Wanita 35 Th & Brondong Gay.

Wanita 35 Th & Brondong Gay.
Menarik.


__ADS_3

Divo tersadar dan segera menarik diri nya dari Dania.


"Ma-maaf Dan.. aku pikir tadi aku..". Divo tidak melanjutkan ucapannya lalu pergi meninggalkan Dania. hal itu membuat nya merasa sedikit sedih dan kecewa.


"Tadi, apa aku benar-benar sudah sangat mencintai Divo?". Gumam Dania.


Sementara itu Divo yang menghampiri Laluna, menarik tangan Laluna menjauh dari keramaian.


"Mbak.. ada yang mau aku omongin!".


"Ada apa Div? kok kamu narik mbak tiba-tiba".


"Aku... aku...".


Divo terbata-bata sehingga membuat Laluna kembali pergi ke teman-teman nya.


"Ya sudah nanti saja, mbak balik lagi ya!".


-------_*_------


Beberapa hari setelah nya, sikap Divo berubah terhadap Laluna. Selalu memberikan perhatian kecil yang membuat Dania semakin cemburu melihat nya.


"Mbak.. aku udah nyiapin makan malam, yuk makan!". Seru Divo.


"Ehhh... kok kamu ada di rumah mbak, Dania mana?".


"Dania lagi di kamar, mbak"


"Yuk makan... mbak jugak pasti capek kan?". Sambung Divo.


Ketika Divo dan Laluna hendak menuju ruang makan, tiba-tiba bell berbunyi.


"Yaudah kamu duluan, mbak mau bukain dulu pintu". Seru Laluna.

__ADS_1


Ketika ia membuka pintu, betapa kagetnya saat ia mendapati Rio yang sudah beberapa bulan ini lost kontak.


"Ri..rio?, ngapain kamu kesini?".


"Lun.. kasih aku kesempatan.. kita kembali ya!! aku gak bisa lama-lama pisah dari kamu!!".


"Gak ada lagi yang harus di bahas, aku capek baru pulang kerja.. lebih baik kamu pergi, selamat malam".


Laluna menutup kembali pintu dan tidak membiarkan Rio masuk kedalam.


Rio adalah mantan pacar dari Laluna, mereka putus sebab peria itu terus menghianatinya berkali-kali yang membuat Laluna nggan untuk kembali padanya dan menjalin asmara dengan pria lain.


Saat sampai di meja makan, Dania dan Divo yang heran melihat wajah Laluna murung memberanikan diri untuk bertanya.


"Mbak kenapa?". tanya Dania.


"Barusan ada Rio datang".


"Dia mantan pacar mbak Luna, kenapa emang nya?". Dania menengahi.


"Yasudah... gak usah dipikirin lagi, yuk makan!". Seru Laluna.


*********


Setelah makan malam, Divo pun pamit pulang sementara Laluna masuk ke kamar nya terlebih dahulu.


Didalam kamar Laluna terus memikirkan Rio, tak di pungkiri jika dia masih mencintainya sampai saat ini.


Sementara itu di kamar Dania, dia sedang mengobrol di telpon bersama seseorang.


~Gimana, mas percaya kan.. kalo mas emang masih suka sama mbak Luna, ya buktiin!~.


~Iya...iya... makasih infonya, mas bakal kejar mbak kamu lagi~.

__ADS_1


~Iya..., kalo gitu udah dulu ya, aku mau tidur dulu~.


~Iya... silakan~.


Dania pun mematikan telpon nya. Ia tersenyum puas lalu tidur.


________--________


Keesokan harinya Laluna yang hendak pergi bekerja, di hadang oleh Rio di depan gerbang apartemen.


"Lun..Luna tunggu!". Seru Rio menahan Laluna.


"Kamu.. ngapain lagi kamu di sini?".


"Ya... aku mau ketemu kamu, aku harap kamu kasih aku kesempatan lagi, ya... aku mohon!".


Laluna termenung, di sisi lain hati nya sudah sangat sakit, namun di sisi lainya tak terpungkiri jika dia masih mencintai Rio.


Setelah cukup berkipir, ia pun mengangguk kan kepala nya.


"Maksud kamu?.. kamu Nerima aku kembali, lun?".


"Iya...".


Sontak Rio memeluk Laluna dengan erat.


"Makasih sayang... makasih".


"Yaudah lepasin, aku mau berangkat kerja".


"Yasudah biar aku antar ya, sayang".


Laluna menganggukkan kepalanya dan mereka pergi bersama menggunakan mobil Rio.

__ADS_1


__ADS_2