Wanita 35 Th & Brondong Gay.

Wanita 35 Th & Brondong Gay.
Mahes kecil


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu, Dania pun mengalami kontraksi sehingga di larikan ke rumah sakit.


*


*


*


Setelah beberapa jam semua nya menunggu di depan ruang bersalin akhirnya terdengarlah suara tangisan kecil dari dalam kamar.


"Akhirnya... dia sudah lahir". Mahes gembira


"Iya... syukurlah, aku ikut senang". Ucap Ira.


Namum Divo tetap bisa melihat kesedihan di wajah ibu yang sudah ia anggap segalanya itu.


Semenjak menikah dengan ayah nya, Ira tidak bisa memberikan keturunan kepada Mahes hal itu yang membuat Mahes gelap mata dan berubah menjadi seperti ibu nya dulu. Kasar serta suka bermain curang di belakang Ira.


Kemudian dokter keluar dari ruangan dan memperbolehkam keluarga untuk melihat.


"Silahkan masuk, saya undur diri". Ucap dokter


*


*


*


Di dalam kamar Mahes tak henti-hentinya memuji rupa sang anak yang baru saja di lahirakan itu.


"Wahhh sungguh tampan jagoan ku ini.. seperti aku saja, bukan". Mahes bangga.


"Iya.. tampan sekali" timpal Ira.


"Selamat ya, Dania...". sambung madunya

__ADS_1


"Iya mbak, terimakasih!". Jawab Dania.


"Wahhh tampan..., liat tuh ponakan mbak Luna tambah satu, kapan mau nyusul.. nanti keburu peot, loh". Ejek Divo


(Awas saja kamu, kalo aja gak ada orang sudah ku pukul ). Gumam Laluna.


"Sudah lah.. jangan mengejek Tante mu, kamu jugak kapan mengenalkan pacar pada ayah?". tanya Mahes.


"Tenang cepat atau lambat aku akan membawa nya kehadapan kalian". Divo percaya diri


"Ingat tan, jangan sampe keduluan juga sama aku". Sambung Divo meledak Laluna.


"Pasti!". Jawab Laluna dengan senyum pahit.


*


*


*


Setelah beberapa hari di rawat, Dania dan anak nya sudah bisa pulang.


Di rumah Laluna dan Ira sudah menyiapkan pesta kecil-kecilan untuk menyambut Dania dan bayinya dengan di hadiri sanak keluarga serta para kerabat.


"Gimana kamu suka, tidak?". Tanya Ira


"Aku suka sekali mbak, terimakasih ya!". jawab Dania.


Sementara Divo mendekati Laluna lalu berbisik


"Gimana, kapan kita bikin mahluk kecil seperti itu?".


"Jangan macam-macam". Tukas Laluna.


Acara pun berjalan lancar dan nama anak sudah di tentukan Alvaro Mahendra

__ADS_1


Di pertengahan acara, Mahes kedatangan teman dekat nya berserta seorang anak gadis dan istri.


"Makmur!". Sapa Mahes senang.


"Selamat ya... atas kelahiran putra mu, dia tampan sekali". Ucap Makmur.


"Oh kenalkan ini istri ku Tia, dan ini putriku Sonia". sambung nya.


"Ya ampun ini kali pertama kamu membawa istri dan putri mu ke sini, mari silahkan duduk dan bersenang-senang lah!". Seru Mahes.


"Iya.. oke oke..". sungkan Makmur.


Sejak pertama kali masuk Laluna memperhatikan gadis cantik itu tak henti-hentinya melihat Divo yang sedang menggendong adik sambung nya.


Sementara itu Mahes memanggil divo untuk memperkenalkan dia pada Makmur dan keluarga nya.


"Divo kemari!". seru Mahes


"Nah.. perkenalkan ini putra ku Divo". ucap Mahes.


Tak terpungkiri Mahes beserta Makmur dapat melihat ketertarikan Sonia terhadap Divo sehingga terciptalah suatu ide.


Acara pun selesai, semua tamu pulang satu persatu setelah memberikan ucapan selamat.


*


*


*


Malam hari kemudian, dengan rasa letih Mahes mendatangi Ira di kamar nya.


Di tengah perbincangan tiba-tiba Ira merasa mual lalu berlari menuju toilet.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja?". Mahes khawatir

__ADS_1


"Iya aku baik-baik saja, mungkin hanya masuk angin". jawab Ira


"Sudah lah kalo gitu kamu cepat istirahat, biar aku menemanimu malam ini". Ucap Mahes.


__ADS_2