
Divo pun kembali ke apartemen nya, ia pergi kekamar nya lalu bertanya pada BI Sugeng, baju apa yang sopan untuk pergi kesebuah kantor.
"Oh... ya bibi biasa nya sih liat orang-orang pake jas lengkap den...".
"Jas?...?".
"Oh ya... aku kan punya ya stelan jas!". Sambung Divo.
"Emang Aden mau kemana? kerja?".
"Bukan bi, aku mau pergi ke kantor mba Laluna buat nganterin dia sarapan sebagai permintaan maaf sekaligus ucapan terimakasih"'.
"Oh... yasudah bibi siapin dulu ya makanan nya".
"Iya...".
Setelah beberapa saat kemudian, Divo pun turun dengan stelan jas berwarna biru tua dengan rambut Pomade nya. Bemberikan kesan cool dan Maco untuk kepribadian yang sebenarnya sedikit peminim itu.
"Wah... den ganteng banget....".
"Bibi bisa aja... yaudah mana kotak makan nya?".
"Ini den...".
Divo pun segera pergi menggunakan mobil nya.
***
Setelah cukup jauh menempuh perjalanan, akhirnya Divo sampai di depan GC group. Lalu ia memarkir kan mobil nya di lobi dan segera pergi ke dalam. Setibanya di dalam ia menghampiri resepsionis.
"Selamat pagi... ada yang bisa kami bantu?".
"Emmm... iya saya mau ketemu seseorang".
"Apa sudah buat janji?".
"Belum... cuma saya ada kepentingan sama mbak Laluna".
"Oh... manager Laluna. Kalo gitu silahkan tunggu ya!". Seru salah satu resepsionis.
Semua karyawan wanita yang sedang berlalu lalang di buat terpesona kala melihat nya.
__ADS_1
"Wahhhh... ganteng banget.... siapa itu". Ucap salah satu karyawan perempuan yang sedang melintas menuju lift.
Ting...!!!
Lift selanjutnya terbuka, keluar lah Luzy dan rekan-rekannya dari dalam lift. Yang membuat teman-teman nya sontak histeris melihat pemuda tampan yang sedang berdiri di dekat resepsionis.
"Awwwww.... cowok ganteng... aku suka".
"Diam.. jaga sikap kamu!". Seru Luzy.
"Tolong tunggu ya mas, sebentar lagi manager Luna turun". Seru salah satu resepsionis.
Mendengar nama Laluna Luzy pun penasaran sehingga menghampiri resepsionis.
"Ada apa ini... siapa laki-laki itu?".
"Ini buk, pria ini sedang mencari manager Laluna.".
"Oh.... nyari Laluna....".
"Iya kak... aku nyari mbak Laluna". Ucap Divo tersenyum.
Setelah beberapa saat kemudian, Laluna datang dan segera menghampiri Divo yang bersama Luzy and the geng.
"Div... kamu ngapain ke sini?". Tanya Laluna.
"Ehhh.. mbak, aku bawain sarapan buat mbak...".
"Kamu... yaudah yuk kita keruangan kerja ku".
Laluna pun membawa Divo pergi keruangan nya meninggalkan Luzy dan para komplotanya.
"Ya ampun... jadi pria itu orang nya Laluna, ahhhh... sangat di kasian kan... pria muda dan setampan itu harus jadi orang nya dia". Bisik salah satu teman Luzy.
"Dasar caper... paling bisa banget dapetin perhatian laki-laki, brondong lagi... gak tau malu dasar". Ketus Luzy.
Sesampainya di lantai 4, di dalam ruangan kerja Laluna.
"Ya ampun kamu kok repot-repot bawain aku sarapan".
"Hmmmm iya...".
__ADS_1
"Yasudah silahkan duduk". seru Laluna.
Lalu Laluna duduk di kursi kerja nya, kemudian memencet tombol telepon duduk meminta salah seorang OB untuk membawakan minum.
"Tolong bawakan minum ke ruang saya...!". Seru nya
"Apa kamu suka kopi?". Tanya Laluna ke Divo.
"emmmm... boleh!".
Luna pun kembali memencet tombol telepon duduk mengirim pesan suara.
"Dan segelas kopi".
Setelah beberapa saat kemudian, OB pun datang dengan membawa segelas kopi dan teh.
"Misi buk... kopi nya!".
"Ya... simpan di meja!".
Lalu OB itu menyimpan minuman nya di meja dan segera pergi kembali.
***
Sementara itu di ruangan pak Gilang, dia yang mendengar ada seorang pria tampan di ruang Laluna membuat dia segera mendatangi ruang kerja Laluna untuk melihat nya.
"Pagi Luna!". Sapa nya yang tiba-tiba masuk.
"Eh... pak Gilang, ada apa pak?".
"Mana semua berkas yang kamu kerjakan kemarin malam?". Pak Gilang mencari alasan.
"Inih pak!". Jawab Laluna sembari menyerahkan semua berkas nya.
"Oh... rupanya ada tamu, lain kali kalo sedang waktu kerja jangan ada orang luar yang masuk, ya!".
"Baik pak!".
"Emmmm... selamat siang pak!". Sapa Divo.
"Ya!". Jawab pak Gilang sekenanya.
__ADS_1