
Agar tidak membuat Sonia curiga mereka pun melepaskan ciuman nya lalu Laluna merapihkan kembali jas dan kemeja sang suami.
"Hooohhhhhh aku benci jika untuk mencium istri ku saja harus sembunyi-sembunyi seperti ini". grutu Divo.
"sudahlah.. ayo kita segera kembali". Ucap Laluna.
Mereka berdua pun bergegas kembali.
*
*
*
Setibanya di meja Sonia keheranan melihat ada noda merah di bibir Divo.
"Kamu habis ketoilet atau habis makan apa?". Sonia heran.
"Aaah barusan aku memakan gula-gula sembari menunggu orang lain karena toiletnya penuh". Divo berbohong.
Namun Laluna sendiri memilih untuk bersikap tenang.
Mereka bertiga mengobrol dan menikmati hidangan nya, sampai tak terasa sudah hampir 1 jam mereka di sana.
saat asik menyedot jus sembari mendengarkan lagu yang di nyanyikan sang vokalis , seorang whiter tidak sengaja menumpahkan jus ke kardigan Laluna.
"Ya ampun maaf mbak, saya tidak sengaja!". Ucap pelayan wanita itu.
"Tidak papak kok, mbak". jawaban Laluna lembut
"Kalo begitu biar saya bersihkan".
"Tidak perlu, biar saya lepas saja..". Laluna kukuh
__ADS_1
whiter itu pun dengan rasa bersalah dan terimakasih karena sudah tak mempersalahkan soal ini segera indur diri untuk membersihkan bekas minuman yang tertumpah di lantai.
Sementara itu Laluna merasa tidak nyaman membuat dia harus melepaskan kardigan nya sehingga memperlihatkan tubuh dan punggung nya yang cerah mulus, membuat Laluna jadi pusat perhatian beberapa pria tidak terkecuali vokalis band yang sedang bernyanyi di depan.
Menyadari itu Divo merasa cemburu dan kesal, ia tak suka wanitanya menjadi di lihat orang lain.
Apalagi ketika salah satu tali tipis Laluna melorot membuat raut Divo berubah 180°
Tak tahan lagi ia pun melepaskan jas nya lalu memakaikan jas itu untuk menutupi bahu mulus Laluna. Melihat perlakuan Divo terhadap Laluna membuat Sonia sudah tak tahan.
"Seperti nya aku ada urusan, biar aku pulang sendiri.. kalian hevan aja ya". ucap Sonia pamit pergi.
"Oh baiklah..". Jawab Divo.
Sonia pun pergi meninggalkan Divo dan Laluna, beberapa setelah kepergian Sonia lalu mereka juga bergegas untuk pulang.
*
*
*
Di kamar ia langsung menarik istrinya ke ranjang bermaksud untuk menghukum Laluna karena sudah membuat kesalahan di restoran tadi.
"Hei apa yang kamu lakukan, aku mau mandi".
"Suruh siapa kamu pakai baju yang menggoda, kamu sengaja ya biar orang-orang bisa liat kamu". Divo sedih
"Sayang, kamu kan liat sendiri aku pake dress yang satu set sama kardigan nya, tapi ketumpahan jus". Jelas Laluna
"Jadi jangan bersikap seperti anak kecil, ya..!! aku mau mandi". sambung nya.
"Mandi bareng yuk!!". Seru Divo
Laluna pun mengangguk Setuju.
Di kamar mandi Divo mengisi bathub dengan air dan sabun, sementara Laluna bersiap-siap melepaskan baju nya.
__ADS_1
kemudian Laluna masuk kedalam bathub lalu di susul oleh Divo.
Laluna duduk di atas pangkuan Divo, ia baru pertama kali mandi di bathub yang besar dan cukup dalam, keluarga Mahendra memang luar biasa.
Divo memeluk istri nya dan berbisik "Sayang kamu tadi gak pake bh ya.. itu nya menjipkak, tau".
"Benarkan?".
"Iya... makanya kalo bukan cuma kita herdua jangan pakai lagi dress yang talinya tipis ya". pinta Divo.
Tiba-tiba Laluna merasakan ada tongkat di belakang punggung nya.
"Sayang... kamu?". Laluna heran
kedua tangan Divo naik memegang dua bulan kenyal yang menggoda, lalu di re*mas-r**as nya dan sesekali ******* p*ti*g nya dengan penuh hasrat membuat Laluna mendesah kenikmatan.
Dirasa sudah cukup membuat istrinya terangsang Divo pun menancap kan pedang perkasa nya lalu digenjot nya mengikuti ritme permainan.
mereka benar-benar terhanyut terlalu dalam sehingga terlupa untuk mengunci pintu kamar dan tidak sempat menutup pintu kamar mandi.
Saat kedua nya telah terbenam dalam situasi yang sangat nikmat tiba-tiba Ira masuk membuat Divo buru-buru menenggelamkan dirinya ke dalam bathub dan hanya menyisakan muka nya agar air sabun tidak masuk ke mata.
"Ma..maaf, mbak gak tau kamu sedang mandi". ucap
namun di dalam bathub Divo Masi saja menggenjot batang nya membuat tubuh Laluna sedikit terhentak-hentak.
"Ahhh tidak papa koh mbak, ahhh..".
jawaban Laluna terdengar aneh, lalu ia melihat ke bawah Divo sedang nyengir puas.
Ira berpikir jika Laluna sedang malu jadi ia pun pergi dari kamar nya dan menutup kembali pintu kamar Laluna.
"Baiklah rasanya tidak tepat kalo gitu nanti saja". Ira pamit.
Setelah Ira pergi Divo muncul kepermukaan, dengan posisi yang masih tidak berubah ia semakin mempercepat genjot*n nya
Kini keduanya tiba di puncak dan Ahhhhh... cairan hangat memenuhi Lubang v*gin* Laluna
__ADS_1