Wanita 35 Th & Brondong Gay.

Wanita 35 Th & Brondong Gay.
Percobaan pertama.


__ADS_3

Saat di perjalanan pulang dari reuni, Laluna Masih terheran dengan kedatangan Divo.


"Kenapa diem? kamu heran ya kenapa aku bisa datang?". Divo membaca ekspresi Laluna.


"Panggil aku Tante..!! aku itu mbak nya ibu tiri kamu!". Pukul Laluna ke kepala Divo.


"Aaauuuwww... apa sih, siapa yang Tante aku, kamu itu cinta aku.. bukan Tante". Elak nya.


"Tau dari mana kamu aku ada di cafe itu?". Laluna kembali ke pertanyaan yang awal.


"Aku kan separuh kamu, jadi kemanapun kamu pergi aku tau lah".


"Haiiihhssss sudah lah...". Laluna memutar bola mata malas.


Tiba-tiba hujan kembali turun dengan sangat deras, berhubung rumah Divo lebih dekat mereka pun memilih untuk bermalam di sana.


.


.


.


*****


Setibanya di rumah Divo, Laluna dan Divo masuk dalam keadaan sedikit basah, sebab payung nya tidak mampu melindungi kedua nya dengan sempurna.


"Ya ampun.. kalian habis dari mana?". Tanya Diana yang kebetulan masih menonton tv.


"Mbak habis pulang dari reuni temen SMA dek..". Jawab Laluna.


Lalu datanglah Mahes yang hendak menonton TV jugak.


"Divo.. Luna...? kalian abis dari mana?".


"Udah ya pah... aku sama Luna kehujanan.. mau ganti baju dulu.., yuk Lun!". Seru Divo sembari menarik tangan Laluna.


Divo membawa Laluna ke kamar tamu, dan memberikan satu set pakaian milik ibu nya.


"Nih, Lun..!! baju nya masih baru ko.. jadi belum pernah mamah pakek...". Seru Divo sembari menyodorkan satu set pakaian wanita.


"Hmmm... makasih ya!". Balas Laluna.

__ADS_1


Sementara itu, di dapur Dania sedang menyiapkan teh hangat untuk semuanya.


.


.


Setelah bersih-bersih Divo dan Laluna pun ikut gabung dengan yg lain nya di ruang TV.


"Malam ini kamu menginap saja di sinih, Lun..!". Seru Ira.


"Hmmm iya mbak". Jawab Laluna.


****


Dania datang dengan membawa beberapa gelas teh di nampan, lalu memberikan nya satu-satu pada mereka.


"Makasih dek!". Ucap Laluna.


"Sama-sama". Jawab Dania.


.


.


.


.


"Mas.. malam ini kamu temenin aku bisa.. aku agak gak enak badan". Ucap Ira.


"Kamu manja banget sih". Balas Mahes.


"Iya deh mas, mending malam ini kamu temenin mbak Ira, aku biar sendiri dulu, gak papa kok!". Dania menengahi.


"Benarkah?, baiklah!". Ucap Mahes.


Mestipun Mahes dan Dania belum saling mencintai, nyatanya semenjak menikah mereka selalu tidur bersama dan menghabiskan waktu malam bersama. Hal itu membuat Ira cemburu dan tak nyaman.


.


.

__ADS_1


.


Sesampainya di kamar, Divo merasakan pusing yang teramat sangat. Tubuh nya panas, dan ntah kenapa rasa ingin pun terbesit di pikiran nya.


Beberapa saat kemudian Dania masuk ke dalam kamar Divo, ia melihat Divo bereaksi aneh sehingga dia pun menghampiri nya.


"Div.. kamu kenapa?".


Seketika dalam pandangan Divo ia melihat Laluna sedang menghampiri nya, dan seketika ia menarik tangan gadis itu lalu mendorong nya ke atas tempat tidur. Ia mencium bibir nya dengan liar dan tangan nya pun bertamasya ke mana-mana.


Nafas kedua nya kain memburu, Divo tak mampu lagi menahan hasrat nya itu. Ialu melucuti pakaian gadis itu dan membuka kedua paha sang gadis lalu menjulurkan lidahnya ke dalam va**na sang gadis membuat gadis itu meringis kenikmatan.


"Aaaahhhh...".


Mendengar ******* itu Divo mempercepat gerakan lidah nya yang membuat si gadis mengeluarkan ******* yang lebih keras lagi.


"Ahhhhh... Divo.. I love U, Bibehh" .


Setelah mendengar suara itu seketika Divo tersadar.


Ia membuka matanya dan terkejut saat mendapat jika yang sedang ia cumbu adalah Dania.


"Aaaahhhh sayang... kenapa berhenti, aku pengen". Ucap Dania dengan suara yang menjijikkan.


"Pergi kamu... pergi!". Tegas Divo.


"Kamu kenapa.. barusan kamu yang mulai itu, kamu yang narik aku, kamu yang lakuin semua itu ke aku...".


"Karena aku gak sadar... keluar!!!!!". Teriak Divo.


Dania pun membalut tubuh nya dengan selimut Divo lalu keluar dari kamar.


****


Pagi pun tiba, Laluna yang sudah siap, pamit untuk pualng.


"Kenapa buru-buru, yuk makan dulu!". Seru Ira.


"Makasih mbak.. tapi aku udah kesiangan nih . mau berangkat ke kantor, dan harus pulang dulu untuk membawa tas mengganti pakaian".


"Biar ku antar!". Tawar Divo.

__ADS_1


"Nggak usah, Natan udah jemput aku di depan.. kalo gitu aku pamit ya..". Ucap Laluna lalu pergi.


Setelah Laluna sampai depan gerbang, Divo mengintip Laluna dari balik jendela rumah. Dilihat nya pria tampan yang turun dari mobil dan mempersilahkan Laluna masuk, lalu mereka pun pergi.


__ADS_2