
Setelah selesai memakan es krim. Divo pun mengajak mereka untuk kembali.
Lalu bermain bersama, naik prosotan, ayunan, dan permainan anak-anak yang lain nya.
Melihat Dania yang sesekali masih melamun, Divo pun berinisiatif menggonggong nya, kedua tangan kokoh Divo mengangkat tubuh Dania secara tiba-tiba sehingga Dania reflek dan menyimpan tangan nya di dada bidang Divo yang membuat jantungn Dania semakin berdegup kencang. Lalu membawa Dania ke mangkuk putar.
Saat ingin menurunkan Dania di permainan itu, tangan nya melingkar kuat di leher Divo.
"Aaaahhhh.... gak mau, aku gak mau naik, mual tau di puter-puter.". Rengek Dania.
"Enggak, nanti aku puterin pelan-pelan...". Ucap Divo.
Divo yang melihat Axel dan Dito sedang bermain jungkat-jungkit menyuruh mereka untuk main mangkuk putar bersama Dania.
"Axel.. Dito... sini!! main mangkuk putar yuk sama Tante Dania!". Seru Divo.
Dan mereka berdua pun menghampiri Divo dan Dania.
"Iya om...".
"Kalian masuk duluan..!".
"Iya om..".
"Nah.. sekarang giliran kamu Dan...".
Dania yang masih di gendong enggan untuk turun.
"Aku gak mau turun... aku gak mau naik itu, gak muat lah buat aku.. naik ayunan aja lah ..".
__ADS_1
"Pokonya naik ini...". Tegas Divo.
Lalu dia menurunkan Dania dengan paksa dan mendudukan nya di kursi mangkuk putar. Di karenakan tubuh Dania yang 4 kali lebih besar daripada Dito dan Axel, membuat kaki Dania keluar garis dan sulit untuk melipat kan kakinya.
"Gak muat Div... kamu ini ih".
"Hahahahahaahahahah... kamu nya aja ya gendut". Ejek Divo.
"Apaan sih Div...aku gak gendut, aku mau turun .. cepat turunin aku!".
"Yaudah ayok....!!".
Pada akhirnya, hanya Dito dan Axel yang naik mangkuk putar itu, lalu Divo yang memutar-mutar nya.
"Aaaaahhhhhh.... lebih cepat om... biar seru!". Ucap Axel.
"Jangan... nanti jatuh". Jawab Divo.
"Oke...".
Divo pun sedikit mempercepat putaran nya, membuat Dito dan Axel tertawa kegirangan.
Di ujung sana, Laluna dan teman-teman nya yang melihat itu merasa kagum dengan Divo.
"Wah... Divo hebat banget ya, anak aku sampe nempel sama dia, padahal kan baru kenal, dan Axel itu sebenernya susah loh buat Deket sama orang baru". Ucap Tamara.
"iya... Dito jugak". Timpal Niken.
"Ehhh... udah sore nih... aku harus pulang duluan". Ucap Inggrit.
__ADS_1
"Aku jugak..". Balas Tamara.
"Anak-anak...cepat kesini". Seru Sisi.
Dan mereka pun datang.
"Yasudah, sayang yuk pulang.. udah sore!". ucap Niken pada Dito.
"Iya mah..". Balas Dito.
"Sayang yuk pulang". Ucap Tamara.
"Iya mah". Balas Axel.
"Kalo gitu aku jugak pulang deh.. yuk sayang". Seru Sisi pada Eca.
Dan pada akhirnya, semua nya pulang.
****
Saat di mobil Dania yang duduk di depan dengan Laluna tak henti curi-curi pandang pada Divo lewat kaca spion depan.
Di lihat nya pemuda tampan dan pomede yang sedang mengantuk karena sudah main seharian. Hal itu membuat nya beberapa kali tersenyum.
Setelah cukup lama menempuh perjalanan, Akhirnya mereka sampai di depan apartemen Laluna.
"Wah... udah sampai ya, kalo gitu aku duluan deh... ngantuk". Ucap Divo.
"Oke... emm makasih ya kamu udah ngajak anak-anak sama Dania main". Ucap Laluna.
__ADS_1
"Ia mbak... sama-sama.. yaudah aku duluan ya!".
Divo pun keluar mobil lalu berjalan menuju apartemen nya yang hanya berjarak 1 meter di samping apartemen Laluna. Dan mereka jugak masuk kedalam untuk melepaskan lelah.