
Balik kemasa saat ini : ....
Rio yang sudah menyiapkan Camera untuk merekam aksi panas nya dengan Laluna dan untuk di jadikan nya alat pemeras Laluna nantinya. Dengan dua laki-laki yang sudah berada di dalam dari tadi.
Hendak membuat video dewasa 1 wanita dan tiga pria.
"Benar yang bos katakan... wanita ini sangat cantik dan seksi, aku tak tahan lagi untuk segera memasukkan bagian ku yang sudah mengeras ini". Ucap salah satu nya.
"Tentu .. apa yang kubilang, pokonya kalian akan puas hahahahahhaah". Rio tertawa puas.
Rio pun menciumi tangan laluna, lalu ciuman itu naik ke leher Laluna. Tak tahan lagi dengan birahi nya, ia pun melorotkan gaun Laluna yang tampa lengan itu, sehingga terpang-pang jelas lah dua bulatan kenyal putih mulus dan menggoda, membuat ketiga pria bersng*k mengeluarkan air liur dan menelan silava mereka.
Pada saat Rio hendak melum*at salah satu bulatan itu, tiba-tiba pintu di dobrak oleh seseorang.
Ternyata itu Divo. Merasa rencana nya di ganggu, Rio yang kesal penguruh kedua anak buah nya untuk mengajar Divo.
Dan dengan mudah nya Divo mengalahkan mereka, sehingga membuat mereka berdua ketakutan dan kabur.
Kini hanya tinggal Rio seorang, lalu Rio menyerang Divo namun serangan nya dengan mudah di hindari, sehingga kepalan tangan Divo lah yang beberapa kali mendarat di perut dan kepala Rio sehingga membuat ia tersungkur jatuh ke lantai.
"Uhhhh... kamu... lihat saja nanti". Ucap Rio dengan kesakitan.
Lalu Rio pergi dengan keadaan babak belur.
__ADS_1
Setelah nya Divo pun menghampiri Laluna yang sudah mabuk berat di atas tempat tidur itu.
Dan betapa kagetnya saat ia melihat Laluna yang sudah hampir telanjang, dengan kedua bulatan kenyal yang putih menggoda, membuat Divo terhenyak dan membuat pipi nya memerah.
"Aaaaahhhhhh... panas... tolong aku...".
Laluna yang merasakan kepanasan menarik tangan Divo sehingga ia terjatuh ke atas Laluna.
wajah Divo kini tepat di atas wajah Laluna. Kemudian terlintas lah di benak Divo, saat ia memimpikan sedang berhubungan dengan Laluna membuat nya tertegun dan menelan silavanya.
Namun tiba-tiba, Laluna mengangkat kepalanya seketika mencium bibir Divo dengan lembut.
"Ahhhhh tolong aku ....". Lirih Laluna.
*****
Pagi telah tiba, Laluna yang terbangun dari tidurnya di buat terkejut saat mendapati dirinya yang sudah telanjang bulat.
Apalagi ketika melihat seorang laki-laki di samping nya yang masih tertidur membuat Laluna berteriak sehingga membangunkan laki-laki tersebut.
"Di..Divo...?".
Plakkkk.... Laluna menampar Divo dengan kerasnya.
__ADS_1
"Kamu.... Kenapa kamu jahat Div. . kenapa kamu lakuin ini ke saya...". Laluna menangis sejadi-jadinya.
"Mbak... bi..biar aku jelaskan".
"Tidak usah... pergi kamu... saya benci sama kamu Divo... saya benci". Teriak Laluna.
Lalu Divo pun mengambil kemeja nya dan segera pergi dari kamar itu.
Laluna menangis tersedu-sedu, namun saat ia hendak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Ia melihat Camera yang menyala bersengger di tiang di sudut kamar.
Dia pun menghampiri nya untuk melihat apa kejadian semalam terekam di sana.
****
Sementara itu di luar Dania yang melihat Divo baru saja keluar dari salah satu kamar dengan kancing baju nya yang terbuka semua, sehingga menampakkan perut sixpack nya membuat Dania semakin terpesona.
"Di..Divo...? jadi semalem kamu gak pulang, tapi nginep jugak....". Tanya Dania yang tiba-tiba menghampiri nya.
"Emmmm.... I..iya... aku nginep, soalnya kemarin terlalu banyak makan, mumpung ada kamar gratis yang udah si siapin ibu acarakan ya, hehe... Muhajir kalo gak di pakai.".
"Dasar...., yaudah, karena kamu udah bangun yuk, sarapan!". Seru Dania.
"Emmmm... I...iya".
__ADS_1
Dan mereka berdua pun pergi ke restoran yang sudah tersedia di hotel tersebut