
Sejuk nya angin pagi berhembus lembut di atas permukaan wajah Bumi, nyentuh mesra setiap lekuk tubuh dua sojali yang telah menikmati malam panjang nya itu.
Cahaya Surya menerpa wajah Divo sehingga membuat nya terbangun dari keterjagaan nya.
perlahan ia mengucek kedua mata lalu di lihatlah wanita yang masih tertidur pulas dalam pelukannya.
Ia pun mengecup kening sang wanita lalu hal itu membuat Laluna terbangun.
"Selamat pagi, sayang..". sapa Divo
"Selamat pagi". jawab Laluna sembari menaruh kepalanya di dada bidang Divo.
Jari jemari Laluna menggambar garis-garis abstrak di dada Divo membuat libido pria muda itu terbangun.
"Kenapa sayang?". Tanya Divo
"Bolehkah kita menyembunyikan dulu tentang pernikahan kita, aku belum siap".
Dengan cepat Divo menyetujui "Hmmm baiklah!".
Kemudian gadis itu bangun dari tempat tidur nya, mengingat tubuh nya yang polos Laluna pun membungkus tubuh dengan selimut lalu pergi ke kamar mandi. Di dalam ia membasuh muka dan menyikat gigi.
Sejenak ia terdiam dan memperhatikan dirinya di cermin westapel. Beberapa noda merah tergurat jelas di leher dan dada. Dan pada saat ia hendak membasuh area sensitif nya yang terluka, ia pun sedikit meringis kesakitan.
Divo mengetuk pintu toilet "Sayang... apa kamu masih lama?".
"Tunggu sebentar aku buka!". jawab Laluna
__ADS_1
Kemudian Laluna membukakan pintu lalu membiarkan suami muda nya masuk.
"Sayang, kamu belum mandi?". Tanya Divo
Laluna menggeleng.
Divo pun memencet tombol shower, lalu dari atas guyuran air membasahi tubuh mereka berdua. Dengan nakal ia memeluk Laluna dari belakang, kemudian perlahan tangan satunya menyentuh salah satu bulatan kenyal milik Laluna, secara lembut ia *******-***** membuat istrinya mulai mendesah nikmat. Dirasa wanita yang di depannya sudah cukup terangsang, giliran tangan kiri Divo menyelusup masuk ke antara paha sang istri lalu memasukan satu telunjuk keantara bibir v*gin* Laluna.
Divo memainkan telunjuk nya dengan lembut, membuat tubuh Laluna menggeliat tak tahan.
"Gimana kamu suka?". tanya Divo
Dengan malu-malu Laluna mengangguk " Aggghhhhhh.. ia, suka..".
Permainan Divo semakin panas, membuat gairah bergejolak di hati keduanya. Namun dengan terpaksa harus terhenti sebab hari semakin siang dan Laluna harus pergi ke kantor.
"Sayang... aku harus bekerja, bisakah kita menyelesaikan mandi nya dengan cepat". Ucap Laluna
*
*
*
Setelah segala nya siap mereka langsung bergegas pergi ke kantor Laluna.
Beberapa jam menempuh perjalanan mereka pun tiba di sana, Laluna langsung turun dari mobil Divo dan menyuruh suaminya untuk pulang.
__ADS_1
"Div.. aku kerja dulu, ya". Laluna pamit
"Baiklah hati-hati".
Kemudian Divo kembali melajukan mobil nya untuk pulang.
*
o
*
o
*
Malam hari semua anggota keluarga makan bersama di rumah Mahes, tidak terkecuali Divo dan Laluna. Setelah menyelesaikan makanan nya, Laluna pun pamit untuk pulang.
"Emmhhh... benar-benar jamuan yang sangat enak. terimakasih atas kebaikan mbak Ira, tapi malam sudah larut.. aku harus pamit". ucap Laluna.
Ira meminta Laluna untuk menginap "Kenapa kamu tidak bermalam saja di sini, malam sudah sangat larut.. tidak baik seorang wanita singgle pulang malam-malam begini".
Ucapan Ira membuat anak sambung nya
tersedak "Ukukkkkkkk..."
"Loh kamu kenapa?". Dania spontan.
__ADS_1
Masih terlihat jelas kalo wanita ini masih menyimpan ketertarikan pada Divo.
"Baik lah kalo mbak dan yang lain tidak keberatan, terimakasih". Jawab Laluna.