
Seperti yang sudah di rencanakan, Dania pergi ke pantai bersama Laluna untuk liburan akhir pekan.
Kala itu hari kian semakin gelap, membuat mereka harus segera mencari penginapan yang paling dekat di area pantai tersebut.
Setelah cukup lama berjalan menyusuri pantai, mereka berdua akhirnya menemukan penginapan yang cukup bagus dan klasik.
"Di sini aja yuk mbak, tempat nya oke jugak". Saran Dania.
"Hmm.... oke!". Jawab Laluna.
Mereka berdua pun segera masuk ke dalam penginapan dan memesan dua buah kamar untuk masing-masing.
Setelah kedua nya sudah menyimpan dan menata rapih barang-barang bawaan di kamar. Mereka keluar untuk menikmati pantai malam yang dingin namun terlihat tidak kalah indah.
Desir ombak yang menghantam karang, decitan camar yang mulai pergi ke peradaban nya. Membuat suasana malam di pantai semakin menyenangkan.
Laluna berjalan menyusuri tepian pasir yang lembut dan dingin, lalu Dania menyusulnya dengan menyodorkan segelas kopi hangat.
"Mbak... nih kopi!". Seru nya.
"Kamu nyusul mbak?, oh.. iya makasih.".
Dania tak melewatkan pandangan nya dari kakak nya itu , menunggu Laluna untuk meminum kopi nya itu. Dan pada akhirnya, ia pun menyeruput kopi yang ada di tangan nya.
__ADS_1
3menit berlalu, belum ada reaksi apa-apa pada Laluna, membuat Dania merasa sedikit heran. Karena bosan, ia jugak meneguk kopi nya yang mulai dingin.
Seketika itu Dania merasa pusing dan langsung terjatuh tidak sadarkan diri.
"Dek... kamu kenapa...?" Laluna panik.
Lalu dia mencoba untuk memapah Adik nya itu, tapi penginapan cukup jauh dari keberadaan mereka.
Beberapa saat kemudian, datang lah dua orang nelayan yang baru pulang melewati mereka berdua, membuat Laluna dengan mudah meminta pertolongan.
"Pak...pak... bisa tolong adik saya, dia pingsan". Seru Laluna.
"Oh iya... neng".
Salah satu dari mereka berdua pun menggendong Dania sampai ke penginapan.
*****
"Makasih banyak ya pak... jadi ngerepotin". Ucap Laluna.
"Iya gak papah neng... kalo gitu kami pamit ya".
Berhubung kamar nya lebih dekat daripada kamar Dania, Laluna pun langsung memapah adik nya itu ke kamarnya.
__ADS_1
Dia merebahkan Dania di atas tempat tidur, lalu mematikan lampu nya dan menyalakan lampu tidur di atas narkas. Kemudian pergi ke luar untuk mencari minyak angin dan makanan.
Sementara itu beberapa saat setelah kepergian Laluna, seseorang mengendap masuk ke dalam kamar Laluna.
_________
30 menit kemudian, Laluna sudah kembali. Namun ia dapati kamar nya yang sudah terkunci dari dalam.
"Loh... ko di kunci ya, oh.. mungkin Dania sudah sadar dan tidur. Kalo gitu aku ke restoran samping dulu deh.. lapar". Ucap Laluna.
.
.
Setelah sampai restoran penginapan, ia langsung memesan bebek bakar, tumis kangkung, dan olahan seafood. Hanya beberapa menit kemudian, pesanan nya sudah datang dan siap untuk di makan.
"Wahhhhh... mantap nih". Gumam Laluna yang sudah ngiler.
Dia pun menyantap hidangan itu dengan lahapnya. Dan setelah selesai makan tiba-tiba ia merasa pusing lalu tidak sadarkan diri.
Akhirnya seorang pria berseragam koki datang menghampiri nya lalu menggendong nya menuju kamar lain.
*********_____
__ADS_1
Keesokan harinya, Laluna terbangun dari tidurnya. Ia menatap remang-remang plapon kamar nya yang bewarna beda dari kamar yang ia pesan kemarin malam. Menyadari jika ia ada di kamar yang lain, Laluna pun bangkit, dan ia dapati Divo yang masih tertidur pulas di sofa yang ada di samping tempat tidur.
"Di....Divo?". Laluna terkejut.