
Sesampainya di kamar, Laluna masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dan setelah selesai, ia dapati adik nya yang sudah rebahan di atas tempat tidur.
"Ada apa dek?".
"Enggak.. cuma mau ngucapin makasih aja, tadi mbak udah ajak aku main sama anak teman-teman nya mbak, seruuu... banget".
"Anak nya temen-temen mbak, atau Divo nih yang bikin seru nya?". Goda Laluna.
"Ihhhh...mbak, apaan sih".
"Emang menurut mbak, Divo itu orangnya gimana, sih?". Sambung Dania.
"Dia baik, ganteng, perhatian, dan... apa ya.. baik banget lah pokoknya". Tutur Laluna menjelaskan.
Mendengar jawaban itu Dania semakin sumringah.
"Kalo gitu, aku balik deh ke kamar... mau tidur capek, bye mbak".
"Iya...".
Dania pun pergi dari kamar Laluna.
Menyadari jika adik nya mulai bisa melupakan pria brengs*k itu, membuat Laluna merasa senang.
****
Keesokan harinya, kebetulan hari ini adalah hari minggu. Laluna yang sedang olah raga di taman yang gak jauh dari apartemen nya. Berlari santai sembari menikmati lagu di headphone nya. Tidak menyadari kedatangan pesepeda dari arah belakang, sehingga dia pun bermaksud menyebrangi jalan dan..
Brukkkk...!!
Seseorang menarik Laluna hingga terpental bersama ke pinggir trotoar.
"Awwwww.... sakit!". Ringis Laluna.
Laluna jatuh tepat di atas tubuh seseorang.
__ADS_1
"Mbak gak papa, kan?".
Lalu dia membuka matanya, dan betapa kagetnya jika wajah nya kini berada tepat di atas wajah Divo.
"Di.. Divo?".
"Hmmm... iya...".
Melihat kancing baju Laluna yang sengaja di buka di bagian dada, memperlihat kan belahan indah kenyal putih mulus terpampang jelas di depan mata Divo. Tiba-tiba Laluna pun merasa ada bagian keras yang mengganjal di antara kedua pahanya membuat ia terkejut dan langsung bangkit dari tubuh Divo.
"Em...mmmm.. ma.. makasih kamu udah selametin mbak..". Ucap Laluna.
"I..iya mbak...".
"Yasudah kalo gitu mbak lanjut lari ya..".
"Iya mbak".
Laluna pun melanjutkan lari santai nya.
"Ke..kenapa bangun?, padahal ini terjadi jika aku sedang bersama Tony saja, a..apa aku?". Divo bingung dengan perasaan nya.
Kemudian dia juga pergi pulang menyusul Laluna jauh di belakang.
Malam harinya, Divo yang masih heran atas apa yang terjadi pada si tampan nya tadi, membuat dia tidak dapat tidur. Dia terus membolak-balikan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan bantal, berharap matanya akan segera terlelap.
"Aaaaahhhhhh.... susah banget sihhhh.... gila..apa yang terjadi sama aku tuhan".
Lalu Divo pun menenggelamkan wajahnya ke bantal.
______--________-_______
Setelah beberapa saat kemudian, ada seseorang yang mengetuk pintunya. Lalu Divo bangun untuk membukanya. Dan pada saat di buka, ternyata itu adalah Laluna dengan memakai piyama tidur transparan nan menggoda, sembari menggigit bibir nya Llauna pun mendorong perlahan tubuh Divo masuk kedalam kamar.
"Emmm..mbak.. kenapa ada di sini?". Divo kebingungan.
__ADS_1
"Suuuutttt... sayang, malam ini aku ingin kamu". Ucap Laluna manja.
Lalu Laluna menjatuhkan tubuh Divo ke atas tempat tidur, kemudian duduk tepat di atas permukaan kejantananan Divo.
Piyama yang begitu transparan memperlihatkan jelas lekuk tubuh Laluna dengan sempurna, begitupun menampakkan jelas sepasang bulatan kenyal indah yang berisi sempurna dengan pu*ing merah merona yang terbalut kain bening malam.
"Aaaaahhhhhh... sayang, aku gak tahan...". Desah Laluna.
Kemudian diapun menurunkan kedua tali piyama nya, lalu mengambil tangan Divo dan di simpan nya di bulatan kenyal itu.
Dengan spontan Divo meremas-remas nya lembut membuat Laluna mendesah kenikmatan.
Lalu Laluna membungkukkan tubuhnya kemudian melum*at habis bibir Divo, dan Divo membalas ciuman nya dengan binal.
Luput dalam angan nya, tak henti membiaskan perasaan hati, kedua nya tak dapat lagi mengendalikan hasrat mereka.
Divo mendorong nya kesamping, lalu melepaskan CD Laluna. Setelah itu, dia membuka lebar paha Laluna dan mendekatkan wajah nya tepat ke belahan bibir vag*na Laluna, kemudian dia menjulurkan lidahnya ke kloteris kecil yang sudah memerah itu.
Laluna pun semakin meringis kenikmatan.
"Aaaaahhhhhh.....Aaaaahhhhhh... sayang".
Tak tega dengan si tampan nya yang sudah semakin mengeras, Divo menarik wajah nya, lalu menancapkan batang kejantananan di mulut vag*na Laluna. Perlahan ia menekan-nekan nya, memaksa untuk masuk.
Sementara itu, Laluna merasakan ada benda tumpul yang mencoba menerobos masuk kedalam vagi*na nya.
Dan pada akhirnya batang kepala kejantanan Divo masuk, lalu dia terus menekan nya.. sampai semua batang nya tenggelam sempurna kedalam liang kenikmatan itu, setelah nya barulah ia Genjot pelan-pelan.
Awalnya Laluna merasa tusukan itu seperti di tusuk jarum, namun lama kelamaan tusukan itu menjadi geli-geli nikmat.
"Aaaaahhhhhh... nikamt sayang".
Desahan Laluna semakin memburu, begitu juga pompaan Divo yang semakin cepat.
hingga pada akhirnya, Aaahhh!! cairan hangat memenuhi lubang vag*na Laluna kemudian Divo tumbang di atas tubuh nya.
__ADS_1