Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya

Tuan CEO Dan Sekertaris Pribadinya
Jepang part2


__ADS_3

''wah cantik sekali'' ucap tari melihat hasil fotonya ''lagiya'' ucap'nya kembali melakukan hal yang sama untuk merayu Ken ''plisss'' lanjut'nya sambil menyatukan kedua telapak tangan'nya tanda memohon'nya


''baikla, tapi ada satu syarat'' ucap ken memalas dan tari pun hanya mengangkat kepala menandakan apa? syarat'nya mudah terserah ku, jangan mengatur posisi ku untuk bagaimana cara ku memotret mu'' ucapnya memberikan sebuah syarat yang sangat simpel dan diangguki oleh tari


kini Ken pun memundurkan langkahnya untuk mulai memfoto tari ckrek dan foto yg kesekian kalinya pun telah berhasil


kini Ken pun menyerahkan kamera itu untuk memperlihatkan hasil foto yang baru saja ia foto




"euhh cantik sekali" puji tari gemas sendiri dengan beberapa hasil foto'nya yang sedang ia perhatikan


"biasa saja" ujar Ken


"ihhh" sunggut tari kesal lalu memalingkan wajahnya "katanya suka sama aku tapi malah jawaban'nya malah kek gitu, bukannya dipuji gitu biar aku juga makin percaya kalau dia emang suka sama aku" gumam tari dalam hati


kini mereka pun berjalan menuju parkiran karena saat ini sudah sore mereka juga harus bersiap siap untuk persiapan malam ini, saat tari membuka bagasi mobil untuk menaruh beberapa paper bag yang ia beli bersama Ken ia pun dibuat terkejut oleh beberapa paper bag yang sudah tersusun rapi didalam bagasi saat ia lihat ternyata itu adalah beberapa soba boro cookie, Tokyo banana, puding meiji serta makanan dan beberapa minuman lainnya yang ingin ia jadikan oleh oleh kepada kedua ibunya


tari tau siapa yang sedang melakukan itu, ia pun langsung masuk mobil untuk menemui sang pelaku yang sedang sibuk mengotak-atik ponsel yang berada digenggaman'nya


hmm tari pun berdehem membuat sang supir dan Ken pun langsung menoleh kearah'nya


''di belakang ada makanan yang katanya satu buah 7.500.000 rb dan disana ada banyak makanan yang sama mahalnya walaupun berbeda wujud'' tegas tari sambil berdecak pinggang ia tidak menyangka bahwa Ken orang yang sangat boros tidak memikirkan bagaimana cara ia mendapatkan uang itu dengan bergadang dan lainnya


''ouh kau menyukai nya'' ucap Ken tanpa menoleh kepada tari yang sedang marah


''ayolah Ken aku melihat ada puluhan makanan yang mahal disana apa kau sudah gila membeli semua itu'' papar tari dengan nada yang sama masih sama kesal'nya


''tar harganya cuma 13rb bahka yang paling mahal cuma 70rb murah bukan'' ucapnya lagi


''lalu tadi yang kamu bilang 7.500rb itu apa'' Kata tari sambil mengangkat kepalanya

__ADS_1


''aku hanya bercanda'' ujar Ken lalu tersenyum


''tidak lucu!!!" ucap tari yang merasa dibohongi dan bahkan tari berpikir Ken sengaja membohongi'nya karna memang ken tau tari tidak tau tulisan bahkan bahasa Jepang dan menganggap ken meremehkan tari


tari pun memalingkan wajahnya menghadap jendela melihat gedung gedung pencakar langit yang mereka lalui sambil mengerucutkan bibirnya, Ken yang melihat bibir tari seperti itu ingin sekali rasanya ia mencicipi kembali bibir ranum merah muda itu dan mengulangi kembali yang ia rasakan saat di kantornya


''jangan seperti itu atau kau ingin aku menerkam bibir mu itu, mengulangi kembali adegan di kantor'' imbuh Ken sambil tersenyum dan menyenggol lengan tari beberapa kali, tari yang paham pun langsung menutup bibirnya dengan kedua tangan nya lalu menoleh Ken dan memutar matanya sambil melotot


''bertambah manis'' lanjut Ken kembali setelah melihat ekspresi tari


drtttttt


drtttttt


kini ponsel Ken pun berdering menghentikan ia untuk menggoda wanita yang ia anggap sebagai calonnya


"hallo juga" ucap Ken sambil tersenyum setelah menerima ponsel itu


"baru beberapa jam tidak menelepon ku ternyata kau sudah rindu" ucap Ken sambil tersenyum dan dapat tari lihat ekspresi Ken serta mendengar suara dibalik telpon itu suara seorang wanita dengan lemah lembut namun sepertinya itu sudah menjadi ciri khas dari orang diseberang sana


"karna aku sangat mencintai dan menyayangi mu baby" imbuh wanita itu disertai dengan tawanya yang sangat anggun


"cih apa katanya saat ia bilang pada mama 'ken menyukai tari ma' tapi sekarang dia sudah bertelpon'an dengan wanita dasar Playboy'' ujar tari sambil menirukan gaya bicara Ken dalam hati, kesal sangat kesal Ken mendengar semua yang mereka bicarakan rasanya saat ini gendang telinga'nya akan pecah mendengar semua isi percakapan mereka


''dasar wanita nakal, aku akan menghukum jika kita suda bertemu'' jawab ken sama seperti'nya tersenyum seolah dua insan yang sedang jatuh cinta


''aku akan menerima hukuman mu lapang dada baby, by baby Muach'' ucap wanita itu masih dengan senyum'nya dan langsung mengakhiri telpon


''dasar gadis nakal'' gumam Ken sambil menatap sambungan telpon yang telah terputus, namun gumam'an nya masih bisa didengar oleh tari


tanpa terasa kini mereka telah sampai didepan apartemen yang sedang mereka tempati, tanpa mendengar aba aba dari Ken ia langsung saja turun dari mobil dan langsung menuju kamarnya


kini mereka telah sampai di kamar masing-masing menyiapkan diri untuk acara malam ini mereka juga akan datang lebih cepat karna ia harus pulang lebih awal dan besok'nya akan kembali lagi ke tanah kelahiran yakni Indonesia

__ADS_1


🍭🍭🍭🍭🍭


''welcome Mr Kenzo'' ucap tuan Xiong Lang memberi sambutan dan diangguki oleh Ken


''perkenalkan ini sekretaris saya mr'' ujar Ken memperkenalkan tari


''hallo nona''


''hallo juga mr''


mereka pun akhirnya duduk setelah berkenalan, setelah tamu undangan datang mereka akan Langsung memulai acara dan langsung saja melakukan peresmian kapal, kurang lebih 30 Menit mereka menunggu akhirnya tamu undangan pun telah terisi full dan Langsung saja Ken dan juga tuan Xiong Lang menaiki podium mereka memulai acara pembukaan serta peresmian kapal, setelah selesai mereka pun lanjut berbincang kembali dan menikmati hidangan yang telah disiapkan


''hay tari'' ucap Daniel yang baru saja datang menghampiri meja mereka


''hay juga Daniel'' bukan tari melainkan Ken yang menjawab sapaan itu


''boleh saya duduk disini''


''bangku'nya hanya 2 tuan Daniel jadi maaf seperti'nya tidak bisa'' tolak Ken dengan lembut, bukan Daniel namanya jika tidak memiliki usaha ia pun memanggil seorang pelayan untuk mengambil kan ia kursi dan menaruh kursi itu tepat disamping tari


*


*


*


*


*


Hay Hay reader jangan lupa like, comen, follow, vote dan jadi'in novel aku favorit kalian ya, mkci Semua and hadiahnya ditinggalin juga ya hehe❤️


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2