
happy reading man teman
"bagaimana ide ku tuan Ken? cerdas bukan?" ucap Daniel sambil mendudukkan bokong'nya di kursi dan hanya hembusan nafas kasar Ken sebagai tanda jawaban
''bagaimana keadaan mu tar, ouh iya kemarin kenapa kamu tidak mengangkat telpon ku'' ujar Daniel sambil melirik Ken sekilas
''ouh ya..kenapa aku tidak tau''
''jadi tuan Ken tidak memberi tau mu, padahal yang mengangkat telpon ku adalah tuan Ken lo'' ucap Daniel sambil menatap Ken dengan senyum'nya
''jadi tuan Ken yang mengangkat telpon dari tuan Daniel'' imbuh tari sambil menatap Ken dengan tatapan sengitnya
''hemm'' jawab'nya santai namu tak sesantai hatinya saat ini, ia pun langsung minum minuman yang telah disiapkan
ingin sekali rasanya tari marah namun ia juga tak berani melakukan semua itu apalagi sekarang Sedang banyak orang bisa bisa mereka jadi tontonan gratis jika sampai berdebat, ia lebih memilih untuk membahas semua ini ketika mereka akan pulang jika ia memarahi Ken disini pula kesannya ia seperti bawahan yang kurang ajar Dimata para kolagen bisnis Ken
tanpa mereka sadari ternyata jam sekarang sudah menunjukan hampir jam 1 dini hari, Ken juga tak ingin pulang ke apartemen jika sedang membawa tari dimalam hari, Ken takut terjadi apa apa, namun jika ia sendirian ia tak akan pernah takut sama sekali bahkan ia juga sering pulang dari kantor dini hari namum sekarang sudah jarang karena senja yang selalu memarahi sifat'nya
''tar kita nginep disini aja ya'' imbuh Ken yang sudah melihat mata tari memerah akibat Menahan kantuknya
''terserah'' inilah kata kata yang sangat dibenci Ken dari setiap wanita 'terserah' ia juga tak mengerti apa arti dari kata itu namun jika iya salah ia juga akan dimarahi jelas jelas wanita yang sering mengatakan terserah
kini Ken pun mulai memapah tari untuk mengantarnya menuju kamar khusus sang pemilik. namun jelas saja papahan yang diberikan Ken langsung disingkirkan oleh sang pemilik tubuh
''langsung antar saja lagi pula aku masih bisa jalan'' Jawabnya dengan raut wajah yang tak bersahabat
Ken pun langsung mengantarkan ia menuju kamarnya tanpa ada ucapan apa pun karena Ken tau muka tari Masi menandakan kemarahan akibat ucapan yang disengaja oleh Daniel
__ADS_1
kini Ken pun kembali lagi ke tempat yang semula duduk sendirian sambil memainkan ponselnya jujur sebenarnya juga ia sudah mengantuk namun ia juga tidak ingin meninggalkan orang orang yang masih menikmati beberapa hidangan serta ada juga yang duduk di mini bar untuk minum dan mengobrol sesama rekan bisnis
''hallo tuan ken'' ujar seseorang yang sedang memegang bahu Ken dan sontak saja membuat sang empu menoleh
''bagaimana apa kekasih mu sudah tidur'' imbuh Daniel sambil menaik turunkan alisnya ''upss maksud ku sekretaris yang kau harap cinta pada mu'' lanjut nya kembali sambil menarik sudut bibir'nya
Ken pun menarik nafasnya dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan untuk mengontrol emosi'nya
''bukan kah kita juga sama tuan Daniel, namun sayangnya aku sudah maju beberapa langkah di depan mu bahkan ibu nya pun merestui ku'' ujar Ken menyombongkan dirinya
''restu ibu tidak penting ken, yang terpenting orang yang kita sukai menyukai kita balik'' jawab'nya sambil tersenyum mengejek
''oww artinya sama saja kau tidak menghormati orang tua tuan Daniel yang terhormat, pantas saja orang tuan syella tidak menyukai mu'' jawabnya tak kalah misterius sambil memasukkan tangannya kedalam saku celana'nya memperlihatkan style cool'nya
brakkk karena terlalu terbawa emosi ia pun mengebrak meja hingga membuat meja bergerak dan gelas yang berada di atas meja pun jatuh kelantai hingga membuat semua orang mengalihkan pandangan ke arah mereka
''hallo Daniel!! sudah kah engkau introspeksi diri, sikap mu lah yang sudah membuat syella meninggalkan mu, kau kurang pantas untuk dia'' jawab'nya tak kalah sengit
''hahaa" ia pun tertawa terbahak-bahak lalu memegang kerah baju Ken "Baikla jika bagimu aku tak pantas'' jawab'nya dengan nada melemah dan ia pun langsung melayangkan pukulan dan perkelahian pun tak dapat dihindari sedangkan yang lainnya tidak ingin melerai, karena Ken paling tidak suka ada yang memisahkan ia jika sedang berkelahi
seorang wanita yang sedari tadi mendengar percakapan mereka pun akhirnya mendekat, ia ingin memisahkan mereka hingga akhirnya ialah yang mendapatkan Bogeman dari Daniel
''tari'' ucap keduanya kompak setelah melihat seseorang yang telah melerai mereka adalah tari
''daniel beraninya kau memukul tari'' ujar Ken yang melihat darah telah mengalir dari hidung tari akibat Bogeman Daniel
"aku tidak sengaja Ken" jawab'nya dengan nafas yang masih tak beraturan
__ADS_1
hingga akhirnya Ken pun berdiri dan siap untuk melanjutkan pertarungan nya dengan cepat tari Menahan tangannya ''ku mohon hentikan'' dan diangguki oleh Ken
''bawa aku kekamar'' lanjut nya lagi dan dengan cepat Ken mengendong membawa ia kekamar, ingin sekali tari memberontak namun itu tidak ia lakukan karena ia masih menghormati Ken
kini Ken pun sudah mendudukkan tari tepat diatas spring bed dan ia pun keluar kembali mengambil air minum serta batu es dan juga selembar kain, ia mulai membungkus batu es dengan kain yang telah ia ambil
''apa yang kau lakukan'' tanya tari yang melihat Ken sudah disampingnya dan akan mengompres hidupnya
''mengompres hidung mu'' jawab ken dan tak diharaukan oleh tari, karna percuma sekalipun ia ingin melarang pasti Ken tidak suka, Ken pun mulai mengompres'nya
''aku bisa melanjutkan'nya dan kau bisa keluar''
''baikla aku keluar, jika kau butuh sesuatu telpon saja aku, aku ada diruang sebelah'' jawab'nya dan langsung meninggalkan tari sendirian dikamar
''apa maksud Ken mendekati ku selama ini, atau karna tuan Daniel yang menyukai ku maka itu ia tidak suka, berarti yang Ken bilang sama mama semua itu bohong namun jika ia memang tidak menyukai tuan Daniel mengapa harus melibatkan perasaan'nya untuk pura pura menyukai ku, lalu wanita yang mereka sebut tadi Ken yang membuat tuan Daniel dan wanita itu putus''
*
*
*
*
*
Hay Hay reader jangan lupa like, comen, follow, vote dan jadi'in novel aku favorit kalian ya, mkci Semua ❤️ jangan lupa hadiahnya juga ya hehe:(😘
__ADS_1
BERSAMBUNG