
"astaga ken tujuan lo aneh tau gak lagian masa iya lo kalah talak sama si tari sihh"
''tau ahh lagian lo kalau cari cewek yang cantik modis sempurna ya sesuai selera gue la jadi walaupun nyokap suka gak apa apa'' ucap ken
''mana gue tau selera lo, lo kan manusia teraneh''
''udah udah, pokonya lo harus bawa tu cewek ke mansion gue siang ini, kalau sampai gak bisa siap siap out dari perusahaan'' ancam ken. namun dibalik ancaman nya ia juga tidak mau kalau sampai rey mengundurkan diri karna ia juga akan kesusahan sendiri
''aela mentang ada tari sekretarus lo jadi bel..'' ucapan nya bergantung diudara menandakan sang lawan bicara telah memutuskan telpon secara sepihak.
tutt
tutt
senja pun sibuk mengurus sesuatu sendiri'an namun entah apa yang ia rencanakan untuk sang calon menantu pilihan sang anak tunggal, ia sibuk berkutat didapur mengabsen setiap kelengkapan dapur lalu jika tidak ada ia akan menyuru sang pelayan langsung menuju super market untuk membeli yang tidak ada
__ADS_1
ketika sudah berakhir ia juga langsung menuju taman dan melihat tukang kebun sedang menyapu halaman bunga yang sangat ia cintai dengan telaten dan hati hati
''pagi pak, sudah sarapan'' ucap senja sopan pada pria tukang kebun itu
''ehh ada nyonya, alhamdullilah sudah'' ucap'nya tak kala sopan dengan kepala yang tertunduk
''pak nyapu nya udahin aja ya, daun daun yang udah disapu tadi hamburin lagi aja ya'' ucap'nya santai namun tidak dengan bapak tukang kebun karna ketika mendengar penuturan sang tuan rumah ia langsung mengernyit'kan dahi'nya menandakan kebingungan
''udah pak nurut aja ya, saya permisi dulu pak'' ucap'nya berlalu dan langsung menuju kamar'nya dengan melihat kondisi kamar yang rapi ia pun memiliki ide kembali, ia langsung mengobrak abrik kamar itu, ia menjatuhkan laci yang berdiri tegak di dekat tv nya ''uhh pelan pelan kamu tidak boleh lecet maupun pecah okey'' ucapnya sambil menjatuhkan laci dengan sangat pelan setelah semua selesai ia langsumg tersenyum smirk ''perfect pasti dia akan menyukai'nya'' gumam'nya melihat seisi kamar itu layak'nya kapal pecah, tak lama kemudian suara panggilan ken pun terdengar di telinga'nya
''kamu ngapain teriak si gue lagi banyak tugas gak usa berisik budek kuping gue dengar'nya, lo tau nggak si suara lo tu cempreeeng banget'' ujar'nya kesel karna merasa terganggu
''gak usa lebay, lagian gue gak ada ngasi lo tugas apa apa'' ucap'nya datar
''sayang gak boleh gitu dong sama adik sendiri'' ucap keisha sambil mengelus lengan ken sebagai tanda penenang
__ADS_1
''adikk'' ucap kedua'nya kompak dengan nada setengah berteriak
''kalian tu kenapa ribut-ribut si'' sunggut senja sambil berjalan menuju arah ketiga remaja itu
''ini ma ken sama adik'nya debat'' ucap keisha sambil menyalim punggung tangan senja
''mereka bukan saudara sayang tapi..'' senja tak mau lagi melanjutkan perkataan'nya
''tapi apa ma''ujar keisha penasaran sama seperti ken dan juga tari
''tapi partner masa depan'' ucap'nya tersenyum kikuk lalu mendudukan diri disofa indah nan empuk itu
BERSAMBUNG
πππππ
__ADS_1