
"akhhhhh" pekit mentari melihat ken yang baru keluar dari ruang mandinya hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nyaa
"mau apa kau kemari,, harus nya kau itu ketok dulu sebelum masuk ke kamar gue karna gak bole orang sembarangan yang masuk kesini dan ya ke ruangan manapun,, seperti tak punya tata kerama saja huh'' kesal ken yang sudah berada di dekat mentari tanpa menghiraukan mentari yang menutup mata nya dengan telapak tangan nya
''enak saja'' timpal mentari yang lebih kesal dan sudah membuka mata nya menghadap ke arah ken
''hee kau dengar ya aku sudah mengotok nya berjali kali lihatni ruas ruas jari ku sampai merah gara gara mengotok pintu mu ini" ujar mentari sambil melihatkan jari nya yang memerah akibat kelamaan mengetok pintu
"oooh tadi gue gak denger soal nya bunyi airnya kenceng" ujar kenzo tanpa rasa bersala
"berlama lama berdebat dengannya membuat telinga ku kepanasan saja lebih baik aku keluar saja" batin mentari
belum sampai mentari melangkah kan kakinya hanya baru membelokan badan nya,, pergelangan tangan nya sudah di pegang langsung oleh ken
"kau mau kemana" tanya ken
"ya mau keluarla untuk apa disini" jawabnya tanpa menoleh ke arah ken
"temanin gue makan dulu" ucap ken
"tidak mau aku sudah mengantuk mau tidur!!" ujar mentari
__ADS_1
"sebentar saja gue gak bisa makan sendirian lo tunggu aja di sofa gue mau pakai baju dulu" ucap nya langsung meninggal kan mentari yang kesal
"aku kan belum jawab enak aja langsung pergi..
mengapa pula sifatnya tak sebanding dengan mama nya dasar aneh memang benar ternyata dia itu batu es ya aaah tidak tidak dia itu lebih cocok dengan kulkas berjalan aaa tepat sekali" gumam mentari dan tak lama kemudian ken pun keluar dari walk in closet
ken pun langsung menuju sofa untuk makan malamnya yang ditemani oleh mentari walaupun tak ada percakapan sedikit pun
"bukan kah tadi kau bilang tak boleh orang sembarangan masuk ke kamar mu?" tanya mentari memecah keheningan
"eemmm" dibalas ken dengan deheman
"lalu mengapa kau menyuru pelayan mengantar nya?" tanya nya kembali
dia yang selalu menemaniku makan kalau mama gak ada jadi cuma satu orang pelayan juga yang boleh masuk ke kamar ku" jawab ken terus menguyah makanan nya tanpa menoleh ke arah orang yang bertanyaan
"bukan kah disini banyak pelayan mengapa kau bilang cuma satu?" tanya nya kembali
"aku cuma mau satu yang melayani ku" jawab ken lagi
"ouhhh lalu siapa pelayan mu itu?" mentari bertanya kembali
__ADS_1
"gue sedang makan mengapa malah berwawancara
dan ya jangan terlalu ingin tau ,, karna sifat ingin tau akan mempersulit mu mendapat kekasih" sunggut ken dengan wajah yang tetap datar
"siapa juga yang ingin tau aku hanya bertanya" jawabnya lalu beranjak dari sofa namun di pegang kembali pergelangan tangan mentari hingga bruukkk
mentari jatuh dipangkuan ken dengan mata yang saling menatap
"ekhhem ekhemmm" deheman cukup keras berasal dari balik pintu
"astafirullah" ucap mentari yang sudah berdiri
"mengapa kau menimpa ku dasar aneh" ujar kenzo
"sudah sudah tak perlu seperti itu mama mau ngomong sama kalian,, mama tunggu dibawah ya" ucap senja sambil senyum melihat adegan di kamar ken
setelah kepergian senja dari kamarnya mereka tetap saja saling kesal bahkan mentari menjawab perkataan ken yang membuat sedikit kesal
"aku menimpa mu karna kau menarik tangan ku ku siapa juga yang mau dengan mu" ucap senja langsung pergi meninggalkan kenzo dan tak lama kemudian kenzo pun pergi meninggal kan kamarnya menemui sang mama
πππππ
__ADS_1
hyyy guys ini novel pertama aku jangan lupa like ya π