Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya

Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya
kesialan Keisha 1


__ADS_3

''tapi partner masa depan'' ucap'nya tersenyum kikuk lalu mendudukan diri disofa indah nan empuk itu


mereka pun duduk di'sofa itu sambil menyantap cemilan yang sudah di sediakan sambil mengobrol dan sesekali tertawa namun tidak dengan Keisha ia masih saja dilanda rasa penasaran'nya akan ucapan yang dikatakan senja


''wah uda siang ya gimana kalau kita lunch terus kita ke mall sama sama'' ucap senja sembari memperhatikan jam dinding yang terpajang di tembok dan langsung berdiri diikut oleh ketiga tremaja itu


ketika sudah di depan meja makan betapa terkejut'nya mereka terhadap meja makan itu tak ada hidangan apa pun yang di' sediakan


''will'' Panggil senja kepada kepala pelayan dirumah itu


''ada apa nyonya'' ucap Will sopan sembari menunduk'kan kepala'nya


''mengapa tak ada hidangan disini!!"ucap'nya sedikit membentak namun batin'nya berkata ''ouh Will semoga saja kau tak tersinggung akan ucapan ku''


''maaf nyonya'' hanya itu kata kata yang keluar dari mulut'nya


''pergilah!!" ucap'nya dengan wajah tertekuk namun hati'nya tertawa lepas ''senja kau memang paling hebat dan misi pertama pun good job''

__ADS_1


''baikla kita bagi tugas, tari kamu kerjakan tugas mu dulu, Ken kamu duduk santai aja dan Keisha kamu masak sama mama ya'' ucap'nya tersenyum semanis mungkin dan mereka pun langsung mengikuti instruksi dari senja


''huhhh pelayan disini seperti tuan rumah saja sedangkan tuan rumah seperti pelayan'' sunggut'nya kesal dalam hati


''hemm sayang seenaknya kita mau masak apa ya?'' tanya nya pada Keisha


''keisha ikut mama aja'' ujar'nya tersenyum semanis mungkin


''baikla kita masak sup ayam, rendang daging, sambal asem, gimana kamu mau?'' ucap'nya dibalas anggukan oleh Keisha


''kamu siapin semua bumbu'nya ya dipisah dalam mangkuk'' ucap'nya


''setiap bumbu kamu pisahin dalam mangkuk masing masing'' ujar'nya dibalas anggukan oleh Keisha namun sebenarnya hati'nya sedang kebingungan


''bagaimana ini aku tidak tau bumbunya ou Tuhan beri aku kecerdasan kali ini saja'' batin'nya


10 manit'an sudah mereka berkutat di dapur sedangkan senja permisi ke toilet untuk buang air besar entahlah kebetulan atau hanya alasan semata'nya untuk pergi meninggalkan Keisha, sedangkan Keisha masih bingung dengan racikan'nya hingga akhir'nya ia memasukan alat alat yang berasal dari handphone'nya entah dari mana ia mendapat'nya namun sepertinya dari teman sebaya nya

__ADS_1


''hay kei udah racikan'nya'' tanya senja yang baru saja datang


''udah ma'' ucap'nya bangga


''ini'' ucap senja memperhatikan bumbu'nya


''iya ma''


''ini salah sayang'' ucap'nya memberi tahu secara halus


''kok bisa ma'' ucap'nya kebingungan


''he yang harus bilang gitu kan mama sayang'' ujar'nya tersenyum kikuk


''baikla kalau gitu kita masak bareng ya'' ujar'nya halus karna ia merasa kasihan pada Keisha belum lagi tugas yang akan ia kerjakan sesudah memasak


sejujurnya ia ingin mengerjai'nya habis habis'an mengingat akan rencana busuk Keisha namun disatu sisi ia juga memiliki kebaikan yang tak tahan melihat orang kesusahan

__ADS_1


''iya ma'' jawab'nya sedikit malu belum lagi jawaban'nya tadi dengan nada kebanggaan yang ia miliki


Bersambung


__ADS_2