
''perusahaan? IT?'' tanya Ken kebingungan ia tau sekarang banyak orang yang mengaku ngaku memiliki jabatan tinggi ternyata itu bohong apalagi sekarang dengan tugas IT baginya itu hanyalah sebuah lelucon sedangkan ia melihat ana kemarin ia juga tidak yakin ia mampu mengendalikan program IT
''katanya sih begitu aku juga tidak yakin ana mampu, aku juga yakin orang itu cuma mau membohongi ana'' jawab tari jujur dari dalam hatinya, apalagi orang itu hanya ana kenal melalui telpon tanpa tau identitas yang sebenarnya
''mending kamu cegah dulu temen kamu, takut nya entar malah ditipu lagi''ucap Ken memberi peringatan'tan, namun untuk keputusan terserah pada ana ia takut jika nanti akan terkena kesalahan jika terlalu ikut campur
''ya kemarin juga Uda sempet di cegah si tapi ana nya kekeh banget ya Uda turutin aja''
kini tak ada yang berbicara suasana seketika hening entah karena mereka menikmati pemandangan atau karena masih canggung untuk berbicara kembali atas apa yang mereka utarakan ketika di pesawat, hanya suara angin dan kendaraan yang berlalu lalang yang mereka dengar, bunga yang berjatuhan menambah pemandangan itu menjadi lebih indah dan menarik
''pakailah'' ucap Ken memberi jaket tebalnya pada tari
''terimakasih, emm Ken aku kembali ke kamar dulu ya'' ucap tari sambil berdiri dari duduknya dan diangguki Ken lalu Ken pun ikut mengantar tari hingga depan pintu kamarnya
ruangan itu terlihat sepi tak ada lagi suara yang ia dengar karna sekarang ia lebih memilih duduk di tempat tidur nya
''bagaimana cara ku menaklukkan hati tari, apa tari juga menyukai ku'' gumam'nya
''tapi jika tari tidak menyukai ku apa aku harus menyerah''
''tapi sekarang Daniel juga ingin mendekati tari aku yakin itu hanya perasaan dendam'nya pada ku dulu, karna ia tau tari sedang berada dikawasan ku maka itu ia ingin membalas kan ke tari'' kini pikiran ken benar benar kacau bukan karena ia memikirkan kapal-nya yang akan diresmikan, namun ia takut jika tari lebih memilih Daniel sedangkan Daniel hanya ingin memanfaatkan ia untuk balas dendam, lama ia melamun memikirkan semua itu dan kini ia tersadar kan karena suara telpon
''hallo'' ucap ken lembut seakan ia tau siapa wanita yang menelpon' nya
''ken aku akan pulang nanti, dan ku harap kau yang akan menjemput ku'' ucap wanita itu yang entah berasal dari mana
''tapi sekarang aku ada di Jepang''
''aku tau kau dijepang lagi pula bukan sekarang tapi saat kau sudah ke indo kembali''
''baikla, mungkin 2 atau 3 hari lagi aku pulang besok malam peresmian'nya''
''jika kau ingin pulang kabari saja aku, aku akan berangkat saat kau ingin berangkat''
''baikla kalau begitu aku mau tidur dulu bye cantik'' ucap Ken lalu ia menutup sambungan telpon
__ADS_1
🍭🍭🍭🍭🍭
cahaya matahari yang masuk dari gorden sangat menyelusup ke pori pori hingga membuat ku perlahan membuka mata ku akibat gorden yang dipakai hanyalah sehelai gorden vitras, aku masi berbaring di atas kasur untuk mengumpulkan seluruh nyawa ku yang belum full, lalu akhirnya aku menyiapkan seluruh pakaian yang akan aku kenakan hari ini, membersih badan ku dengan memasukkan tubuh ku kedalam bathtub yang air'nya sedikit hangat
saat ini aku sedang duduk di balkon melihat apa yang Ken lihat seperti malam tadi namun ada sedikit perbedaan, pagi hari ini sangat indah jalanan kini dipenuhi oleh jatuhnya bunga kejora yang telah gugur, kicauan burung yang bersiul di mana mana bahkan hinggap di batang bunga kejora dengan sangat indah, serta beberapa orang yang akan bekerja dan anak anak dengan seragam sekolah'nya yang sedang berjalan di trotoar
tok
tok
pemandangan itu pudar seketika gara gara ketokan pintu, padahal ia sedang berkhayal bagaimana cantiknya ia ketika sedang berfoto diantra pohon pohon kejora, berfoto dengan orang yang dikenal dengan keramahan'nya
''sebentar'' jawab'nya dari dalam kamar padahal kan percuma ia menjawab karna ruangan itu kedap suara kecuali ia dari luar ruangan
''tar ayo kita sarapan ke bawah dulu habis itu kita jalan jalan'' ucap Ken
''aku ambil tas dulu'' jawab tari sambil berjalan kekamar nya mengambil tas'nya lalu pergi
mereka pun makan dengan hidangan Jepang yang halal, setelah itu mereka pun pergi ke berbagai wisata dengan supir yang sama seperti menjemput mereka kemarin
kini mereka mulai berkeliling hingga mereka menemukan sebuah kawasan yang bertuliskan 'world Bazaar' yang menjual sebagian besar jenis camilan yang ada di taman bermain di “Grand Emporium” yang berisi berbagai item populer dari Disneyland, dan ada juga “The Home Store” yang berisi item-item khas Jepang yang menarik.
Di sini juga terdapat banyak restoran, salah satunya adalah “Restoran Hokusai” yang menyediakan berbagai macam menu, mulai dari tempura sampai chirashi donburi (sushi rice) restoran inilah yang selalu jadi dambaan setiap khalayak jika sedang berada di Disneyland, restoran itupun menyediakan berbagai macam oleh oleh
''waw Ken aku ingin membeli beberapa makanan untuk ibu dan juga mama'' ucap tari dengan senyum devil ya
''tar, harga satu makanan disini sangat mahal'' ucap Ken sambil memegang sebuah menu harga untuk melihat harganya ''satu'nya 7.500.000 dan kau pasti akan mengambil beberapa kan tidak mungkin hanya membeli satu'' bohong Ken padahal harganya sangat murah namun ia sengaja membohongi tari karena ia tau tari tidak tau tulisan Jepang
''hahhh! mahal sekali pasti orang nya ingin naik haji" jawab tari tanpa berpikir panjang
"kau tau dari mana jika penjualannya Islam'' ucap Ken sembil tersenyum
''nalar ku'' jawabnya dan langsung berjalan keluar dari Bazaar itu
__ADS_1
kini mereka terus saja berkeliling berfoto-foto, bermain salju sepatu roda dan banyak lagi, mengunjungi toon town sebagai rumah Mickey and mouse, bermain ke perkampungan yang berada di Disneyland, sungguh hari ini adalah hari yang cukup menyenangkan bagi tari
🍭🍭🍭🍭🍭
''wah pemandangan'nya indah sekali ken''
''ayolah tar aku sudah letih jadi photograper mu'' ucap Ken yang mengerti arah pembicaraan tari dan Jujur memang sedari tadi ialah yang selalu memfoto tari
''terakhir'' ujar tari sambil melihat'kan sederetan Gigi putihnya dan mengedipkan mata'nya menunjukan wajahnya seimut mungkin
''baiklah'' ucap Ken lemas
''1''
''2'' Ken pun mulai menghitung dan
''ken kurang kekiri sedikit'' ucap tari sambil mengibaskan tangannya kearah kiri
''ya'' lanjut tari kembali setelah ia merasa Ken sudah berada diposisi yang ia inginkan
*
*
*
*
*
Hay Hay reader jangan lupa like, comen, follow, vote dan jadi'in novel aku favorit kalian ya, mkci Semua ❤️
__ADS_1
BERSAMBUNG