
Setelah di lihat isi Camera, terekam aksi heroik seorang laki-laki yang menghajar 2 orang laki-laki brengs*k di awal. Dan sangat tidak penyangka jika wajah pria brengs*k yang ketiga adalah laki-laki yang sangat dia cintai. Ditambah tidak menyangka lagi jika laki-laki yang telah menyelamatkan dia adalah Divo, laki-laki yang telah ia hardik dan usir barusan.
Sedangkan kejadian yang telah terjadi itu di akibatkan dia sendiri yang hilang akal sehingga menggoda Divo terlebih dulu. Merasa menyesal dan malu, Laluna pun pergi membersihkan diri nya.
***********
Setelah semuanya selesai, Laluna pun turun kelantai 1 menuju lestoran. Langkah nya terhenti saat melihat sosok tadi pagi sedang sarapan bersama adiknya.
Kemudian dia melanjutkan langkah nya dan duduk di kursi terdekat.
Lalu seorang Waiter menghampiri nya membawa dua buah daftar menu.
"Selamat siang, mbak... silakan di lihat daftar menu nya". Seru Waiter.
Laluna pun membuka buku menu sembari pandangan nya tertuju pada sosok yang berada cukup jauh beberapa meja di depannya.
"Emmmm mbak.. jadinya mau pesan apa?". Tukas si Waiter menyadarkan Laluna.
"O..oh... iya, saya mau pesan sup, bipsum, dan tumis makanan laut, ya!". seru Laluna.
Dan Waiter pun mengiyakan nya lalu pergi.
Terlihat di ujung sana laki-laki dan dagis itu tertawa lepas, ntah apa yang mereka bahas. Namun hal itu membuat Laluna tiba-tiba merasa sedikit tidak nyaman di hati nya.
******
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, pesanan Laluna telah sampai. Dan dengan segera, dia pun menyantap makanan tersebut sembari pandangan yang tetap tertuju pada sosok berdua di depan.
Menyadari jika ada seseorang yang memperhatikan nya sedari tadi, Dania pun melirik ke belakang lalu di dapatinnya Laluna yang sedang sarapan sendiri.
"Hey.. mbak, sinih...!!!". Teriak Dania.
Divo pun ikut menoleh. Sesaat keduanya saling menatap, lalu seketika Divo dan Laluna pun membuang muka bersamaan.
Sementara itu, Laluna yang ragu untuk bergabung, di tarik tangan nya oleh Dania ke meja dimana ia dan Divo sarapan. Hingga pada akhirnya, mereka bertiga sarapan bersama.
Suasana seketika hening. Dania yang merasa aneh pun melirik Laluna sesaat, lalu memutar matanya nya ke Divo. Seperti sedang diantara pasangan yang sedang bertengkar.
"Hey... ko pada diem sih?, apa makanan nya gak enak?". Tanya Dania heran.
"Emmmm... oke deh, silakan lanjut makan... tapi gak usah pada terlalu serius jugak, kali". Sanggah Dania.
Dan mereka pun melanjutkan sarapan nya tanpa kata-kata.
Setelah selesai sarapan, Laluna pergi duluan ke kamarnya. sementara Dania yang masih ingin bersama Divo, mencari ide agar Divo tidak segera pergi.
"Ehhh... anterin yuk .. kita kekamar ku!".
"Hng.... gimana ya, gak enak ah sama orang". Jawab Divo.
__ADS_1
"Hei... lagian kan bukan mau ngelakuin yang nggak-nggak. toh ada mbak Luna kok disana.".
"Laluna?, emmmm nggak deh"
Divo terus menolak keras hingga akhirnya di biarkan pulang.
******
Setelah itu Dania pergi ke kamarnya guna membereskan barang-barang. Namun sesampainya di kamar ia dapati Laluna yang sedang termenung.
"Mbak?, ko bengong... hayo.. bukan nya mbak ada rapat nanti siang?". Ucap Dania.
Laluna yang tak menyadari kedatangan nya di buat kaget.
"Eee...eehhh dek, iya.. mbak kurang enak badan kayak nya.". sahut Laluna terbata-bata.
"Oh.. pantesan gak fokus gitu".
"Oh ya, semalam mbak tidur di kamar mana?, ko gak si sini?". Sambung Dania.
"Emmmm...mbak, ti.. tidur.. di kamar sebelah, soalnya capek banget jadi gak sadar salah masuk. untung kamar yang kita sewa cukup banyak".
"Iya sih, yaudah aku udah beres masukin semua barang aku, kalo mbak?".
"Mbak jugak udah beres, lagian cuma gaun sama tas".
__ADS_1
",Oh, kalo gitu aku mandi dulu ya!".
Dan Dania pun pergi untuembersihkan diri nya.