Wanita 35 Th & Brondong Gay.

Wanita 35 Th & Brondong Gay.
Seutas kata.


__ADS_3

*P**agi mencurahkan rindunya pada sang embun.


Sedangkan senja mencurahkan rindunya pada air terjun*.


Sebilah pedang menancapkan busur nya ke mata langit, membuat malam berubah menjadi terang dalam sekejap. Udara pagi yang telah terkontaminasi oleh folusi dari setiap transfortasi yang berlalu lalang di jalanan, begitu ramai membuat nya sering kali terjadi kemacetan panjang. Pagi itu Laluna bermaksud berangkat menggunakan mobil yang di siapkan perusahaan untuk nya sembari mengantar Dania pergi ke kafe untuk bertemu dengan pacarnya Rangga yang tempat nya kebetulan satu arah.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, mereka pun sampai di kafe tempat Dania dan pacar nya itu janjian.


"Akhirnya sampai jugak, kak aku duluan ya!". Seru Dania sembari keluar dari mobil dan langsung lari masuk ke dalam cafe.


"Hati-hati... jangan lupa untuk pulang sebelum sore ya!! kalo nggak kakak kunci kamu di luar". Teriak Laluna.


Dan Laluna pun menyalakan mesin nya lalu pergi.


***


Sesampainya di lobi kantor, dia langsung memarkir kan mobil nya, lalu segera bergegas pergi untuk mengikuti rapat di lantai 7.


Setelah sampai di depan pintu ruangan rapat, ternyata dia sudah cukup lama ketinggalan sehingga segera masuk dan mencoba menjelaskan keterlambatan nya.


"Maaf pak, tadi saya antar adik dulu...".


"Iya nggak papak... silakan duduk, lain kali jangan di ulang lagi". Ucap pak Gilang.


Pak Gilang adalah direktur dari perusahaan tempat nya bekerja, berparas tampan dan berusia sama dengan Laluna. Di ketahui bahwa pak Gilang adalah salah satu dari laki-laki di perusahaan yang sedang mencoba untuk mendekati nya.


Rapat pun selesai, pak Gilang memberikan perhatian khusus pada Laluna, membuat teman kerjanya Luzy, merasa kesal dan cemburu terhadap Laluna. Namun mengingat jabatan Laluna yang lebih tinggi dari nya, membuat Luzy mengurungkan niatnya untuk melabrak Laluna.


***


Langit mulai gelap, tanda jam kerja telah usai. Laluna menyusuri lorong lobi, tiba-tiba tangan nya di tarik oleh seseorang.

__ADS_1


"Pak Gilang?". Laluna kaget.


"Saya mau ngomong sama kamu, lun".


"Iya, ada apa ya pak?".


"Sabtu depan ada acara ulang tahun perusahaan, kamu mau gak jadi pasangan saya?".


"Aduhh gimana ya pak...".


Dan tiba-tiba Luzy melintas di hadapan mereka.


"Luz... sini!". Seru Laluna.


Luzy pun menghampiri mereka berdua.


"Jadi gini, pak... maaf sebelumnya, saya gak bisa... nah sebagai permintaan maaf saya, bagai mana kalo saya rekomendasiin Luzy untuk jadi pasangan bapa nanti".


"Ta...tapi Lun...".


"Ya sudah tidak papah!". Sambung pak Gilang.


"Emm... kalo gitu saya duluan ya, pak..." Ucap Laluna.


Lalu Laluna pun pergi dari hadapan mereka.


Sesampainya di mobil, Laluna langsung menyalakan mesin, lalu menancapkan gas nya.


***


Setelah cukup jauh menempuh perjalanan, Laluna melintasi cafe tadi pagi tempat adik sepupunya nya itu bertemu dengan pacarnya. Merasa penasaran dengan suasana di dalam cafe, dia pun berniat untuk mampir sebentar.

__ADS_1


Setelah masuk ke dalam cafe, di lihat nya pasangan-pasangan muda yang sedang berkencan.


"Mungkinkah ini kusus untuk ABG". Dalam benak nya.


Lalu dia memilih tempat duduk di dekat jendela, kemudian memesan secangkir kopi beserta kudapan manis.


Dan setelah beberapa saat kemudian, pesanan nya datang.


Ketika Laluna menyeruput kopi nya sembari melihat hingar bingar jalanan dari balik jendela, tiba-tiba duduk lah seorang pria bertubuh kekar berpakaian jas lengkap di hadapan nya.


"Maaf... apa saya boleh ikut duduk di sini?".


"Emm... tentu!". Jawab Laluna singkat.


Pemuda yang jelas-jelas terlihat jauh lebih muda daripada Laluna itu, duduk nya perlahan semakin mepet, membuat Laluna merasa tidak nyaman.


"Emmm... kok kamu sendirian aja?". Tanya nya.


"Oh ya... kenalin nama aku Tony, kebetulan aku teman dari pemilik cafe ini". Sambung nya PD.


"Oh...". Jawab Laluna singkat.


"Pacar kamu kemana?, ko gak ada?".


"Pacar?, saya sudah terlalu tua untuk pacaran". Bantah Laluna.


"Tua?, kamu masih cukup muda ko untuk mencari kebahagiaan dengan pacaran, memang kalo boleh tau usia kami berapa?".


"Usia saya 35 th... sudah pantas kan untuk menjadi ibu kamu?".


"A...apa... 35 tahun?". Tony kaget mendengar pernyataan Laluna.

__ADS_1


__ADS_2