Wanita 35 Th & Brondong Gay.

Wanita 35 Th & Brondong Gay.
Detektif Conan


__ADS_3



Note : mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para leader, kesibukan membuat Mimin sulit untuk meluangkan waktu, semoga kedepannya Mimin bisa konsisten untuk menyelesaikan novel ini, terimakasih 🙏


Divo sangat kesal melihat wanita yang di cintai nya dekat dengan pria lain, walaupun perlakuan itu hanya dilakukan sewajarnya seorang bawahan pada atasan, namun di mata orang yang sedang cemburu tentu itu akan terlihat berbeda.


Lalu pria itu bergegas pergi mengendarai mobil nya


*


*


Di perjalanan ia mampir ke sebuah toko, di sana divo membeli topi dan peralatan detektif lain nya, lalu dia membawa barang-barang yang sudah di pilihnya kedalam kamar pas, kemudian menyulap dirinya menjadi seorang mata-mata yang proporsional.


"Betapa tampan nya aku, kenapa susah untuk memikat hati nya". Gumam nya sembari menghadap ke cermin yang ada di dalam kamar pas itu


"Sudah lah lebih baik sekarang aku berangkat, jangan sampai terlambat". Sambung nya.


Setelah membayar ke kasir dia langsung melanjutkan perjalanan ke kantor Laluna.


*


*


Sesampainya nya di kantor Divo keluar dari mobil layaknya orang misterius dengan topi dan kacamata hitam serta tongkat di tangan nya, lebih terlihat seperti orang yang akan melakukan pertunjukan sirkus.


Ia hendak berjalan ke arah pintu masuk namun di hentikan oleh satpam sebab merasa bahwa orang ini cukup mencurigakan.


"Mohon maaf pak, anda tidak di perkenankan dulu masuk". Ucap satpam


"loh kenapa? saya bukan orang jahat,kok". Divo terheran.


"Biar saya periksa dulu demi keselamatan bersama". Lanjut Satpam

__ADS_1


Lalu dengan teliti satpam memeriksa Divo, setelah di rasa aman satpam pun membuka kan pintunya dan mempersilahkan Divo masuk.


"Tckkk... dari tadi ke, kan saya sudah bilang saya bukan orang jahat". Grutu Divo


Tanpa membuang banyak waktu Divo masuk ke dalam kantor, dan saat ia tiba di resepsionis tentu semua pandangan tertuju pada nya.


"Ada yang bisa kami bantu pak?".


"Saya mau menunggu seseorang di sini..". Jawab Divo


"Oh atas nama siapa, dan apa sebelum nya sudah membuat janji terlebih dahulu?".


"Sudah..".


" Atas nama siapa biar kami panggilkan".


Divo pun terdiam sejenak, jika stap itu menelpon Laluna akan gagal untuk memata-matai nya.


"Oh... tidak perlu biar saya hubungi langsung, kalo gitu saya undur diri". Ucap Divo


Lalu Divo pergi mengelilingi setiap ruang kantor, hingga saat dia tiba di kantin yang berada di dalam kantor Laluna, ia pun berniat untuk makan di situ sembari menunggu Laluna. Karena dia yakin setelah jam istirahat pasti dia akan datang kesini, pikir nya.


*


*


Jam menunjukkan pukul 10:30 sudah saat nya jam makan siang, namun karena terlalu lama menunggu membuat Divo ketiduran hingga akhirnya terbangun oleh suara bising para karyawan yang akan makan siang.


"ya ampun lama sekali dia datang". Gumam nya.


dan benar saja, tak lama Laluna pun datang bersama seorang laki-laki rekan kerjanya.


Dilihat nya mereka yang akrab dan asik mengobrol membuat Divo merasa kesal dan hampir tidak dapat menahan diri untuk menghampiri nya.


"Ihhh awas aja.. kalo sampe sentuh wanita ku sedikit saja akan ku potong tangan nya". Grutu Divo

__ADS_1


Namun ternyata terjadi, Pria itu menggenggam tangan Laluna seraya sedang menjelaskan sesuatu yang membuat Divo semakin kepanasan.


hingga pada akhirnya, dia sudah tak bisa lagi menahan diri dan keluar dari persembunyian menghampiri mereka berdua.


"Divo?". Laluna heran dengan keberadaan dari anak sambung adik nya itu.


"Iya aku nunggu kamu di sini...". Jawab Divo


"Tapi ini kan susus untuk para karyawan yang kerja disini kenapa kamu bisa masuk?".


"Udah jangan banyak nanya ayok ikut aku". Jelas Divo sembari menarik tangan Laluna dan menariknya pergi ke luar


*


*


Divo membawa Laluna ke taman yang tak jauh dari tempat Laluna bekerja, sesampainya di sana ia langsung menarik wanita itu ke pelukan nya.


"Ehhhh... kenapa ini?". Laluna keheranan


"Tolong jangan buat aku cemburu lagi!". seru Divo dengan nada lembut.


"Si..siapa yang buat kamu cemburu?".


"Kamu.. kamu tetap saja berdekatan dengan laki-laki lain".


"Tapi.. aku nggak Deket-deket sama siapa-siapa".


"Laluna.. aku sudah bilang kalo aku cinta sama kamu..aku sayang sama kamu, aku.. aku...".


Ucapan Divo terhenti oleh kecupan bibir Laluna yang mendarat lembut di bibir nya.


Sejenak pria muda itu terdiam lalu ******* balik bibir Laluna dengan lembut.


Mereka menikmati ciuman nya hingga Divo enggan untuk melepaskan.

__ADS_1


__ADS_2