
hingar bingar lampu jalan mulai bergemerlap, sedang cakrawala mengecat langit dengan warna merah mawar.
Hari perlahan gelap, hawa dingin semakin menusuk hati, dengan cepat Laluna melajukan mobilnya untuk mampir ke cafe kemarin.
Beberapa saat kemudian dia pun sampai di lobi cafe, memarkir kan mobil nya, lalu segera masuk kedalam.
Seperti kemarin dia memilih untuk duduk di dekat jendela, dan memesan secangkir kopi dengan kudapan yang manis.
Dan pada saat dia sedang menikmati kopinya, tiba-tiba pria yang kemarin kembali duduk di samping Laluna.
"Hay... kak!".
"Tony..".
", Hihi...iya, kakak masih inget nama aku, seneng deh rasanya...".
"kakak udah punya pacar belum?... atau udah ada calon gitu?". Sambung Tony.
"Emmm... belum".
"Wah... kebetulan dong... kalo gitu, aku jugak siap ko jadi pacar kakak, bahkan buat nikahin kakak..". Bual Tony.
__ADS_1
Laluna menganggap nya lelucon dan menghiraukan ucapan Tony.
Dan dari arah belakang tiba-tiba ada yang menarik bahu Laluna lalu menamparnya dengan keras.
Plaaaakkkkkk....!!!
"Divo... apa-apaan kamu...". Tony marah.
"Kamu yang apa-apaan...". Sanggah Divo.
"Minta maaf sekarang jugak, Div!". Seru Tony.
"Nggak .. ngapain aku minta maaf sama perempuan gatel, tua lagi...". hardik Divo.
"Kamu mau aku pukul...!!". teriak Tony.
"Tolong hentikan... saya tidak papa ko, kalo gitu saya pergi dulu, ya!". Ucap Laluna.
Lalu Laluna pun pergi dari hadapan mereka.
Setelah kepergian Laluna, tiba-tiba Tony meminta maaf pada Divo.
__ADS_1
"Sayang... maaf ya tadi aku kebawa emosi, aku takut wanita tadi marah sama kamu terus nanti kamu di tindak lanjut, gimana?". Ucap Tony lembut.
"Iya...aku maafin".
"Tapi kamu jangan godain lagi dia, ya!". Sambung Divo.
"Sayang... malam ini aku ada urusan, tapi aku lagi gak punya uang nih.., kamu bisa pinjemin aku gak?".
Karena kecintaannya terhadap Tony, Divo pun dengan cuma-cuma memberikan kartu kredit miliknya pada laki-laki itu.
"Yaudah inih, kamu pake aja...".
"Oh ya... aku udah lama gak di manja kamu, aku kangen tau". Sambung Divo.
Mendengar itu Tony langsung menyentuh pantat Divo, membuat dia mengerti apa yang ingin Tony lakukan. Lalu mereka berdua jugak pergi dari cafe itu menuju departemen Divo.
***
Sesampainya di departemen, Divo pun menyuruh bi Sugeng untuk membuat kan kopi dan menyuruh nya untuk di bawa ke atas (ke kamar Divo) jika sudah jadi. Saat Divo dan Tony sudah sampai di kamar, seketika itu jugak Divo memeluk erat Tony, lalu merekapun berciuman. Hingga pada akhirnya, tubuh mereka saling menyatu.
Waktu menunjukkan pukul 20:00 wib, Tony yang baru terbangun, seketika bangkit dan pergi tanpa pamit terlebih dahulu pada Divo yang masih tertidur pulas di samping nya.
__ADS_1
Malam itu kebetulan Laluna sedang duduk di dekat jendela kamar nya, yang kebetulan jugak berhadapan langsung dengan jendela kamar Divo sehingga setiap hari, mereka tak sengaja sering saling melihat ketika mereka sedang melakukan aktivitas di kamarnya masing-masing.
Termasuk apa yang baru saja iya lihat, Tony bangkit dari tempat tidur Divo tanpa memakai baju. Namun hal itu tidak membuat Laluna heran atau bingung, mengingat ia yang sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu di lingkungan nya.