
kini Ken dan tari pun akhirnya berbaikan namun masih dengan sifat tari yang dingin sedangkan Ken kini sedang berusaha untuk tari membuka mulutnya kembali agar cepat berbicara.
dertt
derttt
mendengar panggilan masuk tari pun segera merogoh tas nya dan mengambil ponselnya yang sedang berdering dengan Nama "mama'' ia pun segera menggeser tombol hijaunya.
''asalamualaikum ma''
''sayang kamu lagi sibuk gak'' ujar senja dari balik telpon nya
''enggak ma memangnya kenapa'' tanya tari lembut nan sopan
''temanin mama belanja ya, karena kebutuhan bulanan sedang habis''
''baikla ma tari pulang sekarang ya''
gak perlu sayang nanti mama yang jemput ini mama Uda dijalan kok'' ujar senja dan segera mengakhiri telponnya setelah mengucapkan salam.
''ada apa sayang'' tanya Ken penasaran
''mama minta temenin belanja kebutuhan''
''ouh,, tapi aku gak bisa temenin kamu sebentar lagi aku mau meeting yank'' ujar Ken, yang sebenarnya ia sangat ingin menemani tari sambil berbelanja kebutuhan keduanya pula, namun sayang ia hari ini cukup sibuk.
''gak apa apa'' jawab tari lembut seakan tidak lagi marah ''yaudah aku turun dulu mungkin mama Uda dibawah'' ucap tari segera beranjak dan diikuti ken pula dari belakangnya dan segera memeluk mesra pinggang ramping tari
''kita kebawah sama sama ya sekalian aku kan meeting nya diluar'' ucap Ken sambil menciumi rambut harus tari yang sudah menjadi candu'nya.
setiap karyawan yang melihat adegan Ken yang selalu menciumi kepala tari selalu tertunduk karena malu sendiri padahal si pelaku nampak biasa saja.
tari hanya bisa menikmati sentuhan Ken walaupun saat ini ia sedikit marah terhadap Ken namun tetap saja ia sangat suka diperlakukan seperti ini oleh Ken.
''kenzoooo''' teriak senja yang sudah tiba di lobby dan melihat Kenzo selalu menciumi kepala tari tanpa dosa karena menjadi tontonan karyawan.
__ADS_1
''yaudah ma kita berangkat sekarang ya tari Uda gak sabar mau beli perlengkapan bulanan'' ujar tari segera bergelayut di lengan sang mertua karena ia tak mau jika suaminya dimarahi...senja hanya bisa mengangguk karena ia tidak ingin menolak permintaan menantu kesayangan nya.
sedangkan Ken ia merasa bahagia karena ia tau tari melakukan itu agar dirinya tidak dimarahi oleh ibunya karena melihat wajah senja yang sudah uuhhh menyeramkan pikirnya.
🍭🍭🍭🍭🍭
setibanya di mall mereka langsung disuguhkan dengan pemandangan yang cantik nan indah pakaian yang bergantungan dibalik kaca patung-patung yang dipakaikan dengan dress yang elegan dan berkelas.
mereka pun menyusuri ruang demi ruang tempat berbelanja bulanan ala mama senja mulai dari tempat sepatu, tas. sungguh tari selalu dibuat pusing oleh mertuanya yang selalu tak bisa ditolak dan Kini tari pun dibawa ke arah pakaian tren wanita.
''wah sayang ini sangat cantik'' ujar senja seraya mengangkat satu buah baju yang jika dipakai pasti dilihat seperti kekurangan bahan bagaimana tidak dengan kain tipis bahkan bisa disebut dengan jaring ikan, serta ukuran yang tak panjang sama sekali dan ditambah dengan tali spaghetti nya.
''iya ma cantik, yaudah kita cari minum yuk ma tari haus'' ujar tari yang tau arah pembicaraan mertuanya pasti ujung ujungnya akan berimbas kepada dirinya.
''yaudah ayok'' ujar senja menyeringai jahat, ia tau jika itu hanya akal akalan menantu kesayangan'nya itu.
kini mereka pun telah berada di depan tempat drink untuk menemani tari yang katanya ingin minum setelah itu mereka pun ke tempat rias Wijaya putra untuk perawatan seluruh tubuh keduanya ya walaupun senja mengeluarkan cukup tenaga untuk menuju kesana karena tari yang awalnya menolak.
''hmmm pasti Ken bangga dengan aku, lihatlah sekarang tari bertambah cantik dan aku yakin nanti malam Ken akan mendapatkan servis yang bagus'' gumam senja dalam hati sambil melirik menantunya yang sudah duduk santai sambil bermain handphone karena ia telah selesai perawatan.
''hay Tante'' sapa wanita cantik itu
''hay eh... Jesika ya'' tebak senja yang kenal dengan wanita itu
''iya tan, ouh iya gimana kabar ken''
''baik'' ucap'nya senja singkat sambil melirik tari yang pastinya mendengar percakapan keduanya
''pasti dia semakin tampan ya aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Ken tan,baku sangat merindukan nya'' ujar wanita itu dengan wajah yang berbinar sambil membayangkan wajah Ken
''kau benar Jes, Ken semakin tampan dan itu semua berkat istrinya yang cantik ini'' ucap senja meraih tangan tari dan menunjukkan nya pada wanita yang bisa disebut sebagai penggoda itu
''is.. istri'' ucap Jesika terbata bata
''ya aku tari istrinya Kenzo'' ucap tari bangga sambil mengulurkan tangannya dan diabaikan oleh Jessica
__ADS_1
''tidak mungkin Tan, aku yakin Kenzo sangat cinta sama aku'' ujarnya dengan bangga dan tanpa malu sedikit pun
''kau hanya mantan sekretarisnya dan kau juga yang selalu menggoda Kenzo dan kau juga harus tau aku selalu memantau itu dan aku bangga dengan anak ku itu karena tak sedikit pun dia tertarik dengan mu'' ujar senja sambil menyeringai dengan mata yang tertutup dengan salah satu buah.
Jesika yang mendengarnya hanya bisa berdecak dengan kesal dan pergi begitu saja dengan kaki yang terhentak Karena kesal.
kedua wanita berbeda usia itu pun telah berada di dalam mobil dan segera ingin pulang karena telah lelah berkeliling
''iya sayang, dia sekretaris Ken dulu yang cuma bisa menggoda ken'' ujar senja yang selalu menjawab setiap pertanyaan menantunya itu sedari tadi
''dan ingat kamu harus menjaga Ken sayang, lihatlah banyak wanita penggoda yang selalu ingin mengincar suami mu itu, kamu juga harus lebih agresif jika sedang bermain agar ia tak berpaling lagi dari mu'' ujar senja yang memanfaatkan situasi
''iya ma'' jawab tari yang mampu membuat senja tersenyum bangga akan apa yang ia rencanakan
*
*
*
*
*
Hay Hay reader jangan lupa like coment follow and vote aku ya supaya halu ku semakin lancar😘
mkci semua ❤️
Jangan lupa hadiahnya ya hehe:(💖
🗣️ follow Ig: @ptr_drwni
Tik tok: @ptr.drwni
mampir juga ke novel aku yang satu nya (one night in the bar)
__ADS_1
BERSAMBUNG