
Sesampainya di kantor, semua pandangan tertuju pada Laluna. bagaimana tidak, perempuan yang mengaku enggan memiliki hubungan itu, di antar oleh seorang pria ke kantor dengan mesra.
Pak Gilang yang mendengar itu merasa kesal dan ingin melabrak laki-laki yang dikatakan telah mencium Laluna di depan kantornya itu.
Ketika Laluna hendak menaiki lift, melintas Luzy dan dua temannya.
"Awwwww.... ada yang udah gak jomblo nih!". Sindir anak buah Luzy.
"Iya... mesra lagi, pke ciuman segala pas pamit". Timpal yang satunya.
"Sudah..sudah... yuk kita keruangan kerja, girls!". Seru Luzy.
Namun Laluna tak menghiraukan kan nya, dan masuk ke dalam lift yang sudah terbuka.
_______*________
Sementara itu Divo yang di beri tahu oleh Dania tentang Laluna kembali dengan Rio di buat nya galau.
Harapan Divo pupus, membuat dia tak ingin lagi pergi ke departemen Laluna sebab takut akan ada Rio di sana. Meski beberapa kali Dania mengajak nya, namun Divo menolak.
Dua bulan berlalu, sejak terakhir Divo menjauh dari Laluna. Kebetulan malam ini Dania akan melaksanakan pesta ulang tahun di sebuah hotel. Tentu Divo di undang dan membuat dia terpaksa datang.
Saat Divo tiba di tempat acara, matanya langsung tertuju pada sosok bergaun merah yang bagian samping nya terbelah sampai setengah paha membuat kaki putih nya nampak jelas dan menggoda. Dengan rambut yang dibiarkan terurai indah dan makeup tipis yang membuat nya semakin terlihat mempesona di antara beberapa gadis yang hadir pada malam ini.
Namun seketika, hati nya merasa kesal saat melihat seorang laki-laki dengan mesra memeluk tubuh wanita itu.
Sementara itu, Dania yang menyadari kedatangan Divo seketika menghampiri nya dan mengajak dia untuk bergabung dengan yang lain.
"Hai... Div, lama gak ketemu. kenapa cuma berdiri di sini?, yuk kita gabung...". Seru Dania sembari menarik nya pergi.
Laluna yang melihat itu membuat nya merasa sedikit tidak nyaman.
"Oh iya, Div kenalin ini mas Rio, pacar mbak Luna!". Seru Dania.
__ADS_1
"Hai .. Rio!". Ucap Rio sembari mengulurkan tangannya.
"Divo..". Jawab Divo dengan menjabat tangan Rio.
Laluna yang semakin merasa tidak nyaman, mengajak Rio pergi dari hadapan Divo dan Dania.
"Sayang, yuk kesana.. disana ada temen aku!".
"Oh... iya". Jawab Rio.
Divo yang semakin di buat cemburu, hanya bisa mengepalkan tangannya kuat.
********
Acara pun selesai, Laluna yang untuk pertama kalinya mabuk, dibawa pergi oleh Rio ke salah satu kamar hotel yang memang sudah di pesan untuk para tamu yang hadir.
Sesampainya di kamar, Rio merebahkan tubuh Laluna di atas tempat tidur. Dia menyeringai, ada perasaan puas di wajah nya.
****
Kilas balik : Dulu, pada malam ulang tahun perusahaan MT production. Laluna yang hadir dengan pak Gilang sebagai perwakilan dari perusahaan GM. Ketika itu dia hendak ke toilet, dan saat ingin masuk, ia mendengar suara desahan memalukan sehingga bermaksud untuk kembali, namun langkah nyah terhenti ketika ia mendengar gadis si dalam itu menyebut nama Rio. Dan betapa kaget nya saat ia mendengar suara laki-laki yang ada didalam bersama gadis itu jugak terdengar tidak asing.
"Ahhhh Rio, jangan.. nanti saja di kamar".
"Aku udah gak tahan lagi sayang..".
Sebab tak tahan lagi, Laluna pun menggedor pintu toilet, dan betapa sakit nya, saat ia dapati pacar nya sedang berselingkuh dengan anak dari pemilik perusahaan tersebut.
Rio yang juga di buat panik, berpura-pura tidak mengenal nya.
"Si-siapa kamu... berani-beraninya meng-mengganggu kita?". Ucap Rio terbata-bata.
"Kamu... tegak ya kamu". Tunjuk Laluna pada Rio.
__ADS_1
"Dan kamu... kecil-kecil sudah pintar jadi hal*ng... dasar murahan". Sambung Laluna pada gadis muda itu.
Plaaaakkkkkk... Laluna menampar pagis itu.
"Apa yang kamu lakukan Luna....". Teriak Rio.
"Kamu yang apa-apaan..." sergah Laluna.
Karena kesakitan akibat pukulan dari Laluna, gadis itu pun pergi dengan menangis.
Dan ternyata ia mengadu kepada tuan Martin Tanjung, ayah sekaligus pemilik MT production.
Laluna dan Rio yang di tarik paksa oleh beberapa bodyguard tuan Martin ke hadapan nya di depan semua tamu yang hadir pada malam itu.
"Kamu .. kamu yang telah menampar anak saya?". Tunjuk nya pada Laluna.
"Iya, saya...".
"Kamu tidak tahu dia siapa... dasar wanita rendahan.. pergi kamu". Teriak tuan Martin pada Laluna.
Lalu Laluna mendekati Rio kemudian menamparnya bertubi-tubi.
Semua hadirin yang ada di sana di buat semakin terkejut.
"Dengar ini Rio... pertunangan kita batal...". Teriak Laluna.
Lalu Laluna pun pergi dengan menangis dan di susul oleh pak Gilang.
Dan setelah Laluna pergi, tuan Martin yang marah dengan Rio Karena merasa sudah mempermainkan anak nya.
"Rio... saya tidak menyangka dengan kamu, berani-beraninya kamu permainkan Donita anak saya, karena itu, saya.. tidak akan memberikan jabatan manager kepada kamu, pergi kamu!". Teriak tuan Martin.
Rio pun pergi dengan penghinaan dan dendam.
__ADS_1