
30 menit kemudian, semua sudah berkumpul di ruangan. Dan saat nya menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Angga.
Setelah selesai bernyanyi, Dania menyuruh kekasih nya itu untuk make a wish. Setelah selesai berdoa, Angga meniup lilin nya dan semua orang yang hadir pun bertepuk tangan.
Setelah itu Angga memotong kue nya, dan memberikan potongan pertama kepada Dania.
"Ini untuk kamu, sayang...!".
"Makasih ya".
"Ini untuk kamu, selamat ulang tahun ya, sayang". Sambung Dania sembari menyerahkan sebuah bungkusan pada Angga.
"Emmmm... makasih ya, sayang"'. Ucap Angga.
"Nah... kamu kan udah dapet hadiah dari Dania, sekarang giliran hadiah dari mbak...". Timpal Laluna.
"Wah.... mbak ko repot-repot sih... jadi gak enak". Ucap Angga.
"Nggak lah, beberapa hari lagi kamu kan bakal jadi adik mbak jugak... makan nya mbak ada surprise khusus untuk kamu". Tutur Laluna.
"Putar!!". Seru Laluna.
Seseorang pun menyalakan Layar besar yang ada di cafe itu, lalu memutar video perselingkuhan yang Laluna dan Divo rekam sebelum acara tadi.
Hal itu membuat semua tercengang, terlebih lagi Dania yang tidak percaya jika kekasih nya telah mengkhianati dia, sedang Angga dan Clarissa wajah nya memucat tak tahu harus menjelaskan apa nantinya.
__ADS_1
"Apa maksudnya ini, Ga,?". Lirih Dania.
"I...itu.. itu..". Angga terbata-bata.
"iya itu apa.. tega kamu ya". Sergah Dania.
Disaat suasana hening dan semakin menegang, Clarissa pun maju mencoba untuk menjelaskan.
"Emmm..Dan, aku minta maaf sama kamu, kalo selama ini aku main sama Angga di belakang kamu, tapi..". Ucap Clarissa terpotong.
"Tapi apa?". Sergah Dania.
"Aku tadinya mau ngeudahin hubungan terlarang ini, tapi... tapi... aku.., aku terlanjur hamil.". Sambung Clarissa.
"Kalo gitu aku tanya sama kamu, kamu pilih aku, atau teman busuk ini?". Teriak Dania pada Angga.
Melihat adiknya yang sudah tersurut emosi, Laluna pun merangkulnya guna mencoba untuk menenangkan.
"Sebaiknya semuanya bubar ... Dania butuh waktu sendiri.". Seru Laluna.
Mengerti akan situasi, semua sahabat dan orang-orang yang hadir pun pergi meninggalkan tempat acara.
Setelah semua nya pergi, Laluna mengajak Dania untuk duduk dan menenangkan nya.
"Sabar ya Dan.. itu tanda nya tuhan sayang sama kamu, dengan nunjukin kalo Angga itu bukan yang terbaik untuk kamu...". Tutur Divo.
__ADS_1
"Iya, apa yang di katakan Divo itu benar". Lanjut Laluna.
"Tapi aku sayang kak sama dia.. aku cinta sama dia..tapi kenapa semua kayak gini, ini gak adil untuk aku". Jawab Dania.
"Sayang... dunia itu terkadang memang tidak adil, tapi akan semakin tidak adil bagi calon bayi yang ada di dalam perut Clarissa kalo kamu meneruskan niat kamu untuk menikah dengan pria brengse*k itu. Karena bagaimanapun bayi itu lebih berhak atas Angga daripada kamu. Lagian.. selalu ada hikmah dari setiap cobaan.". Tutur Laluna.
Dania pun terdiam, perlahan pikiran nya terang setelah mendapat nasihat dari Laluna dan Divo.
"Iya, ya mbak... aku salah, gak seharusnya aku menyesali semua ini". Ucap Dania.
"Udah sore... yuk kita pulang!". Seru Laluna
"Em... biar aku yang nyetir mobil". Ucap Divo.
Mereka pun keluar dari cafe itu menuju mobil Laluna, sementara mobil Divo ia biarkan terparkir dan menyuruh supir nya untuk membawa pulang nanti.
Mobil pun melaju dengan cepat membelah jalanan kota. Sementara itu, langit mulai kelabu di iringi suara gemuruh petir yang menandakan akan segera turun hujan.
****
Hujan turun mengguyur kota J dengan derasnya nya, hingar bingar lampu jalan memenuhi setiap sudut jalanan kota.
Akhirnya mereka sampai di apartemen Laluna.
Setibanya di kamar, Dania langsung menjatuhkan dirinya ketempat tidur. Sementara Laluna menyiapkan masakan untuk makan malam.
__ADS_1