Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya

Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya
hasil hamil


__ADS_3

kini dokter keluarga mereka pun telah datang dengan stetoskop yang mengantung dileher dan kotak merah bertuliskan P3K ditangannya.


''baikla aku akan memeriksa adik ipar ku dulu'' ucap laki laki tampan tersebut yang tak lain adalah dokter Casanova


''enak aja!! kan uda gue bilang Bawak dokter cewek juga'' cecar Ken sembari berkacak pinggang


''cihh posesif, tenang aja gue udah bawa dokter nya kok'' ujarnya langsung mengucapkan kata ''masuk'' dan masuklah dokter cantik disana


dokter wanita itu terus memeriksa tari mulai dari mengecek suhu, denyut nadi hingga meneliti detak jantung tari yang ternyata biasa saja.


wanita berjas putih itu pula sedikit risih untuk memeriksa tari karena begitu banyak larangan dari Ken untuk tidak terlalu jauh memeriksa sang istri.


''hey apa lagi yang kau lakukan'' sergah Ken dengan nada kerasnya


''aku hanya ingin memeriksa perutnya pak ken, bukan kah tadi bapak menduga istri anda hamil, dan sekarang saya akan memastikannya'' jelas wanita yang sudah terlihat memasuki kawasan paru baya itu


''yank!! stop periksanya, atau kamu diem'' ujar tari yang kewalahan akan sikap posesif Ken


''lanjutin aja periksanya dok'' ucap Ken tersenyum manis mengharap tari


Leo hanya bisa tersenyum melihat Ken yang sepertinya takut istri itu dan ini akan menjadi kartu baginya, sedari tadi Leo hanya bisa menunggu di sofa yang membelakangi kasur tari karena itu adalah perintah dari Ken ia tak ingin jika Leo melihat tubuh tari yang molek baginya.


begitupun dengan senja ia terus menahan tawanya agar tak menggelegar karena melihat sang anak yang dulunya sangat julit terhadap tari dan sekarang malah tunduk.

__ADS_1


''sepertinya nona Ken hanya masuk angin biasa'' jelas wanita berjas putih


Ken dan senja yang mendengarnya ucapan sang dokter pun nampak sedih karena keduanya sudah menantikan penerus Wijaya putra.


ingin sekali Ken mengatakan jika dokter itu salah dan tidak bisa memeriksa tari namun ia urungkan karena mungkin mereka masih diberi waktu oleh yang kuasa untuk berdua dahulu, dan juga ia takut mengatakan itu ia takut jika tari akan memikirkan apa yang ia ucapka.


''hahh!!! ehmm Baikla anda bisa keluar'' ucap Ken mempersilakan dokter itu untuk angkat kaki dari kamarnya


''dan ya pak dokter anda juga bisa keluar'' usir Ken segera menyeret Leo agar keluar dari kamarnya


''ayolah adik ipar kau tidak boleh terlalu angkuh pada kakak ipar yang paling tampan ini'' jawan Leo sambil membenarkan rambutnya dengan jari jari manisnya


''cihh'' Ken hanya berdecih dan langsung mendorong Leo namun sangat sulit karena kekuatan keduanya seimbang


''yasudah ayo sayang kita keluar'' ucap senja merangkul pinggang calon mantunya itu dengan lembut


''yank kamu kecewa ya'' tanya tari lembut sambil mendongakkan kepalanya kepada Ken


''kecewa?''


''iya kamu kecewa kan karena aku belum juga hamil'' ucap tari dengan sendu


''no..aku gak kecewa yank lagian kita juga belum lama nikah, bahkan aku bahagia karena kalau kamu hamil aku gak bisa tempur kamu terus kayak sekarang'' kilah Ken sambil menyeringai meyakinkan agar istri imutnya itu percaya

__ADS_1


''ihh orang lagi sakit juga masih aja pikirannya mesum'' ucap tari sambil mencubit roti sobek Ken dengan gemas


''tapi kamu suka kan buktinya kamu sering bilang 'lagi yank' 'cepet dong' 'akh lama sini aku yang mimpin' '' ucap Ken sambil menirukan gaya tari


''ihh ngeselin banget sihh'' ucap tari langsung beranjak dan menggelitik perut Ken


*


*


*


*


*


Hay Hay reader jangan lupa like coment follow and vote aku ya supaya halu ku semakin lancar😘


mkci semua ❤️


Jangan lupa hadiahnya ya hehe:(💖


🗣️ follow Ig: @ptr_drwni

__ADS_1


Tik tok: @ptr.drwni


mampir juga ke novel aku yang satu nya (


__ADS_2