
"Hi everyone, my name is Mentari, Assistant President Director of Wijaya Putra Company" (hay semuanya perkenalkan nama saya mentari asisten dari presdir perusahaan wijaya putra)
ujarnya dalam berbahasa inggris
ken yang mendengar penuturan mentari dalam berbahasa inggris cukup kaget pasalnya ia mengira jika mentari hanya anak sekolah biasa yang tak bisa apa apa bahkan ia menyuruh mentari mengerjakan tumpukan berkas sebelumnya itu hanya untuk menbuat mentari kesal dan berakhir dengan pengunduran diri tapi di satu sisi ia juga bangga dengan mentari walaupun hanya tamatan SMK ia bisa menyelesaikan nya dengan benar dan tepat waktu bahkan saat ini ken pun melihat bagaimana lancarnya mentari berkata dalam bahasa inggris
''nice to meet you mentari'' (senang berkenalan dengan anda mentari)
''wow sir ken looks like you didn't choose the wrong assistant'' (wow pak ken sepertinya kamu tidak salah pilih asisten)
''wow you are so beautiful'' (wow kamu sangat cantik) ujar laki'' dari myanmar
mendengar sapaan bahkan pujian dari rekan bisnis membuat mentari tersipu malu dan sedikit tersenyum tipis dibibir'nya, ken yang melihat mentari seperti suka di puji pun merasa aneh
''heeem'' deheman keras yang berasal dari ken pun membuat rekannya melihatnya langsung
''ok, can we all sit down or don't you feel sore if you stand and greet each other'' (baiklah, apa kita semua boleh duduk, apa kalian tidak pegal jika berdiri terus dan saling menyapa) ucap ken yang mempersilah kan semua orang duduk setelah menyambutnya
mereka semua pun duduk dan mulai memasang telinga mendengarkan presentasi dari pembisnis asal L****aos dan saling mengajukan pertanyaan bahkan pendapat, meeting itu hanya didatangi oleh setiap negara ASEAN saja dan negara tertinggi di setiap negaranya sebagai perwakilan datang ke lndonesia..
__ADS_1
meeting pun telah usai mereka semua saling berbincang dan menikmati beberapa makanan yang telah disediakan dari restaurant dan sekarang bersiap untuk pulang ke arah masing masing
"hay mentari, hay ken'' ujar laki laki dari myanmar menyapa
''hallo mr.'' ujar mentari tetap menggunakan bahasanya sedangkan ken hanya berdehem
''hemm kita bicara dalam bahasa indo saja perkenalkan nama ku daniel''
''hem baikla aku mentari''
''boleh aku minta nomor ponselmu''ujar daniel
''jika suatu saat aku ingin bicara dengan ken jadi bisa menghubungi mu, karna ya mungkin kau taula ken tidak suka ditelpon dan sering ia wakilkan pada asistennya ''
''rey masih bekerja sebagai asisten dengan ku jadi kau bisa menghubunginya'' ujar ken datar terus berjalan
''jika rey libur kan aku masih butuh sekretaris mu ini'' ujarnya kembali
''baikla 08123456**** itu nomornya'' jawab ken menyebutkan nomor mentari
__ADS_1
''terima kasih ken kau memang teman terbaik ku, baikla aku permisi'' ucap daniel lalu pergi meninggalkan
mobil pun melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan jakarta dengan bunyi klakson yang saling besahutan dari para pengemudi dan mobil yang hanya ditumpangi oleh dua orang itu mulai membuka suara
''ya tuhan jadi nomor tadi itu nomor pelayan yang berada di paviliun'' ujarnya membuka suara ditengah tertawanya
''ya''
''tapi kenapa kau menyimpannya, atau jangan jangan kau menyukainya oh tuhan kulkas sepertimu ternyata menyukai gadis yang setara dengan ku'' ujarnya kemai di sela tawa yang tak ada hentinya
''hehh kaca dengar ya itu list mereka semua mulai dari nama sampai tanggal lahir, asal kota, semua identitas mereka tersimpan di file ku''
''oyaaa kau pikir aku percaya, kulkas-kulkas ku kira kau menyukai gadis cantik modis pendidikan tinggi tapi, oo lihatla kulkas arogant ini seleranya sangat indah'' ucapnya tetap tertawa'
''ingat aku sudah punya pacar dan selera ku juga tinggi tidak seperti mu ataupun pelayan di paviliun''
''cihhh sombong sekali'' ucapnya lalu terdiam
BERSAMBUNG
__ADS_1
πππππ