Wanita 35 Th & Brondong Gay.

Wanita 35 Th & Brondong Gay.
Jepitan.


__ADS_3

Laluna pun mengeluarkan jepitan rambut nya dari tas, lalu membengkokkan nya kemudian di masukanlah pada lubang kunci pintu. Setelah beberapa kali iya putar, Pintu pun berhasil di buka. Lalu dengan segera ia masuk untuk menolong Divo, sesampainya di dalam, ia sudah melihat Divo yang sudah di telanjangi dan sedang di cium, dengan cepat Laluna pun mengambil vas bunga yang ada di atas meja, lalu memukulkan nya dengan keras ke kepala pria bajingan yang gemuk itu, hingga membuat pria gemuk itu pingsan.


"Mba Luna...". Lirih nya.


Divo pun bangkit dan segera memeluk Laluna dengan ketakutan.


"Aaaaaaaa.....lepas, pakai baju mu dulu....!".


"I...iya... maaf..maaf...".


Dan pada saat Divo ingin melepaskan pelukannya, dia salah injak sehingga membuat nya terpeleset dan membuat mereka berdua terjatuh ke atas tempat tidur.


Kini wajah Divo tepat berada di atas wajah Laluna, Kedua nya saling menatap satu sama lain. Laluna pun mendorong tubuh Divo ke samping lalu bangkit.


"Sebaiknya kamu cepat pakai baju dan secepat nya kita pergi dari sini!". Seru Laluna.


"Iya... iya...".


Setelah Divo memakai baju, mereka pun segera pergi dan membiarkan pria gemuk itu terkapar di lantai.


Setibanya di depan club, dengan mengendap-endap mereka berdua masuk ke dalam mobil Laluna, Lalu menyalakan mesin dan segera melaju pergi.


Saat di perjalanan Divo meminta maaf atas perbuatannya pekan lalu yang sudah menampar Laluna.


"Emmmm...mbak, makasih ya... mba udah nyelamatin saya, dan... maaf atas kejadian waktu itu, apa masih sakit".


"Iya sama-sama... dan saya bukan wanita lemah, jadi sudah tidak bengkak lagi, ko".

__ADS_1


"Mbak gak marah kan?".


"Emmmm...". Laluna mengangguk kan kepala nya.


"Lagian, ko bisa sih kamu hubungan sama laki-laki kayak Tony?". Tanya Laluna.


"Saya jugak gak tau kalo dia kayak gitu, soalnya awalan dia baik, dan perhatian sama saya".


"Itulah alesan kenapa kamu jangan liat orang dari luar nya aja, dan jangan mudah percaya...".


"Iya... dan, sebenarnya saya juga gak mau terjebak di dalam hubungan terlarang ini, tapi keadaan yang buat saya terpaksa melakukan nya".


"Keadaan yang seperti apa?".


"Ibu saya beberapa kali selingkuh sampai membuat ayah saya depresi, itu kenapa saya benci dengan wanita, sehingga mendorong saya untuk menyukai sesama jenis, karena saya pikir, laki-laki semuanya baik seperti ayah saya, sedang kan wanita sebaliknya, tapi saya cukup puas karena ibu saya mendapat kan karmanya, ia meninggal sebab sakit dan bermasalah dengan kesehatan seksual nya.". Jelas Divo.


"Div... gak semua wanita jahat, dan gak semua laki-laki baik, buktinya Tony dan pria gemuk itu..".


"Iya.. aku yakin kamu pasti bisa!".


Tak terasa mereka berdua pun sudah sampai di depan departemen Laluna.


"Saya turun di sini aja mba, lagian departemen kita kan sebelahan".


"Emmm... oke.."


Divo pun turun dari mobil laluna lalu pulang.

__ADS_1


***


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Laluna berangkat kerja mengingat harus mencek ulang pekerjaan nya yang kemarin, sehingga belum sarapan sama sekali.


Divo datang membawa rantang makanan ke apartemen Laluna, dan Dania pun membuka pintu nya.


"Permisi... mbak Laluna nya ada?".


"Kak Luna baru saja berangkat kekantor... siapa ya?".


"Emmm...aku Divo, penghuni apartemen sebelah".


"Oh... majikan nya bi Sugeng..".


"Iya..."


"Silakan masuk!".


"Emm... mbak Laluna nya kerja di mana emang?".


"Di GC group...".


"Kalo gitu aku pamit ya...!".


"Nggak masuk dulu?".


"Nggak makasih...".

__ADS_1


"Oh... iya".


Divo pun pergi berniat mengantar makanan nya ke tempat kerja Laluna.


__ADS_2