Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya

Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya
BUDAK


__ADS_3

''baiklahh'' ujarnya lalu pergi meninggal kan ken dan menuju gerobak bakso di dekat kantor gedung pencakar langit milik ken


''pak baksonya dua, dibungkus semua ya''


''iya neng silahkan tunggu'' kata penjual itu mempersilahkan mentari duduk


tak beberapa lama bakso jadi dan ia segera kembali ke mobil ken dengan kantong berwarna hitam yang berisi dua buah bakso


''untuk siapa aja'' tanya ken yang melihat 2 bakso di plastik mentari


''ya untuk kula kau kan bilang tidak suka makanan dijalanan karna tidak higienis''


''siapa juga yang mengharap dibelikan aku hanya bertanya itu untuk siapa, cih ternyata kau rakus juga ya makan bakso langsung double'' ucapnya sinis


''siapa juga yang rakus ini porsi normal untuk wanita pertumbuhan sepertiku, tidak seperti mu yang sudah tua'' gerutunya


''hehhh dengar umurmu dan aku beda hanya beberapa tahun saja, dasar kau saja yang rakus'' tungkas ken kembali


''tua tetap tua, sudahla stop kan mobilmu disini'' ujarnya tari' dengan senang hati ken menghentikan mobilnya tepat di depan lobby kantor 'duuum' dentuman pintu mobil ken akibat dibanting mentari,


sontak saja mata beberapa karyawan menatap mentari dan security berada tepat dipintu masuk kantor pun menatap pula


''wah wah lihatla dia lunch bersama tuan ken'' ujar recepsionis

__ADS_1


''iya, berani sekali ia membanting pintu tuan ken''ujar teman'nya


mentari pun masuk tanpa rasa bersalah dan ia juga mendongkak'kan kepalanya dengan tatapan yang sama seperti yang sering ia lihat dimata ken


ketika mentari sedang makan ken pun masuk keruangan'nya tanpa mengetok pintu terlebih dahulu dengan membawa beberapa kertas yang telah bertuliskan tinta


''kalau masuk ketok pintu dulu, sudah'lah kau tak akan mengerti sopan santun, mau apa kau kesini?" ucapnya sinis sambil menghirup kuah bakso yang baginya begitu nikmat


"kerjakan semua ini dan 30 menit lagi aku akan ada meeting diluar kau juga yang akan menemaniku" ucap nya sambil menberikan tumpukan berkas


"aku harus mengerjakan berkas ini, kau suruh saja reyhan menemani mu meeting''


''dia libur hari ini jadi kau gantikan semua kerja'annya hari ini'' ujarnya langsung pergi


''iiih enak saja ia memerintahkan orang, dia pikir aku budaknya apa!!" tungkas nya dengan wajah kesalnya namun ia juga langsung menyingkarkan mangkok baksonya dan langsung mengerjakan tugasnya


"permisi nona tuan sudah menungu mu dimobil"" ujar seseorang dari balik pintu


"iya baiklah aku akan segera turun"


iya pun langsung turun menggunakan lift pribadi dengan ter gesah- gesah


''haruskah atasan yang menungu asistennya'' ucap nya yang melirik mentari yang berada di sampingnya dengan napas ngos ngos'an

__ADS_1


''siapa suruh kau tidak memanggilku''


''aku atasan mu jadi jangan macam macam'' ucap ken


''ya ya kau memang penguasa bumi'' ujarnya menyerah dengan perdebatan itu


tak lama kemudian mobil pun telah sampai di restaurant terbesar di ibu kota mereka pun langsung memarkirkan mobil dan segera masuk ke resto tersebut


''selamat datang tuan ken'' ujar laki laki paru baya yang berasal dari vietnam


''selamat datang tuan'' ujar laki laki dari perusahaan singapura


''welcome mr.ken'' ujar orang yang berasal dari myanmar


dan masih banyak pula sapaan dari presdir perusahaan lainnya


''yes welcome too Introduce this is my New assistant'' (ya selamat datang juga perkenalkan ini asisten baruku) ucapnya sambil memperkenalkan mentari


"perkenalkan dirimu"bisiknya pada mentari


"Hi everyone, my name is Mentari, Assistant President Director of Wijaya Putra Company" (hay semuanya perkenalkan nama saya mentari asisten dari presdir perusahaan wijaya putra)


ujarnya dalam berbahasa inggris

__ADS_1


Bersambung


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


__ADS_2