
suara alarm membangunkan Ken dari tidurnya menyuruhnya untuk segera menghindar dari bantal masing-masing, sinar Lampu terlihat jelas kini sudah terang menerang Ken yang merasakan matanya seolah ada yang menyinari ia segera membuka matanya, ia mulai menggosok matanya menetralkan pandangannya walaupun kini belum terbuka jelas.
saat ia meraba area sebelahnya ia tak dapat menyentuh tubuh seseorang hingga ia pun harus memperjelas pandangannya namun masih sama tak ada juga tari disebelahnya, ia pun beranjak menyandarkan tubuhnya pada sandaran kasur untuk menghilangkan kantuknya terlebih dahulu.
namun belum ia beranjak ternyata handle pintu terbuka lebih dulu dengan munculnya tari dengan wajah yang sudah segar sambil menenteng segelas teh susu kesukaan ken.
''minum tehnya dulu, abis itu mandi'' perintah tari dan dengan cepat Ken menyambar teh
''mandinya nanti aja yank sekalian, mending kita produksi baby habis itu baru mandi'' ucap Ken dan dapat pelototan dari tari entah dari mana tari bisa melakukan hal itu
''mandi cepeta sebentar lagi adzan'' ucap tari dengan nada tegasnya dan langsung Ken pun menurut
kini mereka telah usai sholat Ken pun beralih mencium dahi tari begitupun pun dengan tari ia pula mencium punggung tangan Ken sebagai suami istri yang baik
''yank main yukk'' sungguh Ken setelah tari kini membereskan alat sholat mereka
''ihhh masih subuh tau'' sunggut tari yang heran dengan suaminya seakan tak ada kata puas untuk bergelut di atas ranjang nya
''plisss'' ucapnya dan langsung mengendong tari ke ranjang dan segera melancarkan aksinya, sedangkan tari ia hanya bisa pasrah tidak mungkin bisa untuk ia menolak.
baru akan membuka pakaian tari karena mulut itu tak bisa diam dan selalu menyusuri setiap inci, namun kini sebuah gedoran merusak suasana romantis yang sedang dibuat Ken
''ahh shitt'' umpat Ken kesal
''sebentar'' imbuh tari yang memasang wajah sedih seakan ia juga tak ingin ada yang menganggu, namun berbeda jauh dengan hatinya yang kini sedang bersorak kegirangan karena gedoran itu telah menyelamatkan ia.
tari pun akhirnya langsung keluar kamar karena ia akan melanjutkan acara memasaknya ia memang sedang memasak namun ia hentikan karena akan sholat terlebih dahulu, setelah ia membenahi pakaiannya yang hampir saja kusut akibat Ken dan langsung bergegas ke dapur
πππππ
kini di negara tetangga sama seperti apa yang dialami Ken yakni kekesalan walaupun berbeda masalah namun laki laki itu tetap saja marah bahkan siapapun yang berani menampakkan dirinya didepannya akan mendapatkan amukan darinya.
setelah mendengar kabar yang sangat menyakitkan itu ia langsung marah besar bukan karena ia menyukai wanita itu, namun ia ingin laki laki yang baru saja beristri itu merasakan hal yang sama seperti apa yang ia alami dahulu.
ruangan yang awalnya bersih nan rapi itu kini sudah seperti kapal pecah akibat kemarahannya yang selalu tak bisa terkontrol ia membanting semua yang berada didepannya.
__ADS_1
''akhhh Kenzo kau belum Merasakan apa yang kurasakan, kau belum tau rasanya sakit ditinggal orang yang kita sayangi, kenapa.. kenapa aku tak mendapatkan berita apa pun tentang pernikahan itu'' erang laki laki itu yang tak lain adalah Daniel
''baikla karena kau memilih jalan lebih cepat, sama seperti aku yang akan memilih jalan pintas pula agar cepat sampai'' sergah Daniel sambil menampilkan seringai jahatnya
''kesini sekarang juga'' pinta Daniel melalui sambungan telepon
''permisi tuan'' seloroh orang yang baru saja datang itu
mereka pun duduk berhadapan berbincang panjang lebar antah apa yang mereka bicarakan diruangan itu, tak ada yang apa yang mereka rencanakan bahkan orang yang ditargetkan pun tak diketahui
lama mereka berbincang hingga akhirnya mereka pun memiliki jalan yang sama seperti dipilih oleh Ken.
''baikla saya permisi tuan, dan siang ini saya akan memberi tahu mereka'' ujar orang itu yang tak lain adalah asisten pribadi Daniel
πππππ
''asalamualaikum semua''
''waalaikumsalam'' jawab orang yang sedang duduk dimeja makan itu serempak
''ngapain kalian kesini'' sunggut Ken dengan mata yang membesar dan langsung teringat dua kotak kecil pemberian dua orang ini
''buset pms ya'' jawab Leo tanpa segan segan
''yaelah Ken masak temen sendiri dijulitin kek gitu sihh'' jawab Rey terus memasukkan nasi ke mulutnya tanpa henti
''yaudah mama anter kalian tempat najwa Shihab ya supaya kalian bisa debat'' imbuh senja
''mama di tempat najwa Shihab juga bukan tempat debat disitu tempat cari solusi'' jawab bintang dengan kepolosannya
''hem.. kak Ariel tumben diem'' ucap Ken yang sengaja mengerja'i balik Gabriel, sedangkan Gabriel seolah tuli ia hanya memainkan ponselnya tanpa memperhatikan apa pun perbincangan mereka bahkan ia pun tak ingin menoleh saat dua orang itu datang karena ia tau itu adalah kedua sahabat adiknya.
''mending kita makan aja ya'' balas senja yang tau jika anak perempuannya akan terpojokkan.
mereka pun akhirnya makan tanpa adanya perbincangan lagi, hanya dentingan sendok dan garpu yang saling bersahutan, sedangkan Gabriel ia pergi lebih dulu entah kapan ia menghabiskan makanannya, namun ia terlihat bosen dimeja makan.
__ADS_1
tak lama kemudian akhirnya mereka semua usai makan, sedangkan keempat laki laki sekarang sedang berada di depan PS.
''kakak Lo kenapa masuk tiba tiba Ken, perasaan dia belum makan ya'' ujar Rey bertanya pada Ken sedangkan matanya melirik ke arah Leo.
''ouh iya Ariel kapan berangkat lagi'' tambah Rey lagi karena pertanyaan awalnya hanya dijawab dengan bahu yang mengangkat.
''habis mama gue ultah paling'' balas Ken dengan mata yang tetap fokus.
''mama ultah kaya biasa kan?'' tanya Rey lagi dibalas deheman oleh Ken
''mama senja ultah 10 hari lagi berarti gak lama itu Gabi juga bakal chek out, tapi bodo la yang penting gue bisa ajak si Amel kesini, dia harus dampingin gue''
*
*
*
*
*
Hay Hay reader jangan lupa like coment follow and vote aku ya supaya halu ku semakin lancarπ
mkci semua β€οΈ
Jangan lupa hadiahnya ya hehe:(π
π£οΈ follow Ig: @ptr_drwni
Tik tok: @ptr.drwni
mampir juga ke novel aku yang satu nya (one night in the bar)
BERSAMBUNG
__ADS_1