Wanita 35 Th & Brondong Gay.

Wanita 35 Th & Brondong Gay.
pulang.


__ADS_3

Rasa sakit buk Ira seketika hilang setelah melihat wajah anak sematawayang nya, walau hanya anak tiri dari suami Mahes dan mendiang istrinya namuneteka sudah seperti ibu dan anak.


"Oh ya Divo, kenapa kamu pulang nak?". Tanya buk Ira.


"Aku kebetulan lewat sini dan nanya sama satpam di depan, katanya papa gak ada di rumah. Jadi aku mampir dulu deh". Tutur Divo.


"Sekarang mama buka baju dulu ya..., biar aku oleskan salep". Sambung nya.


Divo pun membuka baju buk Ira lalu mengoleskan salep ke setiap memar bekas cambukan tadi.


"Awww...sssttt". Buk Ira meringis kesakitan.


"Sudah selesai, sekarang aku panggil dokter dulu ya..".


"nggak usah Div... mama gak papa... sebentar lagi luka nya sembuh kok".


"Yasudah kalo gitu aku pamit ya, jaga diri mama...".


"Kamu gak bakal nginep di sini?".


"Aku males ketemu papa... aku pamit ya".


Divo pun berpamitan lalu pergi.


*****


Beberapa hari dari kejadian itu, pak Mahes mengundang Laluna untuk makan malam bersama di lestouran yang sudah di tentukan. Awal nya ia ingin sekali menolak, namun mengingat jika perusahaan kedua nya sedang bekerja sama, membuat Laluna terpaksa harus bersedia.

__ADS_1


Laluna yang malam itu memakai long dress A-line bewarna gelap selutut dengan tangan puff besar mempermanis penampilan nya. Bak gadis remaja, iya membuat Mahes tak berkedip memandangi nya. Membuat sang istri yang berada di samping merasa kesal dan tidak nyaman.


"Silahkan duduk buk.Luna!". Seru pak Mahes.


"Emmm... terimakasih". Jawab Laluna singkat.


"Buk Luna kesini di anterin siapa?".


"Saya datang sendiri".


"Oh... yasudah kita mulai menyantap hidangan yang sudah di sajikan saja...".


Di pertengahan jamuan, seorang pria muda datang dang langsung memeluk istri dari pak Mahes dari belakang.


"Ma... aku datang!". Ucap nya.


Sontak Laluna dan pemuda itu saling tatap tak percaya.


"Mbak Luna?".


"Di... Divo?".


"Kalian udah saling kenal ya?". Tanya pak Mahes.


Namun Divo sama sekali tidak menjawab sepatah kata pun membuat Laluna bisa melihat bawah hubungan Divo dan pak Mahes kurang baik.


"Iya... kebetulan apartemen kami sebelahan". Laluna kenengahi.

__ADS_1


"Oh bagus itu... jadi saya gak perlu repot-repot ngenalin anggota keluarga saya lagi dong ya... karena bagai manapun sebentar lagi buk Laluna kan akan menjadi satu keluarga dengan kita". Tutur pak Mahes.


"Maksud papa apa?". Divo girang.


"Maksud dan tujuan aku mengundang Laluna kesini, sebab malam ini aku bermaksud untuk melamar nya menjadi istri kedua ku". Jelas pak Mahes.


"Apa..?". Ucap ketiga serempak.


"Mas... kamu serius?". Lirih buk Ira.


"Tentu... toh aku pun masih muda, hanya terpaut 8 tahun, dan kaya.. siapa yang tidak mau?". Sambung Mahes membanggakan diri.


"Tapi maaf pak, saya tidak setuju.... lagian saya bukan orang yang seperti itu, anda salah... rasanya saya menyesal sudah datang kesini, kalo gitu permisi!". Laluna menengahi


Dengan kesal wanita itu pun meninggalkan jamuan nya begitu saja, Divo yang mencoba untuk menyusulnya di hadang oleh Mahes dan meminta agar anak nya tidak mendekati calon ibu sambung nya itu.


"Papa gila, tau gak.... papa lihat mama!! apa kurang nya mama... mama udah nemenin papa dari nol, dan sekarang papa mau nyakitin mama?". Divo kesal.


"Kamu anak kecil tahu apa.. jangan ikut campur urusan orang tua". Teriak Mahes


"Uang udah bikin papa buta, aku pikir papa akan belajar dari apa yang terjadi sama mamah dulu, aku nyesel jadi anak papa".


Plaaaakkkkkkkkkk..... Mahes menampar Divo dengan keras.


"Bagus ya... kamu udah berani ngelawan saya... mau saya pukul lagi kamu?".


Dan saat Mahes hendak mengayunkan tangan nya kembali, Ira mencoba menahan nya.

__ADS_1


"Mas... sadar mas, divo anak kita... ini di luar... banyak orang yang liat". Ucap Ira.


__ADS_2