
5 bulan telah berlalu, Ira yang sudah hamil besar tak lama lagi akan segera melahirkan buah cintanya dengan Mahes.
Sementara itu Mahes tidak bisa lagi mentolelir putra tertua nya sehingga dia bersikeras untuk memaksa Divo segera bertunangan dengan Sonia.
Mahes mengancam akan mengakhiri hidupnya nya, sedangkan Divo tau akal bulus dari kepala pak tua itu, tapi anggota lain percaya sehingga mendesak Divo agar setuju, tidak terkecuali dengan Laluna.
Divo pun mengalah, ia setuju. pertunangan akan segera di laksanakan Minggu depan.
Hari-hari berjalan begitu lambat, membuat kegelisahan di antara Divo dan Laluna.
*
*
*
Tibalah di malam pertunangan, Semua rekan dan sanak keluarga sudah berkumpul untuk menyaksikan tukar cin-cin.
Divo pun segera memakai kan cin-cin pada tangan Sonia, sementara saat Sonia hendak memakai kan cin-cin nya pada jari Divo, peria itu mengeluarkan cincin lain dari saku nya lalu memakaikan nya sendiri.
Semua keluarga dan yang hadir di buat heran, tak tahan lagi untuk berakting, Divo merebut mic dari mc
lalu ia berkata "Hadirin yang berbahagia, terimakasih atas kehadiran dan doa kalian, tapi saya minta maaf Selain kedua anggota keluarga mempelai di harapkan untuk segera meninggalkan tempat ini, terimakasih".
__ADS_1
mendengar itu para tamu undangan beserta kerabat jauh dari kedua mempelai pun pergi meninggalkan rumah Mahendra, sementara yang lain masih kebingungan dan Mahes dibuat begitu marah oleh putra tertua nya itu.
"Apa yang kamu lakukan, anak sialan?". teriak Mahes.
"Sebelumnya aku minta maaf untuk Sonia, Tante Tia dan om Makmur. aku tidak bisa melanjutkan pertunangan ini, aku mau berterus terang... bahwa sebenarnya aku sudah menikah dan memiliki istri yang sangat cantik". jelas Divo sembari melirik Laluna.
sontak suasana menjadi hening, semuanya di buat terkejut terkecuali Laluna yang lebih cemas.
"Apa, anak kurang ajar apa yang sudah kamu ucapkan?". Mahes semakin murka.
"Lalu, siapa istri mu itu?". lirih Sonia yang berusaha menahan air matanya.
sejenak Divo terdiam, lalu menunjuk ke arah Laluna "Dia orang nya!".
Semua orang semakin di buat terkejut.
"5 bulan lalu". jawab Divo spontan.
"Benar saja, aku sudah lama mencurigai kalian". Dania menengahi.
"Terlebih saat hampir setiap malam Divo masuk ke kamar Laluna dan beberapa kali mendengar suara-suara aneh dari kamar nya". sambung Dania.
"Apa maksud semua ini, kenapa kamu mempermalukan anak ku?". tukas Makmur
__ADS_1
"Maaf om, aku gak bermaksud.. justru kalo aku teruskan akan menyakiti Sonia". ucap Divo.
Mahes tak mau lagi mendengar fakta ini, dia pun sudah sangat syok dan sakit kepala, sehingga pergi ke kamar nya di susul oleh Ira.
Sementara Makmur beserta istri dan anak nya kecewa memilih untuk segera pulang.
Divo berjalan menuju Laluna "Sekarang kita tidak perlu lagi bersembunyi, semua orang sudah tau". ucap Divo
"Ta.. tapi?". Laluna senang sekaligus merasa bersalah.
"Sudah lah sayang, mari kita istirahat..".
Divo mengecup kening istrinya lalu membawa Laluna pergi ke kamar nya.
****
Setibanya di dalam kamar Divo, Laluna melihat-lihat ke setiap sudut kamar suami kecil nya itu sebab ini kali kedua dia masuk kedalam kamar semenjak mereka menikah.
Tiba-tiba Laluna mual "Wueeeeekkk".
"Sayang kamu kenapa?".
"Mungkin aku tidak enak badan".
__ADS_1
"Ayok istirahatkan tubuh mu". seru Divo
Divo pun menemani istri nya tidur, ia memeluk Laluna dan sesekali mencium kening nya.