
disebuah kompleks elit berwarna putih polos itu terdapat seorang sedang berbaring di kamarnya yang bernuansa kan hitam putih dengan handphone yang terus digenggaman nya.
senyum nya tak perna pudar dari sudut bibir laki laki itu yang sedang mengotak Atik ponselnya sambil tersenyum senyum sendiri layaknya mendapatkan sebuah hadis besar, karena senyum yang sangat sumringah.
senyum nya semakin terbit saat sang kekasih mengatakan jika ia telah selesai pemotretan dan mengajaknya untuk Vidio call dengan senang hati dan dada yang lapang ia pun menerima permintaan itu.
''sayang aku merindukan kan mu'' ucap laki laki itu yang tak lain adalah Leonard
''sabar Iyo kan tinggal sepuluh hari lagi kita akan bertemu'' jawab Ariel yang kini sedang berjalan untuk segera pulang ke apartemen Nya
''kamu Uda mau balik ya yank?''
''iya''
''yank kamu tinggal di apartemen kan bukan dikontrakkan kayak yang dibilang oleh Keisha'' tanya Leo, bukan karena Leo tak suka jika yiel nya mengontrak hanya saja, ia ingat jika kontrakan yang diucapkan Keisha kala itu yakni kontrakan yang sangat kecil dan ia tak ingin kekasihnya tinggal di tempat yang tak nyaman.
''ya di apartemen iyo!"
"show kamu ngapain yank ke kontrakan yang dibilang oleh Keisha waktu itu" ujar Leo pelan terus menerbitkan senyum manisnya sambil betisnya yang tak pernah diam ia hentakan ke kasur karena merasa bahagia bisa melihat wajah kekasihnya itu, dan tak lupa pula Leo selalu men screen wajah Ariel yang selalu bertelpon'an dengan nya
''aku lagi nganterin makanan yank ke kampung itu karena banyak orang bilang disana orang nya serba kekurangan jadi ya aku kasih sedikit rezeki'' jawab Ariel pula
__ADS_1
mereka terus saja bertelpon'an hingga Ariel sampai ke apartemen nya dan tidak menyempatkan diri lagi untuk membersihkan badannya karena sudah terlalu rindu pula dengan Leo dan sayang jika harus dimatikan jika hanya untuk mandi, bukan kah mandi bisa kapan saja? pikir Ariel
🍭🍭🍭🍭🍭
Myanmar
kini seorang laki laki sedang terus berkompromi dengan teman temannya yang seperti anak buahnya, mereka terus berbincang seolah sedang merencanakan sesuatu yang tak diketahui oleh siapa pun.
''ya kita terus mantau dia tuan, tapi sayangnya kami jarang melihat dia sendirian karena dia terus keluar bersama suami nya'' jawab salah satu anak buahnya, yang terus mengikuti aktifitas salah satu wanita incaran yang diharapkan sang bos
''baikla kalian bisa keluar'' ucap Daniel yang kini tinggal dirinya dan asistennya diruangan nya
''huhhh'' Daniel membuang nafasnya kasar Karena belum bisa membuat orang yang telah mengakhiri hubungannya itu merasakan apa yang ia rasakan
''ya kalau syell ingin kembali lagi padaku aku akan memaafkan dia'' jawabnya terus memandangi foto wanita berambut panjang yang terus menjadi wallpaper handphone nya
''tidak sebaiknya kau melupakan nona syella saja tuan karena mungkin ini adalah takdir dan seperti yang saya lihat sebelumnya seperti'nya tuan Ken dan nona syella juga tidak ada hubungan lebih'' ujar asistennya mengeluarkan pendapatnya yang sudah berapa Kali ia ucapkan pada Ken sebelumnya.
''syella cinta pertama ku dan kami saling mencintai dan kandasnya hubungan kami itu karena kenzo'' ketusnya
''tali bukankah lebih baik kita berbalas dendam saja pada Ken bukan malah ke istrinya karena istrinya juga pasti tidak tau apa apa''
__ADS_1
''aku kehilangan wanita yang aku cinta itu karena Ken dan aku juga akan membuat Ken kehilangan wanita yang ia cintai karena akau, impas bukan?" ujarnya menyengir licik
*
*
*
*
*
Hay Hay reader jangan lupa like coment follow and vote aku ya supaya halu ku semakin lancar😘
mkci semua ❤️
Jangan lupa hadiahnya ya hehe:(💖
🗣️ follow Ig: @ptr_drwni
Tik tok: @ptr.drwni
__ADS_1
mampir juga ke novel aku yang satu nya (one night in the bar)
note: chat story' ala aku juga akan segera meluncur pada awal bulan Maret ya.. plis dukungannya