Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya

Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya
pin brankas


__ADS_3

''kalo gue minta bantu tari dia mau gak ya, ah tapi masak iya harus minta bantu dia bisa bisa makin gede tu kepala'' ujar'nya sambil bolak-balik di depan spring bed nya memikirkan hal yang tepat untuk mendapatkan sandi brankas


''iya minta bantu dia aja'' ucap'nya lalu melangkah dan terhenti kembali


''gak.. gak.. gue gak boleh minta bantu dia'' ujar'nya lalu melangkah'kan kembali kakinya menuju kamar sang mama


ketika ia ingin mengedor pintu kamar senja tiba tiba ia mendengar gelak tawa dari dalam kamar


''kalo kamu ada disini pasti kamu bakal ketawa lihat dia kayak gitu, apalagi pas di kebun ya aku si sebenarnya kesel tapi yaudah la gak papa tomat aku rusak yang penting aku liat kalau dia emang gak bisa berkebun tapi malah kepedean pakek bilang aku suka berkebun suka menanam sayur dan alat alat dapur tapi hasilnya dia malah gak tau beda'in mana yang Mateng sama yang masih mentah'' ucap'nya panjang lebar menceritakan setiap hal yang dialami Keisha pada sang lawan bicara sambil di iringi gelak tawa


''sen kamu gak boleh gitu ntar karma Lo'' ucap lawan bicara senja yang tak lain meli sahabat'nya


''ya gak apa la sesekali'' mereka terus saja berbincang melalui telpon sambil menceritakan kalau ia tidak suka tipe pilihan Ken seperti Keisha tanpa senja sadari ruangan yang kedap suara itu ternyata pintunya tidak la terkunci


''emm jadi mama gak suka sama dia, baguslah berarti gue bisa lepasin tu cewek secepatnya'' imbuh Ken sambil mengulum senyum dan pergi dari area itu

__ADS_1


🍭🍭🍭🍭🍭


subuh pun tiba membangun kan umat muslim untuk bersiap siap melakukan kewajiban nya membangun kan Ken dari ranjang nya dan langsung menuju kamar mandi'nya untuk mandi dan langsung menuju kamar sang mama untuk meminta kembali sandi brankas


tokk


tokk


''ma ini ken''


''masuk pintunya gak dikunci ken'' jawab'nya dari dalam kamar, Ken pun masuk ia mulai memperhatikan sang mama yang sedang mengeringkan rambutnya yang habis mandi, ia mengambil hairdryer dari tangan samg mama dan membantu mengeringkan nya


''hehe ma maksud mama apa si'' ujar'nya cenge-ngesan


''ya kamu jujur aja mau Apa, mama tau kamu ngelakuin ini pasti harus ada imbalan'nya''

__ADS_1


''ma hari ini ada meeting dengan tuam Xiong Lang mengenai peresmian kapal pesiar kita''


''terus hubungan nya sama mama apa''


''tapi mama janji jangan marah ya''ucap Ken


''iya apa dulu''


''mama janji dulu'' dengan perdebatan yang cukup rumit serta negosiasi yang harus saling disepakati akhirnya ken menyetujui permintaan sang mama dan mereka pun melilit'kan kedua jari kelingking


''ken lupa taruh kunci brankas'nya ma'' ucap dan sontak saja mata senja membesar hampir saja ia akan melayang kan pukulan dengan cepat Ken menahan'nya


''eittts mama kan Uda janji gak bakal marah''


''lagian kamu tu ya gak bisa diandelin banget tau gak''

__ADS_1


''iya iya maaf, mama kasih tau Ken pin brankas'nya ya, kan berkas peresmian'nya ada di brankas'' imbuhnya dengan memasang wajah sedih


''mama aja yang buka sendiri, dan kamu juga harus cari kunci'nya'' jawab nya langsung berdiri dan diikuti ken dari belakang untuk menuju kamarnya


__ADS_2