Wanita 35 Th & Brondong Gay.

Wanita 35 Th & Brondong Gay.
Mulai.


__ADS_3

Setelah semua menu yang di masak Divo selesai, mereka berdua pun menata nya si atas meja.


"Ternyata kamu pandai memasak jugak!". Puji Dania.


"Pastinya dong, bukankah sudah kubilang... aku akan menjadi abang mu... tentu aku harus bisa masak untuk memanjakan lidah istri ku nanti".


"Berhentilah membual!. aku tidak ingin memiliki Abang seperti mu. Mbak Luna gak cocok sama kamu".


"Hey... ucapan apa itu.. gak boleh gitu, kamu berdosa banget".


"Apanya yang berdosa? aku gak ada dosa.. kamu yang berdosa".


"Up to U.. aku lapar, aku mau makan". Tukas Divo.


Lalu pria itu mengambil nasi di piring beserta lauk nya dan pergi meninggalkan Dania ke ruang tv.


"Apa-apaan sih, dia itu... siapa jugak yang mau punya ipar kayak dia". Gerutu Dania.


Dan saat ia menyendok masakan Divo lalu memasukkan nya ke mulut, mata Dania terbelalak tak percaya.


"Ummm... enak sekali... pandai jugak dia, kalo aku punya suami kayak dia, seneng jugak aku, bisa-bisa aku gendut".

__ADS_1


Hari pun semakin siang, Dania yang ingin menonton TV, mendapati Divo yang tengah tertidur pulas di sofa.


"Apa-apaan dia, dia pikir ini rumah nya.. makan langsung tidur, diabetes tau rasa deh!".


Saat Dania ingin pergi, tiba-tiba tangan Divo menarik nya.


"Buk.. jangan pergi, aku takut...".


"Rupanya dia mengigau, padahal ini siang bolong.. Ahhhhh.. sudah lah. Kasian jugak, pasti dia punya masa lalu yang kelam.".


Dania pun duduk di tepi sofa. Dia terus menatap wajah tampan yang sedang tertidur pulas itu.


Semakin ia tatap, semakin hati nya merasa gelisah. Dia sadar jika dia mulai menyukai nya, semakin dalam.. semakin terasa sakit, jauh di lubuk hatinya. Namun ia tahu betul, Divo menyukai Laluna. Tak mungkin ia akan berebut laki-laki dengan mbak nya itu.


Hari silih berganti, Dania semakin dekat dengan Divo. Begitupun dengan perasaan nya yang semakin tumbuh. Kecemburuan mulai semakin tampak setiap kali Divo memberikan perhatiannya pada Laluna.


Hatinya berontak, mengadu argumen dengan hati sendiri. Di sisi lain ia muali sangat menyukai Divo, di sisi lainya ia tak ingin berebut lelaki dengan mbak nya itu.


Hingga pada suatu hari, saat mereka bertiga sedang merayakan ulang tahun Laluna. Dania mempunyai kesempatan berduaan dengan Divo.


Sementara Laluna sibuk melayani teman-teman nya yang ikut hadir.

__ADS_1


Dani dan Divo yang saat itu sedang di pinggir kolam renang yang di hiasi berbagi balon dan lampu Tumbler memberikan suasana malam yang terkesan romantis.


"Emmmm... Div, aku mau nanya boleh?".


"Tanya apa?".


"Kalo kamu menyukai seseorang, tapi orang itu menyukai teman kamu sendiri, apa yang akan kamu lakukan?".


"Ngapain sih kamu nanya hal gituan?".


"Jawab aja napa?, kamu bakal lakuin apa?".


"Ya aku bakal berusaha buat dapetin dia, lah.. secara kan dia cuma suka temen aku, belum sampe jadian, toh itu bukan nikung temen jugak, kan. kecuali kalo temen kita nya suka juga, baru deh aku bakal nyerah, daripada harus ribut cuma gara-gara satu perempuan.". Tutur Divo menjelaskan.


"Emmm.. kan kamu gak tau kalo temen kamu suka atau nggak sama perempuan itu.".


"Hahaahhaha... gampang lagi buat nyari tau apa orang itu suka atau nggak".


"Caranya...?". Dania penasaran.


"Kamu tatap matanya kaya gini". Ucap Divo sembari memegang kedua tangan Dania dan menatap mata nya.

__ADS_1


Mereka pun saling menatap satu sama lain. Divo menatap Dania syahdu, dan Dania membalas nya dengan tatapan serupa, luput dalam angan nya. Dania mulai merasa gelisah, ia tak ingin kehilangan laki-laki yang ada di hadapannya. Semakin dalam membuat keduanya tak dapat lagi mengendalikan diri, hingga pada akhirnya kepala mereka saling mendekat, lalu merapat, bibir mereka pun saling menyentuh lembut.


__ADS_2