
Keesokan harinya. Seperti biasa Laluna pergi bekerja.
Sesampainya di tempat kerja, pak Gilang memberikan banyak pekerjaan untuk Laluna kali ini, membuat dia harus lembur sampai nanti malam.
"Wah... tumben pak Gilang ngasi kamu pekerjaan banyak, kamu buat dia tersinggung ya?, biasanya dia gak pernah tuh ngebebanin manager kesayangan nya.". Sanggah Luzy.
"Emmmm". Jawab Laluna simpel bermaksud tidak ingin meladeni Luzy.
Dia pun fokus mengerjakan pekerjaan nya, hingga waktu menunjukkan pukul 11 siang.
"Lun... sudah sampai mana?". Tanya pak Gilang yang tiba-tiba menghampiri.
"Baru sebagian pak..".
"Kalo gitu, berhubungan ini sudah waktu makan siang, yuk makan bareng...".
"Nggak pak.. makasih, nanti saya nyusul.".
"Oh... baiklah".
Pak Gilang pun pergi dengan sedikit kecewa.
Sesaat setelah pak Gilang pergi, perut Laluna bergemuruh seperti keroncong. membuat dia malu sendiri.
__ADS_1
"Untung kamu bunyi pas pak Gilang pergi...". Gumam nya.
Karena tak bisa menahan lapar nya lagi, Laluna pergi ke kantin kantor.
Setibanya di sana, seluluh mata memandang ke setiap penjuru kantin, Laluna tak melihat keberadaan pak Gilang.
"Syukurlah...". Gumam nya.
Dia pun duduk, lalu memesan semangkuk mie baso, gorengan, dan teh manis hangat.
Beberapa saat kemudian, pesanan nya sudah sampai, dengan lahap ia langsung menyantap nya tanpa melihat sekeliling.
"Ehemmmm... katanya belum lapar, kok sampai duluan, ya!". Tegur pak Gilang.
Dan pada akhirnya mereka berdua makan siang bersama.
****
Malam sudah semakin larut, ketika Laluna bersiap untuk pulang, di lobi sudah ada pak Gilang yang berdiri di samping mobilnya.
"Bapak.. pelum pulang pak?".
"Iya... saya kawatir kamu pulang lebih malam lagi, makan nya saya nunggu kamu".
__ADS_1
"Emmm... kalo gitu saya duluan ya pak!".
"Kamu gak mau saya antar? malam banget, loh...".
"Gak usah pak... kalo gitu saya pulang duluan ya pak!".
Laluna pun membungkuk kan tubuh nya sedikit guna memberi hormat lalu masuk mobil, dan pergi.
"Luna...Luna.. .susah banget sih dapetin kamu". Gumam pak Gilang.
Saat melewati depan club malam, samar-samar Laluna melihat Tony sedang merangkul seorang perempuan cantik, dengan Divo yang di pegang tangan nya oleh dua orang pria, membuat Laluna memberhentikan mobil tanpa mereka sadari, dan diam di dalam untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Kamu jahat Ton.... aku sayang sama kamu, aku kasih segala nya buat kamu, tapi apa yang kamu lakuin.. kamu malah selingkuh sama jalang ini". Teriak Divo.
"Hahahahahhaah... siapa bilang jadi laki-laki bodoh, gua tegesin sama lu ya... gua bukan gay... gua kepaksa macarin lo, karena gue berpikir Lo mudah di begoin.".
"Udah gak usah banyak bacot, Lo berdua cepet bawa laki jadi-jadian ini ke bos... lagian tampang nya lumayan lah buat nyenengin hasrat bos, hahahaahha". Sambung Tony.
Kemudian kedua pria itu membawa Divo kedalam, merasa kasihan dan memiliki hutang Budi atas kebaikan bi Sugeng terhadap nya dan Dania. Luna pun turun diam-diam dan mengikuti dua pria yang membawa Divo ke dalam.
Sesampainya di depan sebuah pintu kamar, kedua pria itu membawa Divo masuk, lalu mereka keluar kembali.
Setelah pria itu jauh, Laluna pun mencoba mendekati pintu itu, namun saat ingin membuka nya, ternyata sudah di kunci dari dalam.
__ADS_1
Laluna semakin kawatir, kemudian ia tersadar kalo dia memiliki jepitan kawat yang mungkin bisa untuk membuka pintu nya.