
Ketika Laluna sedang menikmati segelas jus segar sendirian di balkon. Pak Mahes datang menghampiri.
"Ko sendiri saja di sini, boleh saya temani?". Tanya nya.
"Eh... pak Mahes, tentu.. silahkan!". jawab Laluna.
"Kenapa wanita cantik sendirian di sini?, memang tidak ada pacar ya?".
"Hmmmm... bapak bisa saja, saya belum menikah dan tidak punya pacar".
"Benarkah?". pak Mahes semakin mendekat.
Dia merangkul bahu Laluna lalu berbisik..
"Apakah nona mau menjadi kekasih saya?".
Seketika Laluna terhenyak, ia menepis tangan pak Mahes dari bahunya dan menjaga jarak.
"Maaf pak.. saya bukan wanita seperti itu, apalagi... bukankah bapak sudah memiliki seorang istri".
"Hmmmm... menarik, jadi kamu menolak? kalo gitu lihat saja nanti... saya rasa kamu yang akan naik sendiri ke atas tempat tidur saya". Tukas nya angkuh.
Lalu Laluna pergi meninggalkan pak Mahes dengan sedikit emosi dan jijik.
Dia pun pergi ke toilet untuk menenangkan pikiran nya.
Sesampainya di sana, saat sedang bercermin di toilet. Muncul seorang wanita cantik di belakang Laluna yang seketika menarik tangan nya kasar.
"Hei... jal*ng, berani sekali kamu menggoda suami saya, dasar wanita rendahan". Hardik nya.
"Ibu Ira?". Laluna terkejut.
"Maksud ibu apa?, saya tidak pernah menggoda suami ibu". Sambung nya membantah.
__ADS_1
"Mana ada maling yang mau ngaku... saya peringatkan kamu... jangan dekat-dekat dengan suami saya lagi.". Ucap nya tegas.
Lalu buk Ira pun meninggalkan Laluna.
******
Sementara itu di luar, pak Mahes yang mengetahui istri nya sudah menggertak Laluna, ia pun marah dan langsung membawa buk Ira pulang ke rumah.
~Sesampainya di rumah pak Mahes. ~
Pak Mahes langsung membawa istrinya kedalam kamar dan memarahi buk Ira atas apa yang sudah ia lakukan di pesta tadi.
"Dasar wanita rendahan... kamu sudah buat calon istri saya takut... memang kurang di ajar kamu ya...". Teriak pak Mahes.
Lalu ia pun membuka ikat pinggang kemudian mencambuk kan nya pada buk Ira dengan brutal.
Menyebabkan buk Ira memar di sekujur tubuhnya.
"Saya peringatkan kamu.. jangan sekali-kali kamu menakuti Laluna lagi, karena bagai manapun dia sebentar lagi akan jadi adik kamu di rumah ini, istri muda saya... mengerti kamu!". Tegas pak Mahes.
Pak Mahes pun pergi meninggalkan buk Ira yang terluka.
Sementara itu di pesta, Laluna yang sudah ingin pulang di paksa oleh pak Gilang untuk pulang bersama.
"Nggak usah pak, kan saya juga bawa mobil". Ucap Laluna.
"Ini sudah sangat larut, biar mobil kamu Dika yang bawa... ya... please..!!". Bujuk pak Gilang.
Dan pada akhirnya Laluna pun bersedia untuk di antar.
*****
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, mereka pun sampai di apartemen Laluna.
__ADS_1
"terimakasih ya pak... kalo gitu saya masuk dulu".
Ucap Laluna.
"Oh.. iya, selamat malam...". Balas pak Gilang sedikit kecewa sebab tak di ajak masuk dulu mengingat malam yang sudah sangat larut.
Lalu pak Gilang menyalakan mesin nya dan melaju mobil nya dengan capat.
Sementara itu Laluna yang melihat pintu apartemen nya belum juga di kunci, merasa cemas pada adiknya itu sehingga segera masuk berlari kedalam.
Dan didapati nya Dania yang belum tidur sedang asyik menonton TV di ruangan.
"Fyuhhhh..... mbak pikir ada maling.. jam berapa sekarang, masi belum tidur jugak".
"Ehhhh... mbak, hehe... udah pulang mbak?". Dania mengatakan pertanyaan yang konyol.
"Hadeh... yasudah mbak ngantuk, duluan ya.. jangan lupa pintu nya di kunci". Seru Laluna.
Dan dia pun naik ke atas ke kamar nya.
*******
Kembali ke rumah pak Mahes, pria muda masuk ke kamar untuk mencari ibu nya, dia di buat terkejut saat dapati ibu nya tersungkur di lantai dengan banyak bekas cambukan di tubuhnya. Dengan segera ia pun menggendong si ibu dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Buk, ada apa lagi ini buk?". Tanya nya.
"Sayang... ibu tidak apa-apa". Belai buk Ira pada pipi anak nya itu.
"Ayah.. ayah yang sudah lakuin ini sama ibu kan?".
"Tidak sayang... kenapa kamu pulang?".
"Aku kangen sama ibuk".
__ADS_1
"Ibu jugak".
Ibu Ira pun memeluk pria itu dengan erat.