Wanita 35 Th & Brondong Gay.

Wanita 35 Th & Brondong Gay.
Sentuhan.


__ADS_3

Laluna mendorong Divo yang sedang melamun.


"Kamu...". Sergah nya.


Hal itu menyadarkan Divo sehingga ia tersipu malu.


"Emmm.. emm.. sory..sory...!!".


"Udah siang.. pulang yuk!". Sambung Divo.


Dan mereka pun pulang bersama.


*******


Malam hari nya di dalam kamar Laluna, ia termenung memikirkan Rio yang sudah mengecewakan dia untuk kedua kalinya. Dan ntah apa yang akan terjadi kalo malam itu Divo tidak datang menolongnya.


Namun di sisi lain, itu juga membuat ia kehilangan akal, dan menyerahkan dirinya yang dia jaga selama 30 tahun ini dengan cuma-cuma kepada seorang pemuda. Pikiran nya kacau, antara marah dan bersalah.


Lalu dia pun menutup mata nya dan terlelap.


Keesokan harinya seperti biasa Laluna bangun lebih awal dan berisap-siap untuk berangkat kerja.


"Mbak gak makan dulu?". Teriak Dania dari dapur.


"Nggak dek.. mbak ada rapat, takut kesiangan". Jawab Laluna.


*********

__ADS_1


Sesampainya di lobi, dia memarkirkan mobilnya lalu segera masuk ke kantor.


1 jam kemudian, rapat berjalan dengan lancar, perusahaan GM kini bekerjasama dengan perusahaan besar Machendra Group di LA.


Pak Dimas selaku atasan, mengajak para karyawan nya berpesta di sebuah hotel nanti malam untuk merayakan kemenangan mereka. Seperti biasa, ia meminta Laluna untuk jadi pendamping nya di acara malam nanti.


Namun kali ini, Laluna bersedia. Mengingat ia yang butuh refreshing untuk menenangkan pikiran yang belakangan ini sedang kacau.


****


Malam pun tiba. Laluna yang sedang bersiap-siap untuk pergi, meminta Dania agar tidak menggangu nya, sebab ia takut akan pulang sangat larut.


Laluna yang di balut oleh gaun terusan A line bewarna biru, dengan belahan di samping nya sampai atas paha, membuat kaki mulus nya berkilap-kilap terbuka saat ia sedang berjalan. Dengan rambut yang di Cepol dan di sisakan beberapa helai dengan bentuk Girly di dahinya, dan di poles makeup yang tipis Flowles membuat penampilannya terlihat sangat menawan.


*****


Laluna berjalan menghampiri nya, membuat mata pak Dimas tak berkedip menyaksikan keindahan dari sosok yang sedang berjalan kearahnya.


"Pak.. maaf saya telat!".


"Mmm... nggak!! gak papa..., yuk masuk.. semua jugak sudah ada di dalam". Seru pak Dimas.


Mereka pun masuk bersama.


Semua bersenang-senang dengan bebas, ada yang makan-makan, karaoke, pesta minum, dan berdansa.


Ketika semuanya hampir mabuk, Laluna memilih tidak minum mengingat kejadian pada malam itu sehingga menjadi sangat hati-hati.

__ADS_1


"Lun.. kok gak minum?". Tanya Doni.


"Ehhhh don, iya nih.. lagi gak enak badan aja. Kamu sendiri ko gak gabung?". Tanya balik Laluna.


"Aku gak minum, Lun".


"Oh... bersih jugak dong ya kamu!".


"Haha bisa saja...".


Ketika Laluna dan Doni sedang asik mengobrol, seorang pria paruh baya dengan setelan jas lengkap dan di gandeng oleh seorang wanita cantik, menghampiri mereka berdua.


"Halo selamat malam...". Sapa nya.


"Ehhh... pak Mahes". Ucap Doni.


"Oh ya, Lun.. kenalin ini Pak Mahes, pemilik perusahaan yang kemarin menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan kita.". Tutur Doni memperkenalkan pria itu.


"Oh... iya, saya Laluna, manager GM group, senang bisa bertemu dengan anda.". Balas Laluna.


Pak Mahes tak henti menatap Laluna takjub, membuat wanita yang berada di samping nya terlihat tidak nyaman.


"Oh ya.. kenalin jugak, ini ibu Ira, istri dari pak Mahes". Sambung Divo.


Laluna pun mengulurkan tangannya, bermaksud untuk berjabat tangan. Namun buk Ira tak membalasnya dan hanya menatap dingin.


Melihat suasana yang mulai tegang, Doni berinisiatif mengajak pak Mahes dan ibu Ira untuk menikmati pelayanan yang ada di pesta.

__ADS_1


__ADS_2