Wanita 35 Th & Brondong Gay.

Wanita 35 Th & Brondong Gay.
Resmi.


__ADS_3

2 Minggu setelah kejadian itu, Dania Maharani resmi menjadi istri muda dari tuan Mahes Machendra.


Meskipun berat bagi Ira Hachendra, namun hal itu lebih baik daripada harus kehilangan muka suaminya nya.


"Dania.. selamat ya!". Seru Laluna.


Namun gadis itu tak sedikit pun menghiraukan Laluna.


Dia memalingkan wajahnya untuk yang pertama kali nya. Begitu juga dengan kejadian waktu itu, tak ada permintaan maaf samasekali dari mulut Dania kepada Laluna.


Melihat ekspresi wajah Dania yang seperti ingin mencabik Laluna, Divo pun menarik tangan perempuan itu menuju kursi tamu yang sudah di persiapkan.


"Mbak ngapain sih ngasih selamat, mbak gak sadar jugak. Apa yang udah di lakuin sama Dania ke mbak?". Grutu Divo.


"Ntahlah... aku gak bisa marah sama dia, meskipun dia sudah melakukan kesalahan yang besar seperti itu padaku.".


Ketika Divo dan Laluna sedang mengobrol, buk Ira datang menghampiri keduanya.


"Boleh saya ikut duduk di sini?". Tanya nya.


"Mama...".


"Oh... buk Ira, tentu silahkan". Timpal Laluna.


"Terimakasih!". Ucap buk Ira.


"Oh yah... tidak perlu seformal itu, umur kita jugak mungkin hanya terpaut 2-3 tahun, dan lagi... sekarang adik kamu jadi madu saya, untuk itu panggil saya dengan nama aja..". Sambung nya.

__ADS_1


"Hmmm... baiklah!". Jawab Laluna.


*


*


"Baik.... selamat datang untuk para undangan yang sudah hadir di acara yang berbahagia ini, selanjutnya acara akan di lanjutkan dengan pemotongan kue pengantin, gan pelemparan bunga... yuk... mari kita saksikan.... dan mana tepuk tangan nya...".


Suara mc menggema dari atas podium.


Dan para tamu pun dengan senang menantikan acara selanjutnya itu.


Para tamu yang belum menikah pun yang pernah menikah, mendekati podium pengantin untuk mendapatkan seikat bunga mempelai wanita.


Lalu Dania berdiri tegak membelakangi orang-orang kemudian melemparkan seikat bunga, dan...


"Wow...wow...wow... ternyata.... bunga itu tertangkap oleh tangan dari sang putra mempelai pria kita... tepuk tangan....". Teriak Mc.


Semua orang yang hadir pun bersorak bertepuk tangan.


Selanjutnya acara pemotongan kue pengantin, dilihat Dania yang ogah ketika tangan nya yang memegang pisau di pegang pula oleh Mahes.


Namun dengan terpaksa, diapun bersama-sama mengarahkan pisau itu ke kue dan memotongnya.


****


Semua acara berjalan dengan hikmat, para tamu undangan satu persatu meninggal kan acara.

__ADS_1


Malam pun tiba, buk Ira yang tidak sanggup menyaksikan suami nya yang akan tidur dengan madunya itu, memilih untuk ikut pergi ke apartemen Divo.


Sesampainya di apartemen Divo.


"Ma... nanti mama tidur nya di kamar aku, biar aku tidur di ruang tv". Ucap Divo.


"Loh... kenapa begitu, kita tidur bareng aja". Usul Bu Ira.


"Baiklah.. aku jugak kangen sama mama...".


Mereka berdua pun mengganti baju nya dan bersiap untuk istirahat.


Ira memeluk anak nya itu menjelang tidur, meluapkan semua rasa sakit dan kecewa yang ia tahan hari ini.


"Ma... mama sedih ya?, maaf ya.. aku belum bisa bikin Mama bahagia". Ucap Divo lembut.


"Nggak sayang .... Mama bahagia ko". Ira menyangkal.


"Mama jangan bohong lagi, kalo mama mau nangis mama nangis aja... aku gak bakal ngejekin mamah kok, he..".


Ira pun menangis tersedu-sedu di dekapan anak nya itu, dada bidang Divo pun merengkuh erat tubuh mungil ibu nya.


"Hxhxhxhx .. kenapa semua nya harus terjadi seperti ini... apa mama sudah tak cantik lagi.. atau papa sudah tidak cinta lagi sama mama...".


"Mama tetap wanita yang tercantik bagi aku... mungkin papa sedang khilap, jadi dia bertingkah seperti itu... lagian kenapa sih mama Masi aja perduli dengan papa yang sudah jelas selalu nyakitin mamah... lagian mama kan punya aku.. aku akan selalu ngejagain mama..".


"Sekarang kita tidur ya!, sudah malam". Sambung Divo.

__ADS_1


Ira pun perlahan terlelap di pelukan anak nya.


__ADS_2