mengekor mengikuti adira dan mulai melaju dengan satu mobil yang sama.


mampir ya bun je novel baru ak insyaallah seru


mksi,, sampai ketemu di sana ya


jangan lupa tinggalin jejak kalian ya


(like, coment, vote, follow, tambah ke novel favorit kalian juga)

__ADS_1


byee thkyu💗


__ADS_2