
''kotor banget dan bau banget sayang'' ujar'nya dan kei pun mulai mendekat untuk melihat namun dengan cepat di halangi senja
''gau usa diliat sayang kamu bersihin kamar aja'' ucap'nya lalu diangguki oleh Keisha
''ha meli pasti bangga memiliki sahabat seperti ku, aku akan berendam di bathtub dan ia akan bersi bersi kamar ku'' batinnya sambil menutup pintu kamar mandi'nya
detik detik demi detik hingga kini telah menuju ke menit 30 ia terus saja bermain handphone dikamar mandi dan sesekali masuk bathtub untuk menghangatkan tubuh'nya
''ha lama sekali si nyokap nya si Ken dia gak tau apa gue capek, ni kamar juga Uda bersi, kok belum Keluar keluar juga sihh'' batin'nya sambil memegang kemoceng dan ia juga memainkan handphone'nya karna telah selesai, namun sesekali ia melirik kamar mandi karna jika senja keluar ia akan menunjukkan kerajinan'nya tanpa bermain handphone dan tanpa Keisha sadari kamar itu sudah dipasang CCTV sebelum ia masuk ke mansion
ceklekk
''hai kei uda selesai'' ucap'nya sambil berjalan mendekati Keisha
''uda ma''
''untung aku bawa hairdryer jadi aku gak keliatan kalau habis mandi'' batin'nya tersenyum smirk
__ADS_1
''yaudah kita keliling luar mansion ya'' kata senja lalu dibalas anggukan oleh Keisha mereka pun mulai melihat sekeliling mulai dari kolam renang, paviliun, ruang gym, kei pun mengajak senja menuju garasi untuk melihat koleksi mobil Ken ia sangat takjub dengan berbagai warna mobil, motif, bahkan mobil keluaran terbaru yang harganya tidak bisa diucap'kan senja mulai melihat kan kolam ikan, ke taman melihat kan air mancur yang berada ditengah tengah lapangan menuju mansion
terakhir ia menunjukkan kebun sambil bercengkerama bersama Keisha
''kau tau kei mama Sangat suka berkebun'' imbuhnya
''ouh ya. ma sama dong aku juga suka berkebun, aku juga sangat suka menanam berbagai sayur sayuran bahkan alat alat dapur'' jawab Keisha entah itu kebohongan atau tidak namun anggap saja ia jujur menyukai berkebun
mereka pun berjalan tak henti'nya membahas tentang berkebun mulai dari menanam hingga memanen tak terasa mereka pun sampai di kebun kesayangan senja
''astagfirullah kebun ku kenapa seperti ini'' sunggut nya kesal
'' yaudah kita beresin aja ya'' ucap'nya dengan wajah sedih
''tuhan!!! cobaan apa ini kenapa dari tadi gue kayak pembantu dirumah ini, aghhh!! sial gue ini calon nyonya kenzo kenapa diperlakukan kayak gini si'' batin'nya
mereka pun mulai membereskan kerusakan-kerusakan di kebun itu hingga memakan waktu berjam jam tanpa protes dari Keisha hingga kebun pun bersi dan akhirnya mereka mulai memanen
__ADS_1
''momy tolong aku, aku kepanasan badan ku terbakar bahkan selama hidup baru kali ini gue bersi bersi kayak gini apa lagi harus panen, iyuwww jijik banget gue tapi it's okey demi derajat gue ya gak apa apa la'' batin'nya yang masih saja menggerutu
''kei kamu cabutin tomat aja ya mama bakal ambilin cabai'' pungkasnya
kei pun mulai memanen tomat hingga semua'nya terselesaikan dengan cepat
''uda ma'' papar'nya sambil membawa keranjang berisikan tomat kepada senja
''ya ampun Keisha kenapa kayak gini'' sunggut Keisha sedikit kesal namun sebisa'nya ia tutupi
''emank kenapa ma'' sahut'nya tanpa merasa bersalah
''kan tadi mama suruh kei ambil tomat yaudah ini kei Uda ambil semua'nya'' lanjut'nya
''maksud mama yang Uda matang aja di ambil ini Kan masih mentah'' ujar'nya sambil memegang tomat yang masih warna kuning yang menandakan buah tomat setengah matang, dan warna hijau ketika buah tomat mentah
BERSAMBUNG
__ADS_1
πππππ