
''kamu sakit tar'' tanya Ariel dijawab gelengan oleh tari ''terus kenapa pakai syal'' ucap Ariel menggoda yang sebenarnya dia tau ada apa dibalik syal.
''kak kita tu mau makan bisa diem gak sih'' gerutu Ken dengan kesalnya
''oiya tar kamu kenapa baru bangun, kamu begadang ya semalem eem atau berdagang untuk ken'' tanya Ariel lagi dengan santai sambil menggigit apelnya hingga membuat tari tersedak
''kamu baru mandi ya?'' tanya nya lagi dan mendapatkan pelototan mata kembali dari Ken sedangkan tari hanya bisa diam karena malu ia tau kini Gabriel sedang menggoda nya
''kakak gak punya duit untuk ke supermarket ya'' ucap Ken Dengan nada kesal dan langsung mengambil credits card nya memberikan pada Ariel
''jangan kan belanja di supermarket, belanja supermarket nya langsung kakak juga mampu tapi untuk saat ini masih malas'' pungkas Gabriel dengan nada kesombongan namun tetap mengambil credits card milik Ken
''hay ma Bu coba lihat apa yang aku bawa, dua manusia yang sedang memproses manusia kembali'' ucap tari merentangkan tangannya ke arah samping sebagai tanda penyambutan kedua orang kasmaran itu
''kakak!!! berisik tau gak'' sunggut Ken sambil membulatkan matanya agar sang empu ketakutan namun ternyata tidak sama sekali Ariel hanya tersenyum smirk
kini Ken dan tari pun ikut berkumpul bersama di ruang keluarga atas paksaan dari Gabriel pastinya. kedua orang itu hanya tersenyum melihat leher tari yang berbalut syal serta jalan yang masih mengangkang bisa dipastikan mereka habis apa pikir kedua manusia berpengalaman itu.
''kak tari kenapa lehernya di pakak'in syal'' tanya bintang polos
''emm ini Kakak tadi..''
''kak tari tadi abis digigit semut'' potong Gabriel membuat sipolos Bintang pun kembali bertanya
''semut itu kan kecil kak Ariel masa iya harus dipakak'in syal sih''
''tapi masalahnya ini adalah bapaknya si semut, dan bapaknya ini gigitnya gak cukup sekali, maunya berulang ulang'' ucap Gabriel sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Ken dan tari
''bintang gak usa ditanggapi omongannya kak Ariel ya karena mulut'nya emang suka asal cerocos'' jawab Ken kini melerai perbincangan yang tak ber faedah itu apalagi topik nya sekarang adalah leher tari dan itu juga menyangkut dirinya
''bintang kamu Uda pernah ke mall?'' tanya Ken dijawab gelengan oleh bintang
''yaudah gi siap siap kak Ariel mau ajak kamu ke mall'' lanjut ken dan diiyakan oleh bintang namun Ariel hanya mengernyitkan dahinya karena ia tak mau pergi ke mall tapi melihat mamanya menundukkan kepalanya sebagai tanda menyetujui iya pun membalas dendam senyuman
__ADS_1
setelah lama berbincang bincang dan kini Ken dan tari pun kembali ke kamar sebenarnya tari menolak karena ia takut Ken akan meminta kembali namun karena mama dan juga ibu mereka menyuruh ke kamar sebab terlihat tari masih kesakitan maka itu ia menyuruh tari untuk beristirahat, hingga tari pun menyetujui
Ariel dan bintang pun pergi ke mall sebenarnya Ariel juga mengajak langit namun ternyata langit menolak hingga mereka lah yang pergi berdua menghabiskan isi dari credits card milik Ken namun entahlah itu akan habis atau tidak.
kini Ken dan tari pun sedang berbaring, dengan Ken yang memeluk tari sambil mengelus terus perut tari dengan lembut sambil berkata
''semoga permainan panjang kita semalam bisa langsung terbuat sebuah adonan disini'' ucap Ken seraya terus mengelus terus perut tari
''amin'' jawab tari sambil mengelus rambut Ken
''tapi sepertinya permainan semalam baru mendapatkan sepasang tangannya'' ucap Ken sambil melirik tari ''kita harus giat bermain yank agar semua full berbentuk tubuh, gimana kalau kita mulai proses lagi membuat hidungnya'' ucap Ken kini sudah beralih mengelus leher tari
''ken tapi kan subuh udah, badan aku aja rasanya mau remuk'' keluh tari melihat'kan wajah sendunya
''okey bagaimana jika nanti malam tapi ada syaratnya'' tawar Ken
''ken badanku masih pegal'' keluh tari lagi entahlah suaminya itu akan peka atau tidak dengan apa yang ia rasakan
''sekarang atau malam'' penawaran penuh penekanan membuat tari mencibirkan bibirnya
''okey nanti malam'' gumam tari masih di dengar oleh Ken
''oke emm syarat nya mudah kau harus memanggil dengan sebutan spesial tapi ingat tidak dengan sebutan 'mas' karena itu terlalu banyak orang yang menggunakannya'' ucap Ken membuat tari seketika langsung berpikir panggilan apa yang tepat dan tidak terlalu lebay beberapa menit sudah ia berpikir namun tak menemukan panggilan yang bagus baginya semua kata panggilan semua istri terlalu aneh hanya ada satu kata yang bagus namun itu tidak boleh dipakai 'mas'
''baikla karena kau belum menemukan nya, maka aku yang akan mencarinya'' ucap Ken sambil mengetukan jarinya ke dagu sambil berpikir ''hubby dan sayang'' ucap Ken semangat empat lima
''iihh norak banget sihh pilihan kamu'' gerutu tari dan membuat Ken semakin gencar untuk mengerjai'nya
''okey malam aku gak minta jatah tapi kamu harus setuju, tapi kalau kamu gak mau yaudah sekarang kita lets goo'' ucap Ken membuat tari segera mengangguk entah reflek atau memang iya ingin mengiyakan
''ke emm yank aku masih kerja kan'' ucap tari terbata mengucapkan panggilan itu
''emang kamu mau kerja apa?''
__ADS_1
''jadi sekretaris kamu la''
''gimana kalau sekretaris diatas ranjang'' ucap Ken mengedipkan matanya
''mending dirumah aja ya, aku bisa nafkahi kamu, semua kebutuhan kamu bakal aku wujudkan jadi kamu gak perlu kerja'' tolak secara halus
''yank tapi kan aku mau kerja, aku bosen dirumah terus yank, ya ya'' ucap tari bergelayut manja dan memasang mimik wajah menyedihkan pada Ken sambil menciumi pipi Ken agar sang empu mengizinkan
''fine'' ucap Ken mengalah namun sebenarnya ia sudah memikirkan tari akan ia letakkan Dimana waktu tari berusaha merayu nya
''kok stop ciumnya, lanjutin dong'' imbuh Ken yang merasakan ciuman itu telah usai saat ia mengizinkan tari bekerja
*
*
*
*
*
Hay Hay reader jangan lupa like coment follow and vote aku ya supaya halu ku semakin lancar😘
mkci semua ❤️
Jangan lupa hadiahnya ya hehe:(💖
🗣️ follow Ig: @ptr_drwni
Tik tok: @ptr.drwni
mampir juga ke novel aku yang satu nya (one night in the bar)
__ADS_1
BERSAMBUNG