Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya

Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya
promo "hello mr neighbour"


__ADS_3

REVITA ATHATI Horowitz, seorang gadis kecil mungil berumur delapan tahun tinggal di perkomplekan elit.


anak angkat dari Leonard Horowitz dan viona Horowitz memiliki kakak angkat yang amat sangat menyayanginya yaitu varrel Horowitz.


Revita atau di bisa dipanggil rere adalah gadis yang ditemukan oleh varrel dimasjid tak jauh dari jalan perkomplekan nya saat ia sedang melakukan shalat subuh.


varrel anak tunggal yang saat itu sedang menginjak usia 18 tahun Sangat tertarik hatinya ketika melihat bayi kecil yang menangis di depan masjid dan ia pun membawa bayi itu kerumahnya atas izin ustadz dan para warga yang menyaksikan.


gadis kecil yang memiliki otak cemerlang membuat ia menjadi murid yang berprestasi di sekolahnya yang sekarang telah menginjak kelas tiga sd.


kini gadis itu sedang asik bermain di taman bersama sang kakak, walaupun rere tau ia hanya anak angkat namun hidupnya bak seorang putri raja tak pernah sesekali ia merasakan sedih kecuali jika memikirkan keluarga kandungnya terutama sang ibu yang rela membuangnya.


asik saling mengoper bola seolah taman milik keduanya sampai tak peduli dengan kenyamanan orang lain.


"yeayyy gol, kakak kalah lagi wleee" ucap rere sambil menjulurkan lidahnya ke arah varrel yang sekarang seolah-olah sedang menjadi kipper


"yahhh" desah varrel seolah pasrah "ya udah kita minum dulu yuk, kakak capek nih" ujarnya sembari merentangkan tangannya untuk menggapai tangan sang adik.


lama duduk dan berbincang-bincang sambil tertawa bahkan terkadang varrel gemas dengan sang adik hingga iya pun menggelitik'i nya.


dan tak kama kemudian varrel pun izin bangkit untuk membeli minuman karena mereka tak membawa apa pun kecuali bola.


Rere yang tak melihat bola didekat nya mulai menajamkan mata untuk mencari setelah ia lihat ternyata bola sudah menggelinding ke dekat sebuah kursi besi yang sedang di duduki seorang remaja pria.


"kenapa kamu sendirian" sapa rere setelah mengambil bola "perkenalkan aku rere, kamu baru ya tinggal disini soalnya aku tidak pernah melihat mu, kenapa tidak ada yang mendampingi mu, kata mama papa dan kakak anak kecil dilarang keluar tanpa pengawasan orang dewasa, oh iya wajah mu kenapa kaku? apa kau habis operasi pipi makanya tidak bisa digerakkan seperti artis artis yang ada di tivi, tapi tunggu kamu kan tidak memakai pembalut yang putih untuk pipi itu ya, astaga aku lupa siapa nam..." cerocos rere seperti ibu ibu tanpa henti dan ia pun terpaksa berhenti karena kata-katanya sudah lebih dulu di potong laki laki disebelahnya


"berobatlah sebelum tambah parah" ujarnya lantas pergi begitu saja


rere yang mendengar ucapan laki-laki itu hanya bisa mengerucutkan bibirnya "issh kan aku tidak sakit"


"loh loh adik, kakak kenapa manyun gitu" tanya varrel sambil menyerahkan air mineral

__ADS_1


"tadi ada anak laki-laki yang menyuruh ku berobat kak padahal aku tidak sakit" adu nya


"ya udah gak apa-apa nanti kakak pukul


dia, yaudah kita pulang yuk" ucapnya siap mengendong rere


"hahhh jangannnn kak" cegah rere sembari merengek


"kenapa? oow kamu naksir dia ya?" tebar varrel bercanda


"aku masih kecil kak" ucapnya polos


"iya iya"


mereka pulang menggunakan sepeda listrik


setelah sampai dirumah keduanya langsung menghadap orang tua yang sedang duduk di ruang keluarga sembari menikmati cemilan.


''hihihi gelik ma" jawab rere sambil menggelinjang di atas pangkuan sang ibu karena kegelian


"ya udah mama mandiin yuk"


"ayok!!!" imbuhnya"dada papa, kakak" sambil menciumi pipi dua laki laki beda generasi itu


"dada sayang" sanggah leo membalas ciuman sang anak


"byeee cantiknya kakak" jawab varrel juga


"let's gooo" ucap kedua wanita itu segera meninggalkan ruang keluarga


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

__ADS_1


Di hari weekend seperti ini banyak khalayak yang sedang berjalan kaki, joging bahkan ada juga yang bersepeda sama seperti anak kecil laki laki yang sedang bersemangat mengayuh sepedanya dengan tas jinjing di punggungnya.


Laki laki dewasa tadi ialah rexi Roberto Tevez pria berumur 18 tahun yang sekarang sedang menempuh pendidikan kelas dua belas di smk swasta nomor 1


Ialah anak sulung dari arya Carlos Tevez dan Kiehl tevez Anderson (kiki) [Anderson marga dari keluarga Kiehl/kiki]. Sedangkan saudaranya adalah seorang perempuan berumur 21 tahun yakni Tasya shavana Tevez


Rexi remaja yang berwajah datar bahkan tak ada senyum sedikit pun sebagai tanda menyapa para penghuni komplek nya.


Ya rexi adalah remaja laki-laki yang bertemu dengan rere ketika di taman tadi, remaja yang hanya berteman dengan macam-macam buku ketika ia dimanapun.


Kini remaja itu telah berada di tepi kolam renang kembali melanjutkan membaca buku yang sebelumnya sempat tertunda oleh sedikit kebisingan seorang anak kecil yang datang tak tau dari mana dan bahkan tak tau siapa.


"Tuan Rexi ini minum nya" sapa salah satu pelayan dirumahnya


"Hem" gumamnya kecil tak tau di dengar atau tidak oleh pelayan itu


"Em tuan juga dipanggil nyonya ke ruang makan" lanjut pelayan itu lagi


Setelah mendengar perintah sang ibu memanggilnya ia pun langsung bergegas pergi tanpa menyahuti ucapan sang pelayan, ia tau kenapa ibunya memanggil, itu karena ia keluar rumah tanpa sarapan.


"rexi harus berapa kali mama bilang kalau keluar rumah sarapan lah dulu'' cecar ibu nya langsung ketika melihat sang anak mendekatinya


''iya ma" jawab nya singkat langsung makan, makanan yang sudah disiapkan sang ibu.


"sebentar lagi kita jemput kak Tasya ke bandara, jadi habis makan kamu langsung aja siap siap ya" titah kiki kepada sang anak yang sedang tekun makan, dan hanya dibalas anggukan oleh rexi..


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


jangan lupa tinggalin jejak kalian ya👣


follow ig: p_mldwi

__ADS_1


novel ini ikut lomba guysss jadi kasih nilai positifnya ya


__ADS_2