Wanita 35 Th & Brondong Gay.

Wanita 35 Th & Brondong Gay.
Pertarungan cinta.


__ADS_3

Setelah kejadian itu Laluna tidak ingin bertemu lagi baik dengan pak Mahes ataupun Divo.


Sehingga membuat pak Mahes datang sendiri ke apartemen Laluna.


Sesampainya di sana, ia tidak menemukan Laluna melainkan gadis sebaya dengan anaknya.


"Maaf , cari siapa ya?". Tanya Dania.


"Permisi apa Laluna nya ada". Jawab pak Mahes.


"Oh.. mbak Luna?, dia udah berangkat kerja.. memang nya bapak siapa ya?".


"Perkenalkan saya Mahes Machendra, calon suami Laluna?".


"Calon suami?, ko saya gak pernah dengar ya?". Dania mengernyitkan keningnya.


"Mungkin Laluna belum cerita, maaf.. kamu siapa nya ya?".


"Saya adik sepupunya". Jawab Dania.


Kemudian datang lah Divo yang juga sedang mencari Laluna.


"Divo...?". Dania heran.


"Papa?... ngapain papa di sini". Ucap Divo.


"Papa?, jadi bapak ini papa kamu?". Dania menengahi.


"Iya... Divo anak saya, kalian saling kenal?". Tanya balik Mahes pada Dania.


"Tentu... kita sudah cukup lama kenal, kebetulan kan apartemen kita juga sebelahan.". Jawab Dania berubah menjadi ramah.

__ADS_1


"Oh...maaf saya lupa malah gak di ajak masuk, yuk silakan!". Seru Dania.


"Tidak usah dik, dan berhubung saya akan menjadi suami nya Laluna kamu bisa panggil saya mas..! kalo gitu mas pergi dulu ya". Ucap Mahes percaya diri.


"Oh... iya". Jawab Dania.


Pak Mahes pun pergi dari hadapan mereka. Kini tinggal lah Dania dan Divo.


"Div.... apa kabar?, udah lama ya kamu gak main kesini". Tanya Dania.


"Aku baik... kamu sendiri apa kabar?".


"Aku baik juga... oh ya, yuk masuk!". Seru Dania.


"Nggak usah, kalo gitu aku juga mau pergi... selamat siang." Ucap Divo.


Divo pamit, membuat Dania merasa kesal sebab menurut nya Divo tidak peka dengan perasaan nya.


*****


Sorenya, setelah pulang kerja. Pak Mahes kembali datang sebab tahu jika Laluna sudah pulang dari kerjanya.


Dia memencet bel beberapa kali, lalu pintu pun di buka oleh Dania.


"Eh... pak Mahes...".


"Selamat sore... Laluna nya ada?". Tanya pak Mahes.


"Ada... baru saja pulang, silakan masuk!". Seru Dania.


Laluna yang sedang asik duduk di ruang tv di buat terkejut dengan kedatangan pak Mahes.

__ADS_1


"Pak Mahes?". Ucap Laluna.


"Selamat siang... kenapa?, seneng ya saya berkunjung". Jawab nya konyol.


"Kalo gitu silahkan duduk pak, biar saya buatkan minum". Seru Dania.


"Kalo gitu saya jugak undur diri, mau istirahat". Ketus Laluna yang bergegas pergi.


Setelah Dania kembali dengan membawa segelas jus segar, dia hanya mendapati pak Mahes seorang diri saja.


"Loh... mbak Luna nya kemana?".


"Dia masuk ke kamar".


"Oh... yasudah silahkan di minum pak!". Seru Dania sembari menyuguhkan segelas jus.


"Oh ya... kamu udah lama tinggal sama Laluna.".


"Iya, sudah mau 3 th..".


"Kalo begitu kamu sudah cukup mengenal kakak kamu itu kan".


"Emmm bisa di bilang seperti itu".


"Saya lihat kamu suka sama anak saya". Ucap pak Mahes.


Mendengar itu seketika pipi Dania memerah.


"Saya bisa bantu kamu untuk dekat dengan anak saya, dengan ganti nya kamu harus membantu saya untuk mendapatkan Laluna, bagai mana?".


"Ya..tapi....".

__ADS_1


Dania sejenak terdiam, di dalam benaknya ia bertengkar dengan dirinya nya sendiri, namun tawaran ini adalah cara termudah untuk mendapatkan cinta nya. Dan pada akhirnya nya, dia pun menganggukkan kepala menandakan setuju.


__ADS_2