
Tony masih terdiam tak percaya menatapi Laluna. Dia pikir wanita di hadapan nya itu paling tidak hanya berbeda beberapa usia saja.
"Maaf..maaf .. berati saya harus panggil kakak yah, biar lebih sopan.". Ucap Tony.
"Tidak papah... panggil aja tante!". Seru Laluna.
"Aaaahhh. . jangan lah... masih cantik banget ko... saya aja sampe gak percaya kalo usia kakak hampir sama dengan mama saya.". Imbuh Tony.
Dan saat Tony bercerita banyak sambil tak henti mengalihkan pandangannya pada Laluna, tiba-tiba datang lah pria muda menarik tangan Tony dengan sedikit emosi.
"Kamu lagi ngapain disini?".
"Kamu apa-apaan sih main tarik aja". Tony kesal.
"Mbak Luna?, mbak Luna ngapain di sini sama pacar aku?". Tanya Divo.
"A..aku... aku kebetulan sedang mampir sebentar, dan aku sama Tony baru ketemu barusan". Jelas Laluna.
"Oh.. jadi kalian saling kenal, ya?.". Ucap Tony.
"Iya.... kebetulan apartemen kita sebelahan". Jawab Laluna.
"Yasudah ayok kita jalan... aku bosen, kita ke mall ya!". Pinta Divo manja.
"I...iya... iya... tapi gak usah geledotan juga lah".
Lalu mereka berdua pergi dari hadapan Laluna.
Melihat langit sudah semakin gelap. Laluna membayar bil nya lalu segera pulang.
__ADS_1
***
Setibanya di apartemen, dia dapati pintu depan yang terbuka, dan ketika masuk, ternyata ada bi Sugeng di dalam.
"Bibi... ko ada di sini?".
"Iya Non, bibi bawain makanan buat non Luna sama non Nia".
"Ya ampun bini ko ngerepotin sih, saya kan jadi gak enak".
"Iya nih ka... lama-lama kita jadi keenakan kan, ya!". Timpal Dania.
"Yasudah kalo gitu bibi pamit ya, di rumah gak ada siapa-siapa".
Lalu bi Sugeng pun pamit pulang. kemudian Laluna pergi kekamar nya untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi saat dia keluar, dia sudah dapati Dania yang sedang duduk menunggu nya di tempat tidur.
"Nia... ada apa kamu di sini?".
"Iya apa?".
"Aku... aku... ma..mau minta ijin untuk menikah dengan Angga, apa kakak tidak keberatan?".
Wajah Laluna seketika dingin, mata nya dengan tajam menatap adik nya itu, membuat hati Dania di buat gelisah tak menentu. Tiba-tiba..
"Hahahahahaha... kamu ko serius amat sih dek, kakak nggak papa ko kalo kamu emang udah siap buat nikah, ya silakan... gak perlu minta ijin segala lah..".
"Iiihhh... kakak, bikin kaget aja... tapi kakak beneran gak kenapa-kenapa?".
"Iya... gak papa kok, lagian nih ya... kakak gak keberatan kalo harus di langkahin sama kamu, itu berati jodoh kamu lebih cepat datang daripada kakak".
__ADS_1
Seketika Dania bangkit lalu memeluk Laluna dengan erat.
"Aaaahhh... makin sayang... makasih ya kak!".
"Iya sayang... gak usah kencang-kencang Napa... engap tau".
Dania pun melepaskan pelukan nya.
"Iya.. maaf-maaf...".
"Memang, kapan kamu akan menikah?".
"Berhubung pandemi yang masih berlangsung ini, dengan perpaksa membuat aku menunda resepsi pernikahan, jadi nikah aja dulu di KUA, lagian kan sayang loh kalo di hambur-hambur... mending buat modal kedepan nya aja".
"Iya sih... jadi, kapan?".
"Minggu depan...".
"Yaudah... mudah-mudahan lancar sampe hari H ya".
"Iya...makasih, kalo gitu aku tidur dulu, ya... bye!!".
Lalu Dania pergi dari kamar Laluna.
***
Pagi pun tiba, seperti biasa Laluna sudah bersiap untuk berangkat kerja. Namun tiba-tiba Dania meneriaki nya dari dapur.
"Kak.... sarapan dulu...!". Seru Dania.
__ADS_1
"iya...".
Lulu mereka berdua sarapan bersama.