
Laluna sudah bersiap-siap untuk tidur, ia pun bermaksud akan mengganti baju nya dengan baju yang sudah Ira siapkan.
Tapi betapa kaget nya saat ia melihat baju itu berupa piama transparan berwarna hitam elegan dengan tampilan yang menggoda.
"Tunggu... ini beneran gak salah, kenapa mbak Ira nyaiapin baju beginian?". Laluna terheran.
Cekleeeekkk seseorang membuka pintu kamar
"Gimana kamu suka, kan..". ucap Divo dengan suara pelan.
Laluna menggeleng kepala "Dasar bocah kurang ajar.. kamu kan yang ganti pakaian yang telah di siapkan mbak Ira dengan baju haromi".
"Bocah gini juga bisa bikin kamu ketagihan, kan". Divo percaya diri.
"Cepat pakai aku sudah tidak sabar". Sambung divo.
"Heyyy anak muda.. cobalah untuk perhatikan tingkah mu, ini di rumah orang tua mu dan di sini aku adalah Tante kamu".
Melihat istri nya berbicara dengan nada menggemaskan membuat Divo tak bisa lagi menahan diri untuk melahap Laluna malam ini.
Dia pun langsung menerkam istrinya seperti seekor kelinci buruan.
"Awwww.... sakit, loh"'. Rengek Laluna.
"Suruh siapa berbicara menggemaskan". ucap Divo sembari menggigit leher istrinya.
Laluna mendorong tubuh Divo ke samping ranjang "Baik lah menyingkir dulu, aku mau ganti baju".
"Pakai yang ini ya.. gede loh pahala nya nyenengin suami". tukas Divo
Laluna pun mengangguk "Iya.. iya, sayang".
*
*
__ADS_1
Laluna mengganti baju nya dengan piama yang sudah Divo siapkan, sedikit canggung dan malu membuat dia ragu untuk keluar dari toilet.
"Sayang... sudah belum?". Divo mengetuk pintu pelan.
"Sudah". Jawab Laluna.
kemudian Laluna pun keluar, terlihat jelas lekukan indah tubuhnya saat mengenakan piama itu membuat tatapan Divo tak teralihkan sedetik pun.
Tanpa membuang waktu dia langsung menggendong istrinya dan merebahkan nya di atas tempat tidur.
"Sayang.. malam ini lagi, ya". ucap Divo.
Laluna pun ngangguk malu-malu.
Divo membuka kemeja nya lalu mendekap tubuh sang istri kemudian menenggelamkan kepalanya di ceruk Laluna. Tangan kokoh nya perlahan nyentuh bulatan kenyal sang istri lalu di rem*s-r*mas nya dengan lembut.
"Sayang boleh aku mengecup bagian ini?". Tanya Divo
Laluna mengangguk "I..iya".
Setelah mendapat persetujuan dari sang istri Divo langsung mengecup puncak bulatan itu, namun hasrat nya yang sangat menggelora membuat dia hilang kendali sehingga ******* p*t*ng nya seperti seorang bayi yang lapar membuka Laluna mengerang kenikmatan.
Seketika Divo bersembunyi di dalam selimut dan Laluna menaikan kembali tali piama nya.
"Si..siapa?". Tanya Laluna
"Aku kak, Dania.". Jawab Dania
"Boleh aku masuk?". Sambung nya.
Dengan berat hati Laluna mengijinkan nya masuk "Bo..boleh".
Lalu Dania pun masuk ke dalam kamar
"Oh rupanya kakak sudah bersiap-siap untuk tidur". Ucapnya sembari melangkah menuju Laluna
__ADS_1
Namun Laluna seketika menghentikan adik nya dan menyuruh Dania untuk duduk di di sofa saja.
"Adik jangan kesini barusan aku belum pakai baju tapi kamu sudah masuk, duduk saja lah di sofa". ucap Laluna.
Dania sedikit terheran dengan kakak nya, tapi dia tidak ingin terlalu banyak berpikir.
"baik lah". Dania pun duduk di sofa.
"Jadi begini, bulan depan aku akan melahirkan.. bisakah aku meminta pertolongan kakak untuk tinggal di sini?, aku takut ketika badan ku belum pulih aku menyusahkan mbak Ira. Rasanya tidak enak hati terlalu merepotkan nya". jelas Dania.
Namun di dalam selimut Divo menyelusup kan jemarinya ke dalam cd Laluna membuat ia dengan spontan mendesah.
"Aaahhhhgggggggggghhh...".
"Kakak kenapa, apa ada yang sakit?". tanya Dania.
"Ti..tidak.. aku hanya di digigit semut nakal saja".
(Awas saja sudah mengumpat ku nyamuk nakal). Dalam benak Divo
"Baik lah tidak masalah..". Sambung Laluna.
"Syukuran kalo kakak tidak keberatan.. kalo gitu aku undur diri, selamat malam". Dania pamit
Setelah Dania keluar dari kamar, Laluna langsung membuka selimut. Terlihat wajah cengir Divo puas.
"Kenapa kamu lakuin itu, gimana kalo sampai ketahuan". Grutu Laluna.
"Tidak akan!". jawab Divo
"Sudah larut.. cepat kamu pergi ke kamar mu!". seru Laluna.
"Tidak.. aku ingin tidur di sini, mubajir kalo gak hmhm".
"Apaan sih.. ayok sana keluar". Laluna mengusir suami kecil nya.
__ADS_1
"Baiklah.. baiklah.. aku keluar".
Dengan berat hati Divo pun keluar dari kamar