
''maksud mama yang Uda matang aja di ambil ini Kan masih mentah'' ujar'nya sambil memegang tomat yang masih warna kuning yang menandakan buah tomat setengah matang, dan warna hijau ketika buah tomat mentah
''ini kan Udah Mateng semua ma'' kekeh'nya masi dengan pendirian'nya
''ya'ampun kei jadi kamu gak bisa beda'in mana yang masak sama yang mentah''
''kei bisa beda'in ma'' ucap'nya masih dengan kepercayaan diri'nya
''yaudah yaudah kita balik ke mansion Lagi aja'' kesal senja karna ia tau watak seseorang seperti Keisha, ia lebih memilih mengalah dari pada harus melanjutkan perdebatan yang tak kunjung usai karna Lawan'nya berbicara wanita yang berpegang teguh akan pendirian dan tak akan goyah walaupun salah sekalipun
mereka pun kembali ke mansion bersama sama namun senja masih saja memasang wajah datar akibat kekesalan'nya ia sangat mencintai setiap kebun maupun taman nya ia selalu mengoleksi macam macam Bunga buah dan pupuk yang harga fantastis agar dapat hasil yang setimpal namun dengan mudahnya Keisha merusak tomat yang ia beli dari Amerika serikat yang pertama kali tumbuh di Peru dengan nama latinnya solanum licopersicum diangkut dari Meksiko tomat yang bagi'nya susah paya ia raih
karna tak enak hati selalu diasingkan akhir'nya Keisha memutuskan untuk pulang yang kebetulan waktu sudah menunjukan akan terbenam'nya matahari, namun ia masih saja merasa apa yang ia lakukan benar justru senja la yang salah dalam masalah pemanenan Tomat itu
''hemm'' ia mulai berdehem memecah keheningan karna Ken lebih fokus terhadap handphone'nya sedangkan Keisha membaca novel'nya tanpa memperdulikan ia
__ADS_1
''ma, Ken aku pamit dulu ya soal'nya Uda mau magrib'' lanjut'nya kemudiaan lalu berdiri dan menyalami senja
''kamu gak nganterin pacar kamu Ken'' ujar'nya yang melihat Keisha telah menghilang dari balik pintu utama
''enggak ma dia bawak mobil sendiri, ouuu iya ma kok habis keliling mansion mama jadi cuekin dia'' ujar'nya penasaran melihat tingkah sang mama yang mendatar seketika
''tomat mama rusak ken gara gara pacar kamu kata nya dia pandai berkebun tapi hasilnya apa, dia cabut tomat mama yang masih hijau juga'' adunya pada sang anak tercinta namun sang anak hanya mengangguk kepala'nya tanpa mau menjawab maupun bertanggung jawab
''kok kamu diem aja si gak ada tanggung jawab'nya sama sekali atas kesalahan pacar kamu'' imbuhnya kembali
'' tau ahh pusing kepala mama'' ucap'nya lalu beranjak dan langsung menuju kamar'nya
πππππ
''ken besok ada meeting dengan tuan Xiong Lang untuk peresmian kapal pesiar'' ucap asisten atau sahabatnya Rey dari balik telpon
__ADS_1
''baikla''
''jangan lupa Ken berkas berkas peresmian'nya juga dibawa ke kantor''
''iyaaa gue tau bawel amat si lo'' sunggut'nya
''yaela gue kan cuma ngin....''
Tut Tut Tut telpon pun terputus
''dasar!! Untung aja sahabat kalok enggak udah gue kasih Lo ke kandang ayam eehh kok ayam si nggak serem amat'' ia pun mulai berpikir kembali dan ''yah kandang macan delicious'' ujar'nya tersenyum kegirangan
di kediaman Wijaya putra tampak seorang remaja laki laki sedang mencari sesuatu ia mulai mebuka setiap laci dinakas'nya, laci di meja tv, bahkan laci lemari dan setiap tempat dikamar' Nya
''aduh dimana ya kok aku lupa, sandinya juga Uda di ubah mama gak mungkin kan aku minta sandinya ke mama bisa bisa mama curiga lagi kalau kuncinya ilang'' ucap'nya frustasi sambil melihat setiap inci isi kamar'nya dan mencari ide yang tepat
__ADS_1
''kalo gue minta bantu tari dia mau gak ya, ah tapi masak iya harus minta bantu dia bisa bisa makin gede tu kepala'' ujar'nya sambil bolak-balik di depan spring bed nya memikirkan hal yang tepat untuk mendapatkan sandi brankas