Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya

Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya
kaca dan kulkas


__ADS_3

mereka pun masuk mobil masing masing menuju bioskop terdekat dimobil hitam milik ken tak ada suara apapun namun hati mentari selalu dihantui rasa penasaran


''kulkas mau ngomong apa?''


"adu kulkas bukak mulut dong gue penasaran"


"tapi cewek tadi siapa ya?""


"temennya?"


"mantannya?"


"pacarnya?"


"tapi kalau pacar kenapa cuek banget ya si kulkas?" batin mentari yang selalu di banjiri dengan berbagai pertanyaan


"mending gue tanya aja dari pada gue mati penasaran kayak lagu" dia pun berusa ingin bertanya dengan menarik napas nya pelan menghembuskan dan ia lakukan berkali kali untuk menghilangkan paniknya


"emhhh tadi kau bilang mau bicara dengan ku mau bicara apa?" tanya mentari pada ken


"mama tau kalau kita mau satu mobil sama mereka tadi jadi mama langsung kasih aku pesan kalau gak boleh sama mereka" ujarnya menjelaskan

__ADS_1


"ouh karna itu, jadi tidak ada yang mau kau bicarakan pada ku" ucap mentari


''emmm'' jawab ken dengan deheman


''kita mau ke bioskop ya'' tanya mentari tetap dibalas deheman oleh ken


''lokasinya jauh gak'' tanya nya lagi dan jawaban dari ken masih yang sama


''ou iya cewek tadi pacar kamu ya'' tanya nya kembali dan jawaban nya pun masih yang sama


''emhhh emhhh dia kan gak bisu kenapa hawaban nya selalu itu huuuh dasar nenyebalkan, hehh mending aku kerjain aja dia'' ucapnya tersenyum licik


''kulkas kau itu gila ya ka..'' ucapan mentari pun menggantung karna dapat tatapan tajam dari empunya dan membuatnya mencium hingga mengeluarkan senyum semanis mungkin


"maksud mu aku kaca apa?" bingung mentari


"badan mu seperti orang yang makan nasi dua minggu sekali kurus seperti kaca"ujar ken dengan sedikit menaikan bibirnya ke atas karna berhasil membuat wanita disampingnya kesal


"tapi orang di kampung selalu bilang badan ku bagus apa karna ini kota ya jadi pendapatan merwka berbeda,, ah sudahla'' batin mentari. "walaupun aku kaca tapi kau juga sering memandang ku wleeek" ucap mentari sambil memeletkan lidahnya


"melihatmu saja aku tidak berselera'' ujar ken dengan mengangkat sebelah bibirnya

__ADS_1


''bukan aku yang kau lihat tapi kau bilang aku seperti kaca dan kau sering melihat kaca kan berarti kau menyukai yang tipis iya kan'' ucapnya dengan senyum smirk


''perkataan mu tidak jelas'' ucap ken berhenti di sebuah parkiran lalu membanting pintu mobilnya tanpa mentari sadari ternyata mereka sudah berada di bioskop


''kau mau ikut tidak'' ucap ken mengetok jendela lalu di buka oleh mentari jendela mobil itu


''iya'' ucap nya lalu beranjak turun ''leo sudah sampai belum?'' tanya nya pada ken


"mana ku tahu wa saja kalau mau tau" ucap ken sambil berjalan dia juga tidak peduli teman nya itu menyusul atau tidak


"aku tidak punya nomornya" ujar mentari


ken pun menyodorkan ponselnya melihatkan nomor sahabatnya itu pada mentari "ni lihat aja" ucapnya


tak lama kemudian ponsel ken pun berdering kembali "setelah pulang dari bioskop belikan tari handphone keluaran terbaru" ~mama~


mereka pun langsung membeli karcisnya dan langsung masuk sesuai film mereka inginkan dan duduk bersebelahan tak lama kemudian mentari pun


ayo mentari kenapa ya kira kiraπŸ˜•?


bersambung

__ADS_1


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


ini novel pertama aku jangan lupa like komen jadiin aku favorit kalian ya😍😒


__ADS_2